Kisahku dan a bang
***
Bang.. Bang.. Tobat saya Bang.. Janji tak ku ulangi Bang..
Kami pun punya pengalaman tak terlupakan soal bang yang satu ini. Tahun 2012 silam entah gimana awalnya bisa terjerat dosa besar ini, mungkin karena saat itu ada teman ibu yang ingin melepas KPR rumahnya dengan harga miring, beliau sekeluarga lagi di runung masalah dan menawarkan take over kredit rumahnya pada ibu, karena ibu suka dengan lokasi rumah, apalagi dekat pasar, kampus, rumah sakit, pusat perkantoran, sekolah, maka ibu membujuk ku untuk melanjutkan cicilan KPR itu. Setelah diskusi dengan keluarga akhirnya diputuskan mengambil rumah itu.
"Baiklah daripada gaji juga habis percuma, biarlah gpp deh mulai cicilan rumah" Pikirku saat itu.
Tahun berlalu, hingga 2016 tidak ada masalah dengan KPR kami, hingga pada suatu malam saya berdiskusi dengan suami, suami bertanya
"coba ingat2 kembali, sejak kapan kita sering sakit?"
Saya jawab pertanyaan suami sambil merenung, yah tahun 2014 saya pernah masuk rumah sakit karena sakit perut berkepanjangan, gejalanya sudah terasa sejak 2013 tapi akut benar2 pas lebaran 2014, Saya harus diopname di RS selama beberapa hari. Penyakitnya tidak berhenti sampai di situ, akhir tahun 2015 tiba2 muncul benjolan di bawah ketiak, tidak tanggung2 melebar hingga sembilan sentimeter, Saya sampai memeriksakan diri di RS Surabaya pada waktu itu, Alhamdulillah kata dokter tidak ganas tapi harus di angkat hingga ke akarnya. Saya ceritakan semuanya pada suami. Beliau hanya bergumam lembut sambil menggenggam tanganku "Hmm setelah Dipikir2 ternyata rentang waktu penyakit2ta itu ada setelah cicil rumah ini, Apa ada hubungannya? Jangan2 ini juga penyebab Allah belum mengabulkan doa2 kita untuk punya momongan" Ucapnya sambil menerawangi rumah kami.
Tanpa terasa air mataku menetes, tersentuh dengan ucapan lembutnya, padahal dia mengatakan nya nyaris berbisik, genggamannya di tanganku pun makin erat. Akhirnya kami berdua berkesimpulan harus segera putus hubungan dengan bang, kalimat pamungkas untuk bang sudah kami siapkan "
"Bang, You and Me, End!!!"
Segera setelah itu kami memasang pengumuman di media on line untuk menjual rumah kami, harapannya rumah ini terjual untuk melunasi pokok utang pada bang yang jumlahnya lumayan besar. Tapi usaha kami bukannya tanpa hambatan, hampir sebulan tak ada tanda2 rumah kami akan laku, calon Pembeli hingga deadline pembayaran cicilan bulan berikutnya belum nampak, kami pun sudah tak mau lagi membayar cicilan bulan berjalan, membayar cicilan berarti membayar Bunga bang yang hampir tiga perempat bagian dari total cicilan kami. Tak mau tak boleh lagi bayar cicilan Riba.
Kami berembuk lagi, akhirnya jalan satu2nya untuk mendapatkan uang cash dalam waktu singkat adalah mobil, yah mobil harus kami lepas, Alhamdulillah mobil kami laku hy dalam waktu dua hari, Tapi harganya belum mencukupi harga rumah, di tambah pinalty karena percepatan pelunasan utang kami hampir Menembus 130juta rupiah.
Yaa Allah demikian beratkah ingin lepas dari jeratan Riba? Kami berdua hampir pitis asa, waktu akhir sebelum tenggang bulan kedua sdh di depan mata, Akhirnya saya menghubungi beberapa teman yang saya rasa bisa membantu, Alhamdulillah dua orang teman baik kami mau meminjamkan sisa kekurangan uang kami (jumlahnya lumayan besar). Semoga sahabat yang membantu kami ini dimudahkan urusannya dunia akhirat (aamiin).
Kami pun ke bang untuk memutuskan hubungan. Saat pengurusan pelunasan KPR tersebut ada percakapan menarik yg tdk bisa kami lupakan.
"kami tdk bisa lagi melanjutkan cicilan rumah kami pak"
Percakapan mengalir, kami menjelaskan maksud kedatangan kami, mereka merespon dan di akhir percakapan
"Pengajian di mana bu? Islam Jama'ah yah ?"
"..!?..?!¥@#.."
***
Sebuah kesyukuran luar biasa akhirnya bisa lepas dari jeratan bang bang, gpp deh naik motor lagi yang penting hati tentram bebas utang riba, Alhamdulillahnya lagi dalam jangka waktu dua bulan utang ke dua sahabat kami itu telah kami lunasi (terima kasih banyak untuk bantuannya pada kami, semoga mereka berdua membaca postingan ini). Rezki Allah maha luas, ingin lepas dari maksiat insyaAllah akan dimudahkan.
Satu lagi sebulan setelah lepas utang KPR riba bang, saya positif hamil. Apakah ini kebetulan? :)
Maka nikmat Tuhan mana yang engkau dustakan
Hidup Bebas Merdeka itu Lepas dari Riba, setuju??
Jika kehidupan adalah perjalanan yang berujung, maka menulis akan mengabadikan kehidupan...
Label
- Buku
- Catatan Peristiwa
- Inspirasi-ku
- Jalan-jalan
- Kuliner
- Mom&Son
- Puisi
- Teknologi Informasi
- Tips
Tampilkan postingan dengan label Catatan Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 01 Juli 2017
Rabu, 10 Juni 2015
Penawar Kesedihan
Tersebutlah seorang anak dalam kandungan ibu.. belum sempat mengenal
wajah ayah, beliau telah pergi meninggalkannya, sepasang sayap cinta itu
kini telah patah, patah dan menimbulkan lara duka di hati.
Bayi berkulit putih itu terlahir tanpa merasakan dekapan ayah, ibu melahirkannya ditemani kakek dan nenek, merekalah pengganti ayah dan ibunya karena kelak saat usianya belum lagi genap lima tahun ibu pun memilih meninggalkan dirinya.
Ohh alangkah sedihnya...
Kemana ayah?
Kemana bunda?
Mengapa tak sekalipun bisa melihat dan merasakan dekapan hangat mereka. Kesedihan tak terkira menghampiri anak kecil tadi, ada saat menangis memanggil ibu.., ada saat menangis memanggil ayah, merindukan ibu, merindukan ayah tapi mereka tak pernah di sisi..
Tumbuh dan berkembang dalam pengawasan kakek nenek menjadikan kakek nenek sosok paling memahami dirinya, kakek sangat menyayanginya, menggendongnya kemana-mana, memangkunya dalam dekapan hangat, memboncengnya bersepeda motor. Mereka adalah nyawa kehidupan bagi anak kecil tadi.
Nenek pun tak kalah sayang padanya, pelukan dan dekapan hangat nenek adalah pelipur lara, suara nenek melantunkan ayat suci adalah penghibur hatinya, saat sedih nenek membacakan ayat alqur'an, belajar dan bermain bersama suara beliau membaca alqur'an, kebiasaan nenek tilawah alquran setiap hari adalah pelipur lara dan hiburan baginya, betapa dia betah berlama2 mendengarkan aluanan suara beliau, betapa bertahun berlalu dan dia tak pernah bosan mendengarkan bacaan alqur'an nenek. Kini Al qur'an sebagai obat kesedihannya dan neneklah yang telah menemukan terapi terbaik untuk kesepian hatinya.
Waktu berlalu anak kecil tadi tumbuh menjadi anak sehat dan cerdas, pipinya tembem, kulitnya putih bersih, matanya bola, wajahnya bulat, badannya berisi, otaknya cemerlang menjadikannya terkenal sebagai juara kelas di sekolah, tak tanggung-tanggung juara pertama adalah langganan bagi dia, tertulis indah juara pertama diperuntukkan khusus untuknya. Tetapi sungguh kesedihan ini tak kunjung pergi, rasa iri menyelimuti saat teman-teman lain didampingi oleh ayah dan ibu menerima raport di sekolah. Lihatlah dia tak sekalipun ditemani ayah dan ibu. tengoklah dia namanya selalu dipanggil sebagai juara kelas tapi semua serasa tak lengkap tanpa ayah dan ibu disisi.
Catatan pendidikannya bersinar, bahkan di acara perpisahan SD dia di nobatkan sebagai siswa terbaik, ada kebahagiaan bisa mempersembahkan kebanggaan untuk kakek dan nenek, ada kesedihan terperih saat ayah yang diundang tidak bersedia datang mendampinginginya, air mata tak terbendung lagi, mengapa ayah tak ingin mendampingi disaat membahagiakan seperti ini? Perasaan tak diinginkan itulah yang melingkupi hatinya, air mata banjir mengaliri pipi, hanya pelukan kakek pelipur lara, menangis dalam pelukan beliau adalah tempat terbaik menumpahkan kesedihan.
Ayah.. mengapa tak ingin menemuiku?
ayah.. andai Engkau tau.. semua prestasi ini ananda persembahkan untukmu..
Ayah..anakmu ini ingin membanggakan dirimu..
Tahun berlalu, setamat sekolah dasar anak kecil tadi masuk pesantren tahfidz alqur'an, mempelajari sebaik-baiknya ilmu di dunia ini, menghafal sebaik-baiknya perkataan di dunia ini, tekadnya sebagai penghafal alquran sdh bulat, dan disinilah tempatnya menempa diri, menikmati dan bersyukur untuk semua proses yang di jalani, tak ingin mengejar setoran hafalan untuk kemuliaan di mata manusia, semua semata-mata karena ingin dicintai Allah, dan berharap Dialah yang akan memberi sebaik-baiknya balasan.
Dan sungguh balasan kebaikan yang Allah berikan tak mampu menahan air matanya, kali ini bukan air mata kesedihan, yang ada justru air mata kebahagiaan karena alqur'anlah yang kembali mempertemukan nya dengan ayah dan ibu, saat orang tuanya mengetahui anaknya telah menjadi penghafal alquran tanpa dipanggil mereka berdua mendatanginya dan memeluknya dengan erat.
