Tampilkan postingan dengan label Inspirasi-ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi-ku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juli 2017

Dosen Seperti Apa yang Disukai Mahasiswa?



Hari ini seorang mahasiswa memposting tentang jilbab di group tertutup milik mahasiswa Promkes FKM Uho. Tentang jilbab, dosen, dan mahasiswa saya punya kisah tersendiri. Saya pernah dilarikan mahasiswa karena jilbab, ckck jadi mikir dosen seperti apa yang disukai mahasiswa? 
Suatu hari, saat lagi belanja ditemani adik sepupu di Lipo Plaza niatnya sih mau beli baju maka naiklah kita ke lantai dua, ehh tanpa sengaja bertemu mahasiswa FKM UHO tingkat akhir, saya awalnya tidak menyadari kehadirannya sampai adik sepupu saya berkata :
"Ka lihatpi itu.. (menunjuk ybs) kenapa di' pas da lihat kita da lari sembunyi? Dia larikanki' ka..kenapa ka? "
"Siapa de? Mana?" 
Mata mencari arah yang dia tunjuk, saya mengikuti arahan adik sepupu, mencari dan akhirnya ketemu seorang gadis dengan rambut panjang tergerai..hanya bisa tersenyum dan dan berbisik pada pada adik sepupu:
"Ohhh yang sana itu mahasiswaku de.., dia lari mungkin karena ga pake kerudung, klo di kampus dia itu kerudungan..." 
Adik sepupu saya ikutan tersenyum bersama..kodong..kodong...kasiannya dilarikanki mahasiswa..
Esoknya saya bertemu dia dikampus, kebetulan lagi dia menghadap untuk konsultasi jurnal penelitiannya, tau kan adegan selanjutnya..hehee..

Saya ngobrol panjang lebar bahwa sebenarnya saya melihat dia kemarin dan bertanya kenapa mesti sembunyi?
Sampai akhirnya keluar kata ini darinya:
"Maaf bu..maaf yang kemarin"
"Lho knp minta maaf sama ibu? Tdk de kita tdk ada salah sama ibu, minta maaf nya jangan ke ibu..." 
Saya hanya bisa bilang seperti itu pada dia dan malamnya sempatkan menulis terinspirasi dari kejadian hari itu..
***
Kemuliaan dan Selembar Kain
Selembar kain ini menjadi bernilai saat pemakainya sadar bahwa ini adalah tanda ketaatan bukan sekedar pakaian.,
Selembar kain ini akan bernilai saat kesadaran hadir tentang kewajiban menunaikan titah sang penguasa alam bukan hanya sekedar penutup kepala.,
Selembar kain ini akan bernilai saat kesadaran hadir bahwa muara yang dituju dari hijab adalah keridhoan Allah bukan sekedar menggugurkan kewajiban.,
Selembar kain ini boleh jadi menjadi bukti ikatan antara penguasa kehidupan dan hambanya.,
Bukankah Dia bertanya Alastu Birabbikum? (bukankah Aku tuhanmu?) kita pun menjawab qaaluu balaa syahidnaa.. "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi".