Dekapan orangtuanya, dekapan yang sudah lama dirindukan, bertahun-tahun akhirnya bisa merasakan bersama ayah dan ibu, memeluk dan mencium mereka dengan penuh takzim, dengan lirih dia berkata :
"ayah.. ibu... alquran adalah terapi kehidupan, kita dipersatukam kembali krn alquran, dan ananda berjanji semoga bisa menjadi kebangan ayah bunda di dunia dan akhirat kelak..insyaAllah.."
*Ahh kisah yang sangat mengharukan, sungguh alquran ini adalah sebaik2nya terapi kehidupan.. T_T
Bayi berkulit putih itu terlahir tanpa merasakan dekapan ayah, ibu melahirkannya ditemani kakek dan nenek, merekalah pengganti ayah dan ibunya karena kelak saat usianya belum lagi genap lima tahun ibu pun memilih meninggalkan dirinya.
Ohh alangkah sedihnya...
Kemana ayah?
Kemana bunda?
Mengapa tak sekalipun bisa melihat dan merasakan dekapan hangat mereka. Kesedihan tak terkira menghampiri anak kecil tadi, ada saat menangis memanggil ibu.., ada saat menangis memanggil ayah, merindukan ibu, merindukan ayah tapi mereka tak pernah di sisi..
Tumbuh dan berkembang dalam pengawasan kakek nenek menjadikan kakek nenek sosok paling memahami dirinya, kakek sangat menyayanginya, menggendongnya kemana-mana, memangkunya dalam dekapan hangat, memboncengnya bersepeda motor. Mereka adalah nyawa kehidupan bagi anak kecil tadi.
Nenek pun tak kalah sayang padanya, pelukan dan dekapan hangat nenek adalah pelipur lara, suara nenek melantunkan ayat suci adalah penghibur hatinya, saat sedih nenek membacakan ayat alqur'an, belajar dan bermain bersama suara beliau membaca alqur'an, kebiasaan nenek tilawah alquran setiap hari adalah pelipur lara dan hiburan baginya, betapa dia betah berlama2 mendengarkan aluanan suara beliau, betapa bertahun berlalu dan dia tak pernah bosan mendengarkan bacaan alqur'an nenek. Kini Al qur'an sebagai obat kesedihannya dan neneklah yang telah menemukan terapi terbaik untuk kesepian hatinya.
Waktu berlalu anak kecil tadi tumbuh menjadi anak sehat dan cerdas, pipinya tembem, kulitnya putih bersih, matanya bola, wajahnya bulat, badannya berisi, otaknya cemerlang menjadikannya terkenal sebagai juara kelas di sekolah, tak tanggung-tanggung juara pertama adalah langganan bagi dia, tertulis indah juara pertama diperuntukkan khusus untuknya. Tetapi sungguh kesedihan ini tak kunjung pergi, rasa iri menyelimuti saat teman-teman lain didampingi oleh ayah dan ibu menerima raport di sekolah. Lihatlah dia tak sekalipun ditemani ayah dan ibu. tengoklah dia namanya selalu dipanggil sebagai juara kelas tapi semua serasa tak lengkap tanpa ayah dan ibu disisi.
Catatan pendidikannya bersinar, bahkan di acara perpisahan SD dia di nobatkan sebagai siswa terbaik, ada kebahagiaan bisa mempersembahkan kebanggaan untuk kakek dan nenek, ada kesedihan terperih saat ayah yang diundang tidak bersedia datang mendampinginginya, air mata tak terbendung lagi, mengapa ayah tak ingin mendampingi disaat membahagiakan seperti ini? Perasaan tak diinginkan itulah yang melingkupi hatinya, air mata banjir mengaliri pipi, hanya pelukan kakek pelipur lara, menangis dalam pelukan beliau adalah tempat terbaik menumpahkan kesedihan.
Ayah.. mengapa tak ingin menemuiku?
ayah.. andai Engkau tau.. semua prestasi ini ananda persembahkan untukmu..
Ayah..anakmu ini ingin membanggakan dirimu..
Tahun berlalu, setamat sekolah dasar anak kecil tadi masuk pesantren tahfidz alqur'an, mempelajari sebaik-baiknya ilmu di dunia ini, menghafal sebaik-baiknya perkataan di dunia ini, tekadnya sebagai penghafal alquran sdh bulat, dan disinilah tempatnya menempa diri, menikmati dan bersyukur untuk semua proses yang di jalani, tak ingin mengejar setoran hafalan untuk kemuliaan di mata manusia, semua semata-mata karena ingin dicintai Allah, dan berharap Dialah yang akan memberi sebaik-baiknya balasan.
Dan sungguh balasan kebaikan yang Allah berikan tak mampu menahan air matanya, kali ini bukan air mata kesedihan, yang ada justru air mata kebahagiaan karena alqur'anlah yang kembali mempertemukan nya dengan ayah dan ibu, saat orang tuanya mengetahui anaknya telah menjadi penghafal alquran tanpa dipanggil mereka berdua mendatanginya dan memeluknya dengan erat.
Dekapan orangtuanya, dekapan yang sudah lama dirindukan, bertahun-tahun akhirnya bisa merasakan bersama ayah dan ibu, memeluk dan mencium mereka dengan penuh takzim, dengan lirih dia berkata :
"ayah.. ibu... alquran adalah terapi kehidupan, kita dipersatukam kembali krn alquran, dan ananda berjanji semoga bisa menjadi kebangan ayah bunda di dunia dan akhirat kelak..insyaAllah.."
*Ahh kisah yang sangat mengharukan, sungguh alquran ini adalah sebaik2nya terapi kehidupan.. T_T
Pesona Kebaikan Hati
#prolog
#kebaikan hati
Perjalanan ke kampus seorang bapak pengendara motor mendekati mobilku, saya rada-rada heran dengan caranya memperhatikan mobilku juga caranya melihati pengendaranya, beberapa kali dia menolehkan wajah seakan memastikan sesuatu, saya mempercepat laju kendaraan segera berlalu dari orang itu. saya juga memastikan apa ada keanehan di dalam mobil sambil terus berkendara, syukurlah semua normal, ahh.. sudahlah mungkin hanya orang iseng, toh saya juga sempat memperhatikan wajahnya, asing! Saya sungguh tidak mengenalnya.
#kebaikan hati
Perjalanan ke kampus seorang bapak pengendara motor mendekati mobilku, saya rada-rada heran dengan caranya memperhatikan mobilku juga caranya melihati pengendaranya, beberapa kali dia menolehkan wajah seakan memastikan sesuatu, saya mempercepat laju kendaraan segera berlalu dari orang itu. saya juga memastikan apa ada keanehan di dalam mobil sambil terus berkendara, syukurlah semua normal, ahh.. sudahlah mungkin hanya orang iseng, toh saya juga sempat memperhatikan wajahnya, asing! Saya sungguh tidak mengenalnya.
Alhamdulillah bisa tiba dikampus dengan waktu tempuh lebih lama dari
biasanya, maklumlah hari ini jadwal test masuk perguruan tinggi
menjadikan kampus kuning dikunjungi ribuan peserta SBMPTN. Sepanjang
jalan menuju kampus lumayan padat.
Di parkiran sesaat setelah turun dari kendaraan seorang satpam yang bertugas menyapa,
"Ibu ada orang yang panggilki dibelakangta.."
Saya membalikkan badan menuruti arahan pak satpam, masyaAllah Bapak yang tadi saya herankan di jalan. Hahhh ternyata Bapak tadi mengikutiku sampai ke kampus, wah wah ada apa ini,
"Iya Pak, maaf ada apa yah?"
"Ini de saya mau kembalikan dompet ta, ada STNK mobil di dalamnya, saya dapat ini di Pasar Andonohu"
"iya pak benar sekali saya memang kehilangan dompet ini.."
Alhamdulillah... dompet saya akhirnya kembali, saya memang kehilangan dompet itu saat berbelanja di Pasar Andonohu, kejadiannya empat hari yang lalu, dompet kecil itu tercecer entah kemana, saya juga sudah menelusuri pasar mencoba ikhtiar mencari kembali dompet itu tapi tidak menemukannya.
Senangnya dompetnya bisa kembali. Kata bapak itu dia juga sempat ke rumah saya sesuai alamat yang tertera tapi sayang sekali tidak ketemu karena kami memang sudah tidak tinggal di sana lagi, akhirnya bapak tadi menyimpan saja dompet saya dan berharap semoga suatu saat ketemu secara kebetulan.
Setelah itu ternyata bapak tadi sdh hafal dengan plat mobilku melalui STNK, jadi lewat mengenali plat mobil itulah dia menemukanku, Ohhh itulah rupanya mengapa bapak tadi memandangi mobilku sedemikian rupa, ternyata untuk memastikan apakah plat mobilnya sama dengan yang dihafalnya, kodong..kodong..padahal sempat saya larikan bapak itu dengan balap dikit tadi.. maaf yah pak, hehee grin emotikon
Dompet dan isinya kembali utuh, alhamdulillah.. terima kasih bapak yang baik hati, semoga Allah membalas kebaikan bapak dengan kebaikan pula, aamiin smile emotikon
Kdi, 9 Juni 2015
Late post
@tatikbahar
Di parkiran sesaat setelah turun dari kendaraan seorang satpam yang bertugas menyapa,
"Ibu ada orang yang panggilki dibelakangta.."
Saya membalikkan badan menuruti arahan pak satpam, masyaAllah Bapak yang tadi saya herankan di jalan. Hahhh ternyata Bapak tadi mengikutiku sampai ke kampus, wah wah ada apa ini,
"Iya Pak, maaf ada apa yah?"
"Ini de saya mau kembalikan dompet ta, ada STNK mobil di dalamnya, saya dapat ini di Pasar Andonohu"
"iya pak benar sekali saya memang kehilangan dompet ini.."
Alhamdulillah... dompet saya akhirnya kembali, saya memang kehilangan dompet itu saat berbelanja di Pasar Andonohu, kejadiannya empat hari yang lalu, dompet kecil itu tercecer entah kemana, saya juga sudah menelusuri pasar mencoba ikhtiar mencari kembali dompet itu tapi tidak menemukannya.
Senangnya dompetnya bisa kembali. Kata bapak itu dia juga sempat ke rumah saya sesuai alamat yang tertera tapi sayang sekali tidak ketemu karena kami memang sudah tidak tinggal di sana lagi, akhirnya bapak tadi menyimpan saja dompet saya dan berharap semoga suatu saat ketemu secara kebetulan.
Setelah itu ternyata bapak tadi sdh hafal dengan plat mobilku melalui STNK, jadi lewat mengenali plat mobil itulah dia menemukanku, Ohhh itulah rupanya mengapa bapak tadi memandangi mobilku sedemikian rupa, ternyata untuk memastikan apakah plat mobilnya sama dengan yang dihafalnya, kodong..kodong..padahal sempat saya larikan bapak itu dengan balap dikit tadi.. maaf yah pak, hehee grin emotikon
Dompet dan isinya kembali utuh, alhamdulillah.. terima kasih bapak yang baik hati, semoga Allah membalas kebaikan bapak dengan kebaikan pula, aamiin smile emotikon
Kdi, 9 Juni 2015
Late post
@tatikbahar
Kamis, 11 Desember 2014
Tentang Kebaikan
Sore menyapa, jam pulang membuat jalanan kampus ramai dipadati pengguna jalan. Saya mengendarai kendaraan secara perlahan karena menyadari diri belum begitu mahir menyetir. Kepadatan di jalan raya adalah tantangan tersendiri bagi penyetir pemula, harmonisasi kopling dan gas terkadang masih tak seirama, mesin mobil 'mati dalam' adalah hal biasa, dan parahnya mobil saya 'mati dalam' di tanjakan jembatan. Innalillahi... inilah yang saya khawatirkan.
Setelah menarik rem tangan, menormalkan persneling saya menghidupkan kembali mesin mobil, masukkan gigi satu, menurunkan rem tangan, injak gas, ups.. mesin mobil kembali mati. Mobil saya malah bergerak mundur, beberapa kali saya coba kembali tetap saja seperti itu. Mobil bukannya maju malah mundur, beberapa kendaraan di belakang malah telah membunyikan klakson pertanda tak sabar. Saya menurunkan kaca jendela mobil, seraya memandangi kaca spion memperhatikan sekeliling.. hikss kerumunan motor dan mobil sudah mengantri di belakang mobil saya. Beberapa motor melambung melalui celah sempit di antara bahu jalan dengan tatapan sesekali diarahkan pada pengendara mobil yang mungkin sudah terlihat panik ini.
Bismillah..saya coba sekali lagi dan yang terjadi tetap sama, mobil tetap mundur dan klakson kendaraan yang berada pas dibelakang mobil saya makin nyaring berbunyi, heiii STOP JANGAN MUNDUR lagi!!! Mungkin seperti itu nada klakson mobil yang diteriakkan padaku.
Di kejauhan melalui arah depan kaca mobil saya melihat sebuah motor yang tadi berlalu mendahuluiku memutar motornya kembali dan berbalik arah ke kemacetan yang saya sebabkan ini. Dua anak muda yang berboncengan menghentikan motornya disisi mobilku dan menyapa,
"Kak kita butuh bantuan ?"
Saya balik menoleh padanya dan menyahuti,
"Iyee, ini mobilnya saya tidak bisa jalankan klo berhenti ditanjakan.."
"Mari saya bantu kak.."
Saya turun dari mobil dan membiarkannya menengendarai mobilku hingga di penurunan jembatan, setelah memarkir mobil di pingggir jalan, dia turun dari mobil menghampiriku seraya memberi saran
"Kak, kita pakai gigi dua saja langsung kak...hati2 kak..."
"Oh iyee, terima kasih banyak bantuannya.."
Saya masuk ke mobil dan mulai berkendara, lewat kaca spion saya melihat adik itu kembali ke motornya dan melanjutkan perjalanan bersama temannya. Saya sempat menceritakan kejadian ini pada seorang teman dan dia menyahuti "weee klo mau dia bisa bawa lari itu mobilmu nah.. gampangnya tinggal tancap gas itu.."
Saya hanya tersenyum, sampai sekarang saya tidak tahu siapa anak muda itu, dari sekian banyak orang yang ada di tempat kejadian ada satu yang Allah kirimkan dengan sebuah alasan. Begitu banyak orang yang lalu lalang, satu orang ini bisa saja berlalu seperti yang lain tetapi dia memutuskan kembali dan menolongku, mungkin kebaikannya terlihat sederhana tapi pesan yang tersampaikan tidak seseserhana itu.
Ketulusan tak bisa sembunyi, keihlasan yang menyertai tak bisa terabai. Ini bukan tentang siapa dia? Tetapi pesan terhadap kebaikan yang menyentuh hati. Saat dunia mempertontonkan begitu banyak pesakitan, masih saja terdapat sosok-sosok inspiratif, Allah tentu mempertemukan kami dengan sebuah alasan, belajarlah darinya tentang ketulusan, belajarlah darinya tentang keikhlasan. Siapapun kamu, terima kasih banyak, Jazakallahu Khairan katsiran.
Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat...
(HR. Muslim)
Kdi, 4 Desember 2014
@tatikbahar
Rabu, 19 November 2014
Catatan HKN 2014
Besok 12 november 2014 kita memperingati hari kesehatan nasional (HKN). Peringatan ke-50 ini mengusung tema sehat bangsaku, sehat negeriku. Harapan dan impianyang tidak muluk-muluk dalam perjalanan panjang peringatan usia setengah abad peringatan HKN.
SEHAT sebuah jargon yang bagi sebagian orang menyikapinya tidak seserius menyikapi kondisi sakit. Paradigma berbeda menyikapi sehat dan dan sakit, dalam banyak hal pengorbanan besar akan dilakukan ketika sakit untuk menjadi sehat kembali, hal ini tentu berbeda dengan pengorbanan di kala sehat untuk mempertahankan kondisi sehat itu sendiri. Paradigma kita sebagian besar masih berorientasi pada aspek kuratif dan rehabilitatif jikatidak ingin dikatakan mengabaikan aspek promotif dan preventif.
Mari menilik sejenak data kesehatan nasional dalam riskesdas 2013. Data yang dilansir oleh Kementrian Kesehatan tahun lalu ini cukup memberikan potret sekilas peta kesehatan nasional betapa upaya promotif dan preventif masih harus terus diupayakan. Ada beberapa indikator yang mengindikasikan hal ini. Salah satunya adalah masalah gizi dan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).
1.Prevalensi gizi kurang pada balita memberikan trend yang fluktuatif dari 18,4 persentahun 2007, turun menjadi 17,9 persenpada tahun 2010, kemudian meningkat lagi 19,6 persenpada tahun tahun 2013.
2.Peta status gizi balita dimasa lalu (stunting/pendek) masih menjadi masalah serius dengan angka nasional mencapai 37,2 persen.
3.Status imunisasi juga masih dijumpai 32,1 persen balita diimunisasi tetapi tidak lengkap, serta 8,7 persen yang tidak pernah diimunisasi, dengan alasan takut panas, sering sakit, keluarga tidak mengizinkan, tempat imunisasi jauh, tidak tahu tempat imunisasi, serta sibuk/repot.
4.Posyandu sebagai sarana melakukan pemantauan pada tumbuh kembang balita juga menarik perhatian. Persentase balita umur 6-59 bulan yang tidak pernah ditimbang dalam enam bulan terakhir cenderung meningkat dari 25,5 persen (2007), 23,8 persen (2010) menjadi 34,3 persen (2013). Dari data ini kita berasumsi bahwa posyandu masih memiliki banyak tantangan ke depan.
5.Demikian pula dengan ASI Eksklusif,persentase pemberian ASI eksklusif dalam 24 jam terakhir dan tanpa riwayat diberikan makanan dan minuman selain ASI pada umur 6 bulan hanya mencapai 30,2 persen.
Ini hanya sedikit dari sekian banyak indikator kesehatan masyarakat dalam riskesdas 2013. Banyak indikator lain tetapi indikator sttaus gizi balita penting untuk diangkat mengingat status gizi merupakanfaktor yang berpengaruh pada kualitas SDM. Bagaimana mencetak SDM yang cerdas, kreatif, inovatif dan produktif? sangat ditentukan oleh kualitas status giazi hari ini dan balitasebagai periode penting tumbuh kembang anak jika tidak tertangani dengan baik akan mengurangi kualitas SDM kelak.
Data riskesdas 2013 menunjukkan KIA masih harus menjadi fokus utama pembangunan kesehatan. Usaha penyehatan bangsa di negeri ini masih menempuh jalan panjang, aspek promotif dan preventif harus menjadi garda terdepan, promosi kesehatan masih harus terus digalakkan, pemberdayaan masyarakat, bina suasana dan advokasi tak boleh berhenti.Ini tugas berat, tentu saja! Karena itulah kita ada, itulah sebuah kalimat yang selalu ada pada hampir setiap postingan di sebuah milis PERSAKMI. Kalimat sederhana tetapi *inspiring_SKM !! Be a miracle: Sehat Bangsaku, Sehat Negeriku!!
Pustaka: Data Riskesdas 2013
*Latepost
SEHAT sebuah jargon yang bagi sebagian orang menyikapinya tidak seserius menyikapi kondisi sakit. Paradigma berbeda menyikapi sehat dan dan sakit, dalam banyak hal pengorbanan besar akan dilakukan ketika sakit untuk menjadi sehat kembali, hal ini tentu berbeda dengan pengorbanan di kala sehat untuk mempertahankan kondisi sehat itu sendiri. Paradigma kita sebagian besar masih berorientasi pada aspek kuratif dan rehabilitatif jikatidak ingin dikatakan mengabaikan aspek promotif dan preventif.
Mari menilik sejenak data kesehatan nasional dalam riskesdas 2013. Data yang dilansir oleh Kementrian Kesehatan tahun lalu ini cukup memberikan potret sekilas peta kesehatan nasional betapa upaya promotif dan preventif masih harus terus diupayakan. Ada beberapa indikator yang mengindikasikan hal ini. Salah satunya adalah masalah gizi dan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).
1.Prevalensi gizi kurang pada balita memberikan trend yang fluktuatif dari 18,4 persentahun 2007, turun menjadi 17,9 persenpada tahun 2010, kemudian meningkat lagi 19,6 persenpada tahun tahun 2013.
2.Peta status gizi balita dimasa lalu (stunting/pendek) masih menjadi masalah serius dengan angka nasional mencapai 37,2 persen.
3.Status imunisasi juga masih dijumpai 32,1 persen balita diimunisasi tetapi tidak lengkap, serta 8,7 persen yang tidak pernah diimunisasi, dengan alasan takut panas, sering sakit, keluarga tidak mengizinkan, tempat imunisasi jauh, tidak tahu tempat imunisasi, serta sibuk/repot.