Hari dimana Roh berjanji akan ketaatan dan penghambaan pada-Nya.,Janji yang akan dimintai pertanggungjawaban, inilah yang membuat selembar kain ini begitu berharga.
Selembar kain yang menentukan posisi seorang wanita dalam pandangan Tuhannya,.
Selembar kain tetap selembar kain tapi selembar kain bisa membawa kemuliaan dengan ketaatan pemakainya.,
Lalu apa yang salah dengan melepas kain itu? memasangnya kembali, lalu melepasnya lagi?
Agama ini nasehat dan hati ini bagai buku berbolak-balik. Angin sepoi membuatnya bertahan, angin kencang membuatnya bertebaran, selalu ada kesempatan kembali, selalu ada kesempatan memperbaiki lembar-lembat halamannya.
Saat nasehat tak mampu lagi menyentuh hati, Doa selalu jadi pilihan terbaik, semoga Allah memberi dan menjaga hidayah untuk hati-hati ini.
Doa adalah pengikat kita, karena aku dan kamu tak ada yang tau ujung dan akhir ceritamu, juga ujung dan akhir ceritaku..
semoga kisah kita dan semua yang sempat membaca tulisan ini berakhir penuh keberkahan, berakhir penuh ketaatan...Aamiin Allahumma Aamiin...
"Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik (Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)"
***
Hidup selalu butuh perjuangan…
Seperti bahagia yang harus diupayakan…
Sertakan Allah dalam setiap perjalanan…
Itulah syarat utama kebahagiaan
Bukanlah iman jika hanya sekedar angan-angan dan khayalan, akan tetapi iman diucapkan dan dibuktikan dengan anggota tubuh dan amal sholeh, demikian perkataan Hasan Al Basri.
Alangkah beruntungnya manusia2 yang ingin menjadi baik dgn memperbaiki diri, walaupun harus memaksakan diri. Untuk kebaikan dan amal sholeh memaksakan diri tak akan merugi. Jika tak menghabiskan usia dengan kebaikan pastilah dihabiskan dengan keburukan.
"godaan dunia amatlah samar, hanya terlihat bila diperhatikan secara seksama dan penuh kesadaran jiwa, hanya orang yang betul2 sadar yang tahu kalau dirinya sudah terjebak dalam cinta dunia" Hasan Al Basri.
Konon untuk sebuah "kebaikan" memaksa diri pun tak mengapa.
"Dunia bukanlah kediaman abadi kalian. Allah telah menetapkan dunia sebagai alam yang fana. Allah telah menetapkan kesulitan bagi para penghuni dunia selama di dunia. Berapa banyak bangunan permanen yang tak lama saja sudah hancur. Berapa banyak orang yang hidup berkecukupan tak lama saja sudah kembali sengsara. Kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah persiapkan perbekalan terbaik yang kalian miliki untuk mengarungi perjalanan. Berbekallah, dan bekal terbaik adalah ketakwaan!" (Umar Bin Abdul Asis)
Yaa Allah jadikanlah usaha kami ini sebagai hujjah kami dihadapanMu kelak. Mungkin ini tak akan mudah, tapi ijinkan kami menempuh setapak demi setapak jalan menujuMu, menjemput keridhoanMu bersama2 bergenggaman tangan dan saling menguatkan.










Minggu, 02 Juli 2017

Galak

_Semester ganjil 2012  


Aku mempergegas langkah kaki ke ruangan kuliah, sesekali melirik sekilas ke pergelangan tangan, jarum jam silver mendekati angka delapan, itu artinya sudah waktunya mengajar jam pertama, tahun ajaran baru, mahasiswa baru, selalu ada semangat menjumpai mereka, wajah wajah teduh khas sama, polos siap di poles oleh atmosfer kampus.  


Waktu berlalu, tak terasa dua jam pelajaran selesai, kelas besar menguras energi tapi raut wajah anak2 itu seakan memberi warna tersendiri, seperti biasa pertemuan perdana pasti membuat mereka punya kesan tersendiri, kesan pertama di pertemuan pertama. 

"Hari ini kita buat kontrak kuliah yah, klo bisa semua mahasiswa perempuan ke kampus menggunakan rok, janganlah kalian pakai celana panjang ke kampus, apalagi pakaian ketat, klo bisa dihindari yah, bukan apa2 beberapa waktu yang lalu saya sempat dapat keluhan dari kakak kelas kalian yang sulit konsentrasi belajar karena pakaian ketat, jadi kita sepakat yah, kuliah bersama ibu kita sama2 memakai rok untuk perempuan, gimana kalian setuju,?"

"Iya bu, setuju!!"  

"Alhamdulillah.."  

Itulah kesepakatan yg kami buat hari ini, pemaksaan? Tergantung perspektif masing2, perempuan dan rok, pemaksaan? Ah yang bener saja!!  

 ***  
Krasak krusuk mahasiswa sibuk mempersiapkan persentase kuliah, alat dan bahan materi persentase sudah di pajang di dinding2 kelas, kelompok telah dibagi sejak pekan lalu, kini saatnya mereka mempersentasekan tugas mereka.  

"Kenapa kelompok kalian materi persentasenya seperti ini?! Tidak maksiamal sekali cara kalian mengerjakan tugas!! Sudah ini yah kemampuan terbaik kalian??"

Saya memberi komentar pada salah satu kelompok yang memaparkan materinya,mereka tak bisa menjawab terdiam, kompak hening seluruh kelas. 