4.Posyandu sebagai sarana melakukan pemantauan pada tumbuh kembang balita juga menarik perhatian. Persentase balita umur 6-59 bulan yang tidak pernah ditimbang dalam enam bulan terakhir cenderung meningkat dari 25,5 persen (2007), 23,8 persen (2010) menjadi 34,3 persen (2013). Dari data ini kita berasumsi bahwa posyandu masih memiliki banyak tantangan ke depan.
5.Demikian pula dengan ASI Eksklusif,persentase pemberian ASI eksklusif dalam 24 jam terakhir dan tanpa riwayat diberikan makanan dan minuman selain ASI pada umur 6 bulan hanya mencapai 30,2 persen.
Ini hanya sedikit dari sekian banyak indikator kesehatan masyarakat dalam riskesdas 2013. Banyak indikator lain tetapi indikator sttaus gizi balita penting untuk diangkat mengingat status gizi merupakanfaktor yang berpengaruh pada kualitas SDM. Bagaimana mencetak SDM yang cerdas, kreatif, inovatif dan produktif? sangat ditentukan oleh kualitas status giazi hari ini dan balitasebagai periode penting tumbuh kembang anak jika tidak tertangani dengan baik akan mengurangi kualitas SDM kelak.
Data riskesdas 2013 menunjukkan KIA masih harus menjadi fokus utama pembangunan kesehatan. Usaha penyehatan bangsa di negeri ini masih menempuh jalan panjang, aspek promotif dan preventif harus menjadi garda terdepan, promosi kesehatan masih harus terus digalakkan, pemberdayaan masyarakat, bina suasana dan advokasi tak boleh berhenti.Ini tugas berat, tentu saja! Karena itulah kita ada, itulah sebuah kalimat yang selalu ada pada hampir setiap postingan di sebuah milis PERSAKMI. Kalimat sederhana tetapi *inspiring_SKM !! Be a miracle: Sehat Bangsaku, Sehat Negeriku!!
Pustaka: Data Riskesdas 2013
*Latepost
Sabtu, 18 Oktober 2014
Jadikan Tulisan Sebagai Kado Terindah
#Prolog
“Tidak ditemukan jalan lain bagi dua orang yang saling mencintai selain menikah” (HR. Ibnu Majah)
Sayangku…
Lihatlah hari tersenyum ramah menyapa..
Malam melantunkan lagu bahagia..
Senyum manismu begitu mempesona..
Tak sanggup diri sembunyi rona bahagia..
Sayangku…
Cantikmu dalam pesona keanggunan..
Merayu rindu dalam khusyu’ pengharapan..
Memadu jiwa dalam bingkai keberkahan..
Mitzaqan ghalizah dalam ikrar pernikahan..
Sayangku…
Penantian ini berujung bahagia..
Allah telah memberi karunia cinta..
Memikul amanah penguasa rasa..
Pelengkap agama menuntun ke surga..
Semoga terjaga sepanjang masa…
Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khair .. aamiin :)
#Smile
Sahabatku menikah hari ini, dan kado terbaik adalah tulisan, mengabadikan momen bahagia dalam keajaiban kata. Ahh bahagianya melihatnya bahagia ^_^
Kendari, 18102014
@tatikbahar
“Tidak ditemukan jalan lain bagi dua orang yang saling mencintai selain menikah” (HR. Ibnu Majah)
Sayangku…
Lihatlah hari tersenyum ramah menyapa..
Malam melantunkan lagu bahagia..
Senyum manismu begitu mempesona..
Tak sanggup diri sembunyi rona bahagia..
Sayangku…
Cantikmu dalam pesona keanggunan..
Merayu rindu dalam khusyu’ pengharapan..
Memadu jiwa dalam bingkai keberkahan..
Mitzaqan ghalizah dalam ikrar pernikahan..
Sayangku…
Penantian ini berujung bahagia..
Allah telah memberi karunia cinta..
Memikul amanah penguasa rasa..
Pelengkap agama menuntun ke surga..
Semoga terjaga sepanjang masa…
Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khair .. aamiin :)
#Smile
Sahabatku menikah hari ini, dan kado terbaik adalah tulisan, mengabadikan momen bahagia dalam keajaiban kata. Ahh bahagianya melihatnya bahagia ^_^
Kendari, 18102014
@tatikbahar
Senin, 29 September 2014
Hari Bersama di Kampung Bajo
Cuaca sedang panas-panasnya tapi tak urung menghalangi kami
melangkahkan kaki ke tempat ini. Di kejauhan nampak jejeran rumah
panggung berdiri di atas air lautan. Jalan setapak yang harus kami
lewati dipenuhi anak-anak kecil yang nampak gembira bermain di tepian
jalanan. Rambut mereka menguning terbakar panas mentari, tapi mereka tak
peduli dan asyik bermain. Panas adalah sahabat sepermainan mereka,
biarlah kulit hitam legam akibat paparan mentari, kegembiraan dan
sumringah terpancar jelas dari raut wajah-wajah cilik ini.
Di sudut lain beberapa anak nampak terjun berenang di air laut, gelak tawa riang mereka mengiringi langkah kaki kami menelusuri jalan setapak penghubung di antara rumah. Suara percikan air menyuguhkan lagu merdu tersendiri. Kampung bajo, begitu kami menamainya. Rumah- rumah di bangun dengan model sama berjejer dan bersusun rapi. Suasana kehidupan nelayan sangat terasa. Di beberapa bagian depan rumah penduduk nampak alat penangkap ikan, suara perahu nelayan hidir mudik di hadapan kami, pengemudi sampan-sampan kecil itu wanita. Mengisi perahu dengan berjergen-jergen air bersih. Di kebanyakan perkampungan pesisir air bersih selalu menjadi masalah utama, sama seperti disini mereka harus keluar kampung untuk mendapatkan air bersih yang dipergunakan keperluan rumah tangga.
Semakin jauh kaki menelusuri jalan setapak, seulas senyuman ramah menyambut kedatangan kami, sambil menggenggam tanganku dia berkata:
Senyum hangatnya mengembang saat mengucapkan kalimat terakhir. Laut, ombak, dan suara keras membuatku ikut tersenyum.
Coba Lihat, untuk menemui tetangga sebelah tak perlu berkunjung door to door, cukuplah membuka jendela dan menyampaikan keperluan dan tetangga sebelah membalas dengan melakukan hal yang sama. Laut menjadi penghubung antar rumah. Jembatan dan jalan setapak hanya nampak di depan rumah. Menengok jendela dan pintu belakang langsung menghubungkan kami ke laut. Saat menyantap makan siang semilir angin laut menyapa ditemani cengkrama ikan-ikan kecil di kolong rumah. Melalui jendela mata pun beradu dengan perahu-perahu milik penduduk.
Laut, angin, ikan, dan perahu kembali membuatku tersenyum.
Masyarakat Bajo hidup disini sudah puluhan tahun, namanya Kampung Bajo tapi penghuninya kini tak semua orang bajo. Mereka hidup berdampingan dengan beberapa suku lain dan telah terjadi akulturasi budaya. Namun ada yang tetap sama, kehidupan laut yang tak terpisahkan dari mereka. Suku Bajo dan laut satu kesatuan, mereka hidup dan mencari kehidupan di laut.
Terima kasih harber (baca: hari bersama) telah membawaku ke sudut lain kehidupan laut bersama Suku Bajo. Ukhuwah selalu kan membawamu ke dimensi-dimensi lain yang menakjubkan, sama seperti harber kali ini.
Seperti Bajo, Lautan adalah kehidupanku!! Seperti kalian ukhuwah adalah kehidupanku :)
*Ahh harber.. aku menantikan keindahan lain-mu selanjutnya
#catatan harber nangkring di highlight (HL) kompasiana
#catatan harber nangkring selamanya dihatiku :D
@tatikbahar
^^Latepost
Di sudut lain beberapa anak nampak terjun berenang di air laut, gelak tawa riang mereka mengiringi langkah kaki kami menelusuri jalan setapak penghubung di antara rumah. Suara percikan air menyuguhkan lagu merdu tersendiri. Kampung bajo, begitu kami menamainya. Rumah- rumah di bangun dengan model sama berjejer dan bersusun rapi. Suasana kehidupan nelayan sangat terasa. Di beberapa bagian depan rumah penduduk nampak alat penangkap ikan, suara perahu nelayan hidir mudik di hadapan kami, pengemudi sampan-sampan kecil itu wanita. Mengisi perahu dengan berjergen-jergen air bersih. Di kebanyakan perkampungan pesisir air bersih selalu menjadi masalah utama, sama seperti disini mereka harus keluar kampung untuk mendapatkan air bersih yang dipergunakan keperluan rumah tangga.
Semakin jauh kaki menelusuri jalan setapak, seulas senyuman ramah menyambut kedatangan kami, sambil menggenggam tanganku dia berkata:
"Janganki heran di’...disini itu orang-orang bicaranya keras semua, biasalah saingan sama ombak suaranya.. “
Senyum hangatnya mengembang saat mengucapkan kalimat terakhir. Laut, ombak, dan suara keras membuatku ikut tersenyum.
Coba Lihat, untuk menemui tetangga sebelah tak perlu berkunjung door to door, cukuplah membuka jendela dan menyampaikan keperluan dan tetangga sebelah membalas dengan melakukan hal yang sama. Laut menjadi penghubung antar rumah. Jembatan dan jalan setapak hanya nampak di depan rumah. Menengok jendela dan pintu belakang langsung menghubungkan kami ke laut. Saat menyantap makan siang semilir angin laut menyapa ditemani cengkrama ikan-ikan kecil di kolong rumah. Melalui jendela mata pun beradu dengan perahu-perahu milik penduduk.
Laut, angin, ikan, dan perahu kembali membuatku tersenyum.
Apa yang kau pikirkan saat melihat laut?
Apa yang ku pikirkan saat melihat laut?
Apa yang kita pikirkan saat mendengar kata bajo ? Laut !
Masyarakat Bajo hidup disini sudah puluhan tahun, namanya Kampung Bajo tapi penghuninya kini tak semua orang bajo. Mereka hidup berdampingan dengan beberapa suku lain dan telah terjadi akulturasi budaya. Namun ada yang tetap sama, kehidupan laut yang tak terpisahkan dari mereka. Suku Bajo dan laut satu kesatuan, mereka hidup dan mencari kehidupan di laut.
Di lao’ denakang-Ku, “Lautan adalah saudaraku”.
Terima kasih harber (baca: hari bersama) telah membawaku ke sudut lain kehidupan laut bersama Suku Bajo. Ukhuwah selalu kan membawamu ke dimensi-dimensi lain yang menakjubkan, sama seperti harber kali ini.
Seperti Bajo, Lautan adalah kehidupanku!! Seperti kalian ukhuwah adalah kehidupanku :)
*Ahh harber.. aku menantikan keindahan lain-mu selanjutnya
#catatan harber nangkring di highlight (HL) kompasiana
#catatan harber nangkring selamanya dihatiku :D
@tatikbahar
^^Latepost
Sabtu, 31 Mei 2014
Curhat di Hari Tanpa Tembakau Sedunia HTTS 2014
#HTTS
#HariTanpaTembakauSedunia
Sebagai pengguna layanan publik khususnya angkutan kota ini, hal yang paling menyebalkan saat naik angkot selain aksi ngebut-ngebutan sopir adalah’ rokok’.,
Huppfff.. jika saja ada survei tujuh dari sepuluh sopir angkot yang hilir-mudik pengemudinya pasti merokok, haripun makin sempurnah jika diangkot penumpangnya lainnya juga ikut merokok.
Pemandangan seperti ini adalah lazim adanya, ada saatnya mimik dan gesture tubuh cukup menggugah kesadaran penumpang lain untuk mematikan rokoknya, tetapi ada saat bahasa tubuh tak mampu mengantarkan pesan tersirat, teguran, atau mungkin pilihan terakhir mengganti angkot adalah jalan keluar.
Yah.. terlihat jelas kesadaran akan bahaya tembakau bagi kesehatan masih sangat rendah. Kalimat ini “Merokok mati, tidak merokok mati, merokok sampai mati” biasa terdengar. Pergantian slogan di iklan rokok “Merokok membunuhmu” diplesetkan lagi, “merokok kan membunuhmu bukan membunuhku..”, ckckck., tetep aja ada soal ada jawab!
Well, tengoklah sudah puluhan tahun negeri ini ada gerakan menggugah kesadaran bahaya rokok, tetapi data Kemenkes tahun 2013 lalu menunjukkan bahwa perokok remaja di indonesia malah naik 12 kali lipat dalam 12 tahun ini, linknya ada di sini http://health.detik.com/read/2013/05/30/150628/2260457/763/kemenkes-perokok-remaja-di-indonesia-naik-12-kali-lipat-dalam-12-tahun.
Data WHO SEARO (South-East Asia Region) dalam rilisnya mengungkap, 3 dari 4 anak usia 13-15 tahun terpapar oleh pesan rokok, mampir ke sini http://health.detik.com/read/2013/05/28/132831/2257932/763/who-3-dari-4-anak-terpengaruh-iklan-rokok?l771108bcj.
Data riset kesehatan dasar tahun (Riskesda) tahun 2013 juga menunjukkan bahwa perilaku merokok penduduk 15 tahun keatas cenderung meningkat dari 34,2 persen menjadi 36,3 persen, saya kutip dari sini http://depkes.go.id/downloads/riskesdas2013/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf
Data-data ini tentu layak menjadi bahan perhatian, remaja sebagai kalangan rentan mencari eksistensi dengan merokok maka risiko mengidap penyakit mematikan berbanding lurus dengan usia dini merokok.
Hari ini 31 mei 2014, kembali diperingati sebagai hari tanpa tembakau sedunia (HTTS), gerakan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya tembakau bagi kesehatan, acara tahunan berisi himbauan untuk para perokok agar berhenti merokok selama 24 jam serentak di seluruh dunia. Menggugah dan menarik perhatian publik akan dampak merokok bagi kesehatan.
Peringatan HTTS tahun 2013 lalu menjadi isu public dengan tema “Hentikan Iklan, Promosi, dan Sponsor Rokok” Tahun ini tema yang diangkat pengusung HTTS di situs resmi WHO “Raise taxes on tobacco” linknya ada disini http://www.who.int/campaigns/no-tobacco-day/2014/event/en/ . “Naikkan Cukai Rokok, Lindungi Generasi Bangsa”.
Jika rokok adalah tataran mind set ideologi, garis tegas yang harus ditebalkan?! Pro kesehatan atau pro rokok? Jika masih abu-abu rokok dan uraian masalahnya sepertinya masih jadi PR panjang.[]
*saya ingin hidup sehat tapi saya tak bisa hidup sehat, bukan karena saya tak mau tapi karena saya tak mampu. Sehat dan bebas asap rokok mungkin barang mahal andai usaha masih dalam tataran individu, karena itu gerakan pemberdayaan akan bahaya merokok tak boleh berhenti, dukungan sosial juga tak kalah penting, tetapi andai di Kota ini regulasi pro kesehatan terwujud “Kawasan Tanpa Rokok (KTR)”, tak akan ada lagi pagi-pagi menyebalkan seperti prolog tulisan ini:(
**
Kdi,01;20 WITA - 31052014, Curhat pengguna angkot di Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2014
^^niteall
#HariTanpaTembakauSedunia
Sebagai pengguna layanan publik khususnya angkutan kota ini, hal yang paling menyebalkan saat naik angkot selain aksi ngebut-ngebutan sopir adalah’ rokok’.,
Huppfff.. jika saja ada survei tujuh dari sepuluh sopir angkot yang hilir-mudik pengemudinya pasti merokok, haripun makin sempurnah jika diangkot penumpangnya lainnya juga ikut merokok.
Pemandangan seperti ini adalah lazim adanya, ada saatnya mimik dan gesture tubuh cukup menggugah kesadaran penumpang lain untuk mematikan rokoknya, tetapi ada saat bahasa tubuh tak mampu mengantarkan pesan tersirat, teguran, atau mungkin pilihan terakhir mengganti angkot adalah jalan keluar.
Yah.. terlihat jelas kesadaran akan bahaya tembakau bagi kesehatan masih sangat rendah. Kalimat ini “Merokok mati, tidak merokok mati, merokok sampai mati” biasa terdengar. Pergantian slogan di iklan rokok “Merokok membunuhmu” diplesetkan lagi, “merokok kan membunuhmu bukan membunuhku..”, ckckck., tetep aja ada soal ada jawab!
Well, tengoklah sudah puluhan tahun negeri ini ada gerakan menggugah kesadaran bahaya rokok, tetapi data Kemenkes tahun 2013 lalu menunjukkan bahwa perokok remaja di indonesia malah naik 12 kali lipat dalam 12 tahun ini, linknya ada di sini http://health.detik.com/read/2013/05/30/150628/2260457/763/kemenkes-perokok-remaja-di-indonesia-naik-12-kali-lipat-dalam-12-tahun.
Data WHO SEARO (South-East Asia Region) dalam rilisnya mengungkap, 3 dari 4 anak usia 13-15 tahun terpapar oleh pesan rokok, mampir ke sini http://health.detik.com/read/2013/05/28/132831/2257932/763/who-3-dari-4-anak-terpengaruh-iklan-rokok?l771108bcj.
Data riset kesehatan dasar tahun (Riskesda) tahun 2013 juga menunjukkan bahwa perilaku merokok penduduk 15 tahun keatas cenderung meningkat dari 34,2 persen menjadi 36,3 persen, saya kutip dari sini http://depkes.go.id/downloads/riskesdas2013/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf
Data-data ini tentu layak menjadi bahan perhatian, remaja sebagai kalangan rentan mencari eksistensi dengan merokok maka risiko mengidap penyakit mematikan berbanding lurus dengan usia dini merokok.
Hari ini 31 mei 2014, kembali diperingati sebagai hari tanpa tembakau sedunia (HTTS), gerakan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya tembakau bagi kesehatan, acara tahunan berisi himbauan untuk para perokok agar berhenti merokok selama 24 jam serentak di seluruh dunia. Menggugah dan menarik perhatian publik akan dampak merokok bagi kesehatan.
Peringatan HTTS tahun 2013 lalu menjadi isu public dengan tema “Hentikan Iklan, Promosi, dan Sponsor Rokok” Tahun ini tema yang diangkat pengusung HTTS di situs resmi WHO “Raise taxes on tobacco” linknya ada disini http://www.who.int/campaigns/no-tobacco-day/2014/event/en/ . “Naikkan Cukai Rokok, Lindungi Generasi Bangsa”.
Jika rokok adalah tataran mind set ideologi, garis tegas yang harus ditebalkan?! Pro kesehatan atau pro rokok? Jika masih abu-abu rokok dan uraian masalahnya sepertinya masih jadi PR panjang.[]
*saya ingin hidup sehat tapi saya tak bisa hidup sehat, bukan karena saya tak mau tapi karena saya tak mampu. Sehat dan bebas asap rokok mungkin barang mahal andai usaha masih dalam tataran individu, karena itu gerakan pemberdayaan akan bahaya merokok tak boleh berhenti, dukungan sosial juga tak kalah penting, tetapi andai di Kota ini regulasi pro kesehatan terwujud “Kawasan Tanpa Rokok (KTR)”, tak akan ada lagi pagi-pagi menyebalkan seperti prolog tulisan ini:(
**
Kdi,01;20 WITA - 31052014, Curhat pengguna angkot di Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2014
^^niteall
Selasa, 27 Mei 2014
Pautan Hati
#PautanHati
sore ini tanpa direncanakan situasi membawaku ke rumah saudariku ini, sebuah accident kecil terjadi yang membuatku tak bisa pulang ke rumah. Alhamdulillah setelah menunaikan sholat ashar, kami mengobrol santai ditemani minuman dan santapan kue kecil di temani kumpulan buku-buku yang tersusun rapi dikamarnya. Selain aneka pernak-pernik dan kumpulan bantal boneka, ada tumpukan novel bersusun rapi disana, wah penggemar novel juga dia, jadi deh kami mengisi ngobrol sore ini tentang buku-buku bacaan bertema ringan.
Dia mengeluarkan tumpukan buku 'tereliye' pengarang novel yang selalu menyisipkan pesan-pesan kebaikan itu; kau aku dan sepucuk angpau merah, berjuta rasanya, bidadari surga, sepotong hati yang baru.
"Ka mau baca ini?" sambil memegang beberapa buku tereliye itu.