 "Coba perhatikan dan jawab pertanyaan ibu, berapa orang yang mengerjakan tugas ini? Jujur yah!" 

 Saya bertanya lugas pada anggota kelompok tersebut, dan hanya sebagian kecil dari mereka yang angkat tangan.  Jadilah hari ini saya memberikan komentar panjang lebar tentang tugas "asal jadi" persentase "asal maju" buatan mereka, satu kelas dapat sarapan pagi tambahan. Di akhir perkuliahan saya menambahkan, 

 "Pekan depan akan ada tugas berikutnya, materi berbeda tetapi metode mengerjakan tugas tetap sama. Silahkan kelompok diskusikan dan putuskan, kalian akan mengerjakan tugas "asal jadi" seperti hari ini, atau berbuat yg terbaik, kuliah selesai!!"  

Saya segera keluar dari kelas itu, dan membiarkan mereka berdialog.  Pekan depan di waktu dan jam yang sama saya kembali mengajar di kelas itu, hasilnya?? 

Apakah kualitas pekerjaan rumah  mereka tetap sama?? 

  Isi kepala kita sama, Alhamdulillah!!  

Senin, 29 September 2014

Hari Bersama di Kampung Bajo

Cuaca sedang panas-panasnya tapi tak urung menghalangi kami melangkahkan kaki ke tempat ini. Di kejauhan nampak jejeran rumah panggung berdiri di atas air lautan. Jalan setapak yang harus kami lewati dipenuhi anak-anak kecil yang nampak gembira bermain di tepian jalanan. Rambut mereka menguning terbakar panas mentari, tapi mereka tak peduli dan asyik bermain. Panas adalah sahabat sepermainan mereka, biarlah kulit hitam legam akibat paparan mentari, kegembiraan dan sumringah terpancar jelas dari raut wajah-wajah cilik ini.

Di sudut lain beberapa anak nampak terjun berenang di air laut, gelak tawa riang mereka mengiringi langkah kaki kami menelusuri jalan setapak penghubung di antara rumah. Suara percikan air menyuguhkan lagu merdu tersendiri. Kampung bajo, begitu kami menamainya. Rumah- rumah di bangun dengan model sama berjejer dan bersusun rapi. Suasana kehidupan nelayan sangat terasa. Di beberapa bagian depan rumah penduduk nampak alat penangkap ikan, suara perahu nelayan hidir mudik di hadapan kami, pengemudi sampan-sampan kecil itu wanita. Mengisi perahu dengan berjergen-jergen air bersih.  Di kebanyakan perkampungan pesisir air bersih selalu menjadi masalah utama, sama seperti disini mereka harus keluar kampung untuk mendapatkan air bersih yang dipergunakan keperluan rumah tangga.

Semakin jauh kaki menelusuri jalan setapak, seulas senyuman ramah menyambut kedatangan kami, sambil menggenggam tanganku dia berkata:

"Janganki heran di’...disini itu orang-orang bicaranya keras semua, biasalah saingan sama ombak suaranya.. “

Senyum hangatnya mengembang saat mengucapkan kalimat terakhir. Laut, ombak, dan suara keras membuatku ikut tersenyum.

Coba Lihat, untuk menemui tetangga sebelah tak perlu berkunjung door to door, cukuplah membuka jendela dan menyampaikan keperluan dan tetangga sebelah membalas dengan melakukan hal yang sama.  Laut menjadi penghubung antar rumah. Jembatan dan jalan setapak hanya nampak di depan rumah. Menengok jendela dan pintu belakang langsung menghubungkan kami ke laut. Saat menyantap makan siang semilir angin laut menyapa ditemani cengkrama ikan-ikan kecil di kolong rumah. Melalui jendela mata pun beradu dengan perahu-perahu milik penduduk.

Laut, angin, ikan, dan perahu kembali membuatku tersenyum.

Apa yang kau pikirkan saat melihat laut?

Apa yang ku pikirkan saat melihat laut?

Apa yang kita pikirkan saat mendengar kata bajo ? Laut !

Masyarakat Bajo hidup disini sudah puluhan tahun, namanya Kampung Bajo tapi penghuninya kini tak semua orang bajo. Mereka hidup berdampingan dengan beberapa suku lain dan telah terjadi akulturasi budaya. Namun ada yang tetap sama, kehidupan laut yang tak terpisahkan dari mereka. Suku