"Pertama kali saya membaca buku tereliye,.. ini (saya menunjuk buku bersampul merah "kau aku dan sepucuk angpau merah) dan terakhir kali membaca buku tereliye itu judulnya 'daun'...
Para penggemar tereliye pasti tau kelanjutan judul buku kedua yang saya sebutkan, saya tidak menyukai endingnya hingga malas menyebut judul bukunya lengkap-lengkap..hehehee. Buku-buku karangan Dee juga berjejer di meja belajarnya, rangkaian kisah supernova dan rectoverso terpajang di sana, saya hanya menebak judul-judul buku itu dari sampulnya. Buku-buku Paulo Coelho, hingga ke buku inspiratif islami Salim A Fillah, Chicken Soup for the Couple, dan beberapa buku cerita inspiratif terjemahan (saya ga hafal satu-satu saking banyaknya).
"Ka saya lagi baca buku ini, hipertensi" Dia melanjutkan (sambil menyodorkan padaku buku fotocopian bersampul biru), dia melanjutkan..
"Ka saya jadi tau banyak tentang hipertensi karena buku ini" saya melirik sekilas ke buku kopian berbahasa inggris itu, dia berkata lagi "Buku ini pinjaman Ka, karena saya menyukainya jadi difotocopi soalnya yang empunya hanya memberi pinjaman sehari" Sambil tersenyum dia bercerita.
Saya bertanya padanya "Wah wah, beli semua yah buku-buku ini de?"
Dia menjawab "tidak ka, banyak juga yang diberi sebagai hadiah".
Nah jawaban inilah yang menarik pada kunjungan saya sore ini, di beberapa sampul bukunya memang tertulis pesan penanda bahwa buku-buku itu hadiah dari seseorang. Selain buku-buku itu, saya juga melihat beberapa barang lain yang dia kisahkan sebagai bingkisan, sambil menunjuk benda-benda kado lainnya beserta momen saat dia diberikan. Ada boneka bergambar dirinya, dua atau tiga boneka bantal, cangkir beraneka ragam dan rupa, tas, aneka ria pajangan kamar, jika tidak salah juga dia pernah menyebutkan baju dan sepatu kiriman yang berasal dari teman-temannya, wah saya jadi nyeplos "cowok semua yah yang memberi hadiah-hadiah ini de?" dia spontan menjawab sambil tertawa "yeahhh, tidak dong ka ini hadiah dari teman cewek juga ka". Hhehe saya hanya tersenyum.
Biasanya memberi hadiah ke orang lain itu karena beberapa sebab, karena moment yang istimewa atau karena person-nya yang istimewa, menerima banyak kado/hadiah atau bingkisan (bukan suap, sogok, dan sejenisnya; maaf perjelas red:)) boleh jadi karena pribadi/personnya istimewa, kedekatan dan keakraban akan hadir dengan saling memberi hadiah, tuntunan 'dien' ini mengajarkan, "saling memberi hadiahlah kalian niscaya kalian akan saling mencintai" jika hati tergerak memberi hadiah, semoga kasih sayang subur diantara keduanya. Mungkin demikian teorinya, hiks kembali mikir "gimana aku dan sahabat-sahabatku? apa kasih sayang di hati kami telah terpaut? Mungkinkah "hadiah" jawabannya :)
sore ini tanpa direncanakan situasi membawaku ke rumah saudariku ini, sebuah accident kecil terjadi yang membuatku tak bisa pulang ke rumah. Alhamdulillah setelah menunaikan sholat ashar, kami mengobrol santai ditemani minuman dan santapan kue kecil di temani kumpulan buku-buku yang tersusun rapi dikamarnya. Selain aneka pernak-pernik dan kumpulan bantal boneka, ada tumpukan novel bersusun rapi disana, wah penggemar novel juga dia, jadi deh kami mengisi ngobrol sore ini tentang buku-buku bacaan bertema ringan.
Dia mengeluarkan tumpukan buku 'tereliye' pengarang novel yang selalu menyisipkan pesan-pesan kebaikan itu; kau aku dan sepucuk angpau merah, berjuta rasanya, bidadari surga, sepotong hati yang baru.
"Ka mau baca ini?" sambil memegang beberapa buku tereliye itu.
"Pertama kali saya membaca buku tereliye,.. ini (saya menunjuk buku bersampul merah "kau aku dan sepucuk angpau merah) dan terakhir kali membaca buku tereliye itu judulnya 'daun'...
Para penggemar tereliye pasti tau kelanjutan judul buku kedua yang saya sebutkan, saya tidak menyukai endingnya hingga malas menyebut judul bukunya lengkap-lengkap..hehehee. Buku-buku karangan Dee juga berjejer di meja belajarnya, rangkaian kisah supernova dan rectoverso terpajang di sana, saya hanya menebak judul-judul buku itu dari sampulnya. Buku-buku Paulo Coelho, hingga ke buku inspiratif islami Salim A Fillah, Chicken Soup for the Couple, dan beberapa buku cerita inspiratif terjemahan (saya ga hafal satu-satu saking banyaknya).
"Ka saya lagi baca buku ini, hipertensi" Dia melanjutkan (sambil menyodorkan padaku buku fotocopian bersampul biru), dia melanjutkan..
"Ka saya jadi tau banyak tentang hipertensi karena buku ini" saya melirik sekilas ke buku kopian berbahasa inggris itu, dia berkata lagi "Buku ini pinjaman Ka, karena saya menyukainya jadi difotocopi soalnya yang empunya hanya memberi pinjaman sehari" Sambil tersenyum dia bercerita.
Saya bertanya padanya "Wah wah, beli semua yah buku-buku ini de?"
Dia menjawab "tidak ka, banyak juga yang diberi sebagai hadiah".
Nah jawaban inilah yang menarik pada kunjungan saya sore ini, di beberapa sampul bukunya memang tertulis pesan penanda bahwa buku-buku itu hadiah dari seseorang. Selain buku-buku itu, saya juga melihat beberapa barang lain yang dia kisahkan sebagai bingkisan, sambil menunjuk benda-benda kado lainnya beserta momen saat dia diberikan. Ada boneka bergambar dirinya, dua atau tiga boneka bantal, cangkir beraneka ragam dan rupa, tas, aneka ria pajangan kamar, jika tidak salah juga dia pernah menyebutkan baju dan sepatu kiriman yang berasal dari teman-temannya, wah saya jadi nyeplos "cowok semua yah yang memberi hadiah-hadiah ini de?" dia spontan menjawab sambil tertawa "yeahhh, tidak dong ka ini hadiah dari teman cewek juga ka". Hhehe saya hanya tersenyum.
Biasanya memberi hadiah ke orang lain itu karena beberapa sebab, karena moment yang istimewa atau karena person-nya yang istimewa, menerima banyak kado/hadiah atau bingkisan (bukan suap, sogok, dan sejenisnya; maaf perjelas red:)) boleh jadi karena pribadi/personnya istimewa, kedekatan dan keakraban akan hadir dengan saling memberi hadiah, tuntunan 'dien' ini mengajarkan, "saling memberi hadiahlah kalian niscaya kalian akan saling mencintai" jika hati tergerak memberi hadiah, semoga kasih sayang subur diantara keduanya. Mungkin demikian teorinya, hiks kembali mikir "gimana aku dan sahabat-sahabatku? apa kasih sayang di hati kami telah terpaut? Mungkinkah "hadiah" jawabannya :)
Minggu, 18 Mei 2014
Kemuliaan Alqur'an dan Pembeli Permen
#Indonesiaberjoget
#Indonesiamengaji
Selain konvensi capres dan cawapres pilpres juli mendatang, ada berita menarik perhatianku malam ini. Beritanya memang sudah wara wiri hampir sepekan ini, masyarakat makin merespon, kekecewaan dalam balutan kesyukuran mungkin telah terganjar setelah pemenang MTQ Sulsel mendapat hadiah umroh dan dana jutaan rupiah sebagai apresiasi akan prestasi mereka. Wajarlah geleng-geleng kepala untuk pemenang MTQ tingkat Propinsi semakmur Sulsel hanya diganjar hadiah 300rb rupiah. Syukurlah luapan kekecewaan para peserta MTQ ini akhirnya terobati setelah mendapat hadiah umroh seperti dikutip dari link berikut http:// makassar.tribunnews.com/2014/ 05/17/ juara-mtq-sulsel-dapat-hadiah-u mrah-dari-komunitas-warkop-191 -pongtiku.
Lepas dari setuju atau tidaknya kita dengan ganjaran materi untuk amalan ibadah, tapi kemunculan awal berita ini menarik untuk di ikuti. Gelaran acara tingkat propinsi dengan hadiah hanya 300rb memang terkesan kurang perhatian dan dukungan. Di sisi lain, pada kompetisi berbeda dukungan dan penghargaan yang diberikan pada peserta audisi pencarian bakat bernyanyi di TV indos jauh berbeda. Melirik sekilas ke audisi penyanyi dangdut itu , sepertinya peserta dari sulsel masih bertahan hingga ke puncak acara. Yah iyalah, bertahan sampai sejauh ini sudah terbayang dong besar dana premium call untuk mendukung biduanita tadi.
Mari kita layangkan ingatan dua pekan lalu, di Jakarta ada perhelatan akbar 'membumikan Alqur'an dan melangitkan manusia' oleh komunitas pencinta Alqur'an se-nusantara. Massa yang hadir saat itu mencapai 30.000 orang memenuhi setiap sudut mesjid istiqlal. Link beritanya ada disini http://m.hidayatullah.com/ foto/ grand-launching-one-day-one-juz .html
Gemuruh tilawah alqur'an menggema sepanjang hari ahad, 4 Mei 2014
kemarin, bahkan kabarnya komunitas pembaca Alqur'an 'onedayonejuz'
semakin meluas mencapai ratusan ribu orang, Waiting List (WL) peserta
juga masih terus bertambah di bank-bank WL Odojer. 'membumikan alqur'an'
dengan tilawah 'onedayonejuz' konon telah mampu menembus rekor dunia
sebagai komunitas pembaca Al'quran terbanyak diseluruh dunia.
Bukankah ini pertanda baik bahwa makin banyak umat islam yang menjadikan 'onedayonejuz' sebagai gaya hidup? dekat dengan Allah dekat dengan Alqur'an sebisanya dimulai dengan membiasakan diri membaca Alqur'an, perlahan memahaminya dengan membaca juga mentadaburinya, semoga harapan agar cahayanya dapat mewarnai hari sebagai pelita kehidupan dapat terwujud.
Pekan ini kembali berita tentang pembaca Alqur'an mencuat ke media, sungguh kontras dengan berita pekan lalu, pemenang lomba baca Alqur'an MTQ di sulsel protes akan hadiah Rp 300rb yang dianggap hanya cukup untuk membeli permen. Ini link beritanya https://m.facebook.com/ tribunnews/posts/ 10152238697514962 juga ada di link ini http:// makassar.tribunnews.com/2014/ 05/14/ qari-protes-hadiah-juara-mtq-su lsel-rp-200-ribu. Sebenarnya ini bukan tentang besarnya hadiah tapi penghargaan pada kemampuan dan prestasi
Bener deh slogan #indonesiaberjoget versus #indonesiamengaji
Yuk maree..
#indonesiamengaji : ketik nama spasi no wa/bbm kirim ke www.onedayonejuz.org
#indonesiaberjoget : ketik nama spasi kirim ke *tau ahh gelap ×_×
02:05 WITA, @tatikbahar
Sempurnah bentuk bulan malam ini
#Indonesiamengaji
Selain konvensi capres dan cawapres pilpres juli mendatang, ada berita menarik perhatianku malam ini. Beritanya memang sudah wara wiri hampir sepekan ini, masyarakat makin merespon, kekecewaan dalam balutan kesyukuran mungkin telah terganjar setelah pemenang MTQ Sulsel mendapat hadiah umroh dan dana jutaan rupiah sebagai apresiasi akan prestasi mereka. Wajarlah geleng-geleng kepala untuk pemenang MTQ tingkat Propinsi semakmur Sulsel hanya diganjar hadiah 300rb rupiah. Syukurlah luapan kekecewaan para peserta MTQ ini akhirnya terobati setelah mendapat hadiah umroh seperti dikutip dari link berikut http://
Lepas dari setuju atau tidaknya kita dengan ganjaran materi untuk amalan ibadah, tapi kemunculan awal berita ini menarik untuk di ikuti. Gelaran acara tingkat propinsi dengan hadiah hanya 300rb memang terkesan kurang perhatian dan dukungan. Di sisi lain, pada kompetisi berbeda dukungan dan penghargaan yang diberikan pada peserta audisi pencarian bakat bernyanyi di TV indos jauh berbeda. Melirik sekilas ke audisi penyanyi dangdut itu , sepertinya peserta dari sulsel masih bertahan hingga ke puncak acara. Yah iyalah, bertahan sampai sejauh ini sudah terbayang dong besar dana premium call untuk mendukung biduanita tadi.
Mari kita layangkan ingatan dua pekan lalu, di Jakarta ada perhelatan akbar 'membumikan Alqur'an dan melangitkan manusia' oleh komunitas pencinta Alqur'an se-nusantara. Massa yang hadir saat itu mencapai 30.000 orang memenuhi setiap sudut mesjid istiqlal. Link beritanya ada disini http://m.hidayatullah.com/
Bukankah ini pertanda baik bahwa makin banyak umat islam yang menjadikan 'onedayonejuz' sebagai gaya hidup? dekat dengan Allah dekat dengan Alqur'an sebisanya dimulai dengan membiasakan diri membaca Alqur'an, perlahan memahaminya dengan membaca juga mentadaburinya, semoga harapan agar cahayanya dapat mewarnai hari sebagai pelita kehidupan dapat terwujud.
Pekan ini kembali berita tentang pembaca Alqur'an mencuat ke media, sungguh kontras dengan berita pekan lalu, pemenang lomba baca Alqur'an MTQ di sulsel protes akan hadiah Rp 300rb yang dianggap hanya cukup untuk membeli permen. Ini link beritanya https://m.facebook.com/
Bener deh slogan #indonesiaberjoget versus #indonesiamengaji
Yuk maree..
#indonesiamengaji : ketik nama spasi no wa/bbm kirim ke www.onedayonejuz.org
#indonesiaberjoget : ketik nama spasi kirim ke *tau ahh gelap ×_×
02:05 WITA, @tatikbahar
Sempurnah bentuk bulan malam ini
Selasa, 14 Januari 2014
KOJAK, Komunitas Anak Jalanan Kendari
Pemandangan seperti ini sudah beberapa kali saya temui saat berkunjung ke pelataran Mesjid Agung Alkautsar Kendari, anak-anak jalanan berkumpul memegang buku dan pena, mereka belajar membaca dan menulis ditemani kakak-kakak pendampingi mereka. Saat berkumpul begini mereka terlihat serius memandangi bukunya, menulis, berdiskusi sambil sekali-kali bercanda dan tertawa bersama.
Ahad sore kemarin saya menyempatkan waktu sebentar berbincang-bincang dengan mereka, kegiatan apa sih ini? Kelihatannya seru juga. Keinginan tau lebih banyak membuatku menemui koordinator pendamping mereka, di bawah naungan KOJAK (Komunitas Anak Jalanan) sebuah lembaga yang bertujuan mengentaskan buta aksara pada anak-anak jalanan, kegiatan ini sudah berjalan sejak tahun 2008. Sempat fakum satu tahun selama 2009 karena tak punya motor penggerak, aktif kembali di tahun 2010 hingga sekarang.
Kegiatan mereka bertujuan menuntaskan buta aksara pada anak-anak jalanan di Kendari. Tengoklah anak jalanan diseputaran lampu merah mesjid Agung, mereka berada dijalanan sepanjang hari saat anak-anak lain seusia mereka belajar di sekolah. Jadwal belajar bersama KOJAK hanya sekali satu pekan, setiap ahad siang-sore. KOJAK memfasilitasi relawan (kebanyakan pelajar dan mahasiswa) yang ingin meluangkan waktu mengajari anak-anak jalanan membaca dan menulis. Dana kegiatan mereka peroleh dari membuat bazar, donatur, juga baksos yang mereka adakan per periodik untuk menyediakan berbagai fasilitas belajar.
Jujur saya baru tau kemarin jika ada komunitas seperti ini (emang kemana aja neng? Kasian banget., hehe), tapi sutralah., 'better late than never' isn't it?!. Sebenarnya melihat kondisi anak jalanan mereka bukan hanya rentan masalah pendidikan, tetapi masalah kesehatan juga. Aktifitas mereka dijalanan membuat rentan terhadap berbagai penyakit. Salut deh dengan KOJAK yang tergerak menyentuh pendidikan anak jalanan, bagaimana dengan kesehatan mereka, higiene perorangan misalnya? Sepertinya bisa jadi salah satu PR untuk Public Health UHO
Oh iya, diakhir perbincangan bersama koordinator pendamping kemarin beliau sempat menyampaikan jika saat ini anak-anak jalanan dalam binaan KOJAK baru bisa memberikan pendampingan baca tulis latin, untuk baca tulis alqur’ran mereka belum memiliki tenaga sukarelawan.Nah lho, peluang amal jariyah makin banyak nih., ada yang berminat? PM (Ping Me) hehee., ( bacanya ala-ala online shop:)
@tatikbahar
No Cyberbullying!
Cyberbullying didefinisikan sebagai penggunaan internet dan
teknologi yang terkait untuk menyakiti orang lain, dengan cara sengaja diulang,
dan berniat menyebar kebencian dan permusuhan, status dan ungkapan makian yang
dilontarkan melalui status di FB, BBM, twitter atau media sosial lain.
Lepas dari benar atau salah, tindakan (pelaku)
mengumbar kebencian lewat jejaring sosial bukanlah tindakan yang terpuji,
mungkin menurut pelaku sah-sah saja mengumbar amarah dan makian di jejaring
sosial toh dia tak menyebutkan untuk siapa status-status itu ditujukan, hanya
saja bukankah lebih kejam mem-bulli di jejaring sosial karena semua orang akan
bisa mengaksesnya, yang awalnya tak tahu dan tak ingin tahu menjadi tahu
apalagi jika sudah dibumbuhi oleh komen-komen panas maka tentu akan semakin
menyakiti. Siapapun dia sungguh tak ada yang ingin menjadi korban
cyberbullying. Sabar dan tak usah membalas aksi bullying ini karena justru akan
memperkeruh suasana jika saling balas-membalas di jejaring sosial.
Mari berfikirlah sebelum bertindak, di dunia
nyata atau dunia maya sama saja,. Cara kita berkomunikasi adalah cerminan diri
kita, tingkah laku dan tutur kita adalah cerminan hati kita, jika pepatah dulu “mulutmu
adalah harimaumu” saat ini “jarimu adalah harimaumu”.
Segala aksi cyberbullying adalah bentuk tabungan
energy negatif yang bisa cair kapan saja,. Sudah banyak bukti untuk hal ini,
siapa yang menanam dia yang menuai. Tak ingin menambah deretan tabungan
negatif?! Mari bijak dalam berinternet.
Stop Cyberbullying !!
Stop Cyberbullying !!
*Prihatin dengan maraknya aksi cyberbullying di
jejaring sosial
Minggu, 01 Desember 2013
Pekan Kondomisasi, Ethical Behaviour.
Memang benar prevalensi HIV AIDS makin memprihatinkan,
bahkan akhir tahun lalu Kemenkes melansir indonesia menjadi negara
dengan penyebaran HIV AIDS tertinggi di Asean, tentu kita semua harus
prihatin.
Memang benar, persentase penularan HIV AIDS paling besar melalui perilaku seks bebas. Konferensi pers yang digelar Kemenkes dalam rangka memperingati hari AIDS tahun ini terungkap bahwa proporsi ’seks bebas’ menyumbang kurang lebih 60% dalam penularan penyakit ini dibandingkan faktor risiko lain, tentu kita semua harus peduli.
Memang benar, pekerja seks komersil, GLBT, adalah kelompok yang berisiko tinggi terjadap penyakit HIV AIDS, tentu mereka harus diberi perhatian khusus.
Memang benar upaya promotif dan preventif harus terus digencarkan dalam upaya menekan perilaku yang berisiko yang menjembatani penularan HIV AIDS, tentu kita semua tak berbeda pendapat.
Hanya saja, jika ‘Pekan Kondom Nasional’ dijadikan strategi nasional untuk mengurangi penularan HIV AIDS, polemik dan kontroversi akan terus dituai. Sebagian besar penduduk negeri ini masih percaya terhadap agama, sebagian besar penduduk negeri ini masih menjadikan agama sebagai pedoman hidup. Culture, nilai moral, dan agama mayoritas penduduk negeri ini selamanya akan menolak program ‘kondomisasi’ sekalipun menurut sebagian yang lain produktif.
Program ini tidak selalu tentang berhasil dan produktif.
*Ethical Behaviour
Memang benar, persentase penularan HIV AIDS paling besar melalui perilaku seks bebas. Konferensi pers yang digelar Kemenkes dalam rangka memperingati hari AIDS tahun ini terungkap bahwa proporsi ’seks bebas’ menyumbang kurang lebih 60% dalam penularan penyakit ini dibandingkan faktor risiko lain, tentu kita semua harus peduli.
Memang benar, pekerja seks komersil, GLBT, adalah kelompok yang berisiko tinggi terjadap penyakit HIV AIDS, tentu mereka harus diberi perhatian khusus.
Memang benar upaya promotif dan preventif harus terus digencarkan dalam upaya menekan perilaku yang berisiko yang menjembatani penularan HIV AIDS, tentu kita semua tak berbeda pendapat.
Hanya saja, jika ‘Pekan Kondom Nasional’ dijadikan strategi nasional untuk mengurangi penularan HIV AIDS, polemik dan kontroversi akan terus dituai. Sebagian besar penduduk negeri ini masih percaya terhadap agama, sebagian besar penduduk negeri ini masih menjadikan agama sebagai pedoman hidup. Culture, nilai moral, dan agama mayoritas penduduk negeri ini selamanya akan menolak program ‘kondomisasi’ sekalipun menurut sebagian yang lain produktif.
Program ini tidak selalu tentang berhasil dan produktif.
*Ethical Behaviour
Jumat, 31 Mei 2013
Balada Penanggalan MEI di Sebuah Negeri
Date, Awal MEI di negeri ceremonial
Pagi-pagi di setiap sudut negeri diadakan upacara
memperingati hari pendidikan, di semua sudut-sudut institusi pendidikan
menggelar upacara meriah perhelatan agung momen ‘pendidikan’. Mereka tentu tak
lupa beberapa saat sebelumnya mereka juga baru saja menggelar ujian nasional paling
carut marut di sepanjang sejarah pendidikan mereka, belum lagi konvoi geng
motor ‘raja jalanan’ berdalih perayaan kelulusan ujian nasional, sungguh ironi ‘perayaan
pendidikan’ ala negeri ceremonial.
Date, Akhir MEI di negeri ceremonial
Pagi-pagi diseluruh penjuru negeri memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Sebuah hari dengan himbauan agar perokok ‘berpuasa’ selama 24 jam
serentak diseluruh negeri. Rokok di negeri ini di anggap racun dan
penyebab terbunuhnya jutaan rakyat
negeri ceremonial. Tapi anehnya pembuat
rokok masih dengan leluasa menjual racun pada rakyatnya,
iklan-iklan besar penawar berhala
sembilan senti masih terpampang jelas di
sudut-sudut jalan dan penjuru negeri, padahal khusus di HTTS ini juru menteri
informasi mengedarkan surat imbauan agar iklan rokok tidak disiarkan khusus di HTTS. Sungguh ironi ‘perayaan hari tanpa tembakau’
ala negeri ceremonial
Alkisah di negeri ceremonial; Terlalu banyak
perayaan ini itu tapi tidak jelas substansi apa yang diperingati!
Kamis, 09 Mei 2013
Remaja Makin Bergaul Bebas, Prihatin Saja Tak Cukup
Komisi Perlindungan Anak (KOMNAS-PA) di tahun
2012 mengungkap bahwa ada 62,7 % remaja SMP/SMA mengaku telah melakukan
hubungan seks pranikah alias sudah tidak perawan. KOMNAS-PA juga mengungkap
bahwa 21,2 % dari siswi-siswi tersebut mengaku telah melakukan aborsi. Data
yang sungguh mencengangkan. Kita mungkin bertanya-tanya apakah data ini valid
dan bisa dipercaya? Karena jika benar demikian, maka lebih dari setengah
siswa-siswi SMP/SMA sudah terjebak pergaulan bebas.
Data ini sebenarnya merupakan gambaran perilaku
remaja yang ada disekitar kita. Tak bisa
dipungkiri bahwa perilaku seks bebas sudah menjadi gaya hidup mereka. Ditengah arus
informasi yang begitu terbuka, remaja terjebak perilaku hedonism (pandangan
bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup manusia), remaja
berlomba-lomba mencari kesenangan tanpa memikirkan dampak buruk yang mungkin
timbul di kemudian hari karena perilaku tak bertanggungjawab mereka. Pergaulan bebas
yang dulu identik dengan remaja di kota besar saat ini telah mewabah hingga ke pelosok
daerah. Begitu juga dengan kota kami ini yang terkenal dengan semboyan “Kota
Bertakwa’. Kota kami yang terletak di
ujung tenggara pulau sulawesi tak jauh berbeda. Kita masih teringat dengan jelas
berita di TV Lokal beberapa waktu yang lalu tentang ditemukannya mayat bayi
baru lahir yang di buang di dalam tas hitam di Kendari Beach, atau berita
ditemukannya mayat seorang mahasiswi berbadan dua yang tewas mengenaskan, belum
lagi terdeteksinya satu orang remaja SMU yang terinfeksi virus HIV-AIDS. Sungguh fakta-fakta yang
memilukan dan memprihatinkan.
Ahh, mungkin sebagian dari kita meragukan data
yang dilansir KOMNAS-PA bahwa sebagian besar siswa SMP-SMA sudah pernah
melakukan hubungan seks pranikah tapi mari membuka mata mencermati perilaku
remaja disekitar kita, jujur kita harus mengakui bahwa fakta-fakta tersebut
benar adanya. Saat ini perilaku ‘gaul bebas’ telah mengancam kesehatan fisik,
mental, sosial, ekonomi dan spritual remaja. Bukan hanya Aborsi dan penyakit
Infeksi Menular Seksual (termasuk HIV AIDS) yang mengancam mereka, bahkan
tindakan kriminal semisal ‘pembunuhan’ juga bisa saja mereka lakukan disaat tak
menemukan jalan keluar dan tak sanggup menanggung beban akibat perilaku bebas
mereka. Bukankah data-data ini bagai fenomena gunung es?! Jumlah yang tidak
terekspose tentu lebih banyak lagi.
Pertanyaannya yang muncul kemudian adalah mengapa
bisa bayi baru lahir yang tak berdosa dibunuh dan dibuang oleh orang tuanya?
Mengapa remaja-remaja tadi bisa aborsi? Mengapa mereka bisa mengalami Kehamilan
Tak Diinginkan (KTD)? Kenapa mereka bisa melakukan seks pranikah? Jawabannya hanya
satu, karena remaja itu telah melakukan aktifitas khusus menjalin hubungan
spesial antara laki-laki dan perempuan yang familiar dikenal dengan istilah
PACARAN. Mereka bisa tergelincir dalam perilaku berisiko tersebut karena buah dari
berpacaran. Jadi ringkasnya pacaran adalah pintunya bergaul bebas.
Remaja secara psikologis masih mencari jati diri,
labil, dan penuh coba-coba. Disisi lain tidak semua remaja mendapatkan
informasi kesehatan reproduksi yang benar dan tidak semua mampu mengakses
sumber informasi kesehatan dengan baik, ditambah lagi kontrol sosial (kontrol
masyarakat) yang rendah, budaya individualistik begitu meraja, hanya sedikit
dari kita yang mau dan mampu menjadi pengontrol sosial untuk orang-orang
disekitar kita, belum lagi aturan yang juga tidak tegas sehingga makin
menjamurlah perilaku bergaul bebas ini.
Sebagai pemerhati anak dan remaja kita tentu prihatin
dengan kondisi ini (pacaran yang berujung pergaulan bebas). Masalah ‘pergaulan
bebas’ ibarat gajah dipelupuk mata. Di akhir tahun lalu Kemenkes melansir
Indonesia adalah negara dengan penyebaran HIV AIDS tercepat di ASEAN. Sebagai
faktor risiko HIV AIDS, perilaku ‘bergaul bebas’ tentu berkorelasi positif
dengan prestasi Indonesia ini. Rumusnya
sederhana semakin marak ‘pacaran=gaul bebas’ maka semakin berpotensi menyebarkan ‘HIV AIDS’.
Kita tentu prihatin, tetapi prihatin saja tidak cukup.
Bentuk keprihatinan harus dibarengi dengan wujud perilaku nyata. Mengutip
ungkapan KPA terkait pornografi dan kekerasan seksual pada anak; jika tidak
berbuat sesuatu kita akan menuai ‘panen raya’ buah pornografi. Sama saja, jika
tidak berbuat sesuatu kita akan menuai ‘panen raya’ buah pergaulan bebas. Banyak hal yang menjadi PR kita; 1). Remaja
butuh dicerdaskan tentang risiko dan bahaya pergulan bebas, kematangan
fisiologis harus dibarengi kematangan psikologis. Pendidikan kesehatan yang baik dan benar
harus bisa terakses oleh mereka, remaja harus bisa mandiri menentukan pilihan
untuk kesehatan mereka tentu dengan landasan pengetahuan yang baik, pengetahuan
yang benar untuk membangun kesehatan holistik; fisik, mental, sosial, ekonomi,
dan spiritual. Jika konsep sehat paripurnah dengan lima aspek ini sudah bisa
dipahami oleh remaja, maka pilihan ‘bergaul sehat’ bisa diwujudkan. 2). Kontrol Masyarakat harus berjalan. Bukan
saatnya lagi kita bersifat egois dan individualistik, setiap diri kita harus mau
dan mampu menjadi pengontrol sosial bagi orang-orang disekitar kita. Mari bersama mencegah perilaku berisiko
‘bergaul sakit’. Sederhananya beranikah
kita mengkampanyekan “Say No To PACARAN!” untuk diri, keluarga, dan orang-orang
disekitar kita? Ini adalah bentuk
tanggungjawab sosial dan kontrol sosial mencegah dampak buruk pergaulan bebas.
3). Kebijakan publik yang mendukung
upaya ‘bergaul sehat untuk remaja’ tetap harus diupayakan. Media advokasi saat ini masih diperlukan,
kita tentu harus terus berupaya agar terwujud aturan publik yang betul-betul
dapat menjamin kesehatan masyarakat khususnya kesehatan remaja sebagai bentuk
investasi masa depan.^^
Salam Sehat
Langganan:
Postingan (Atom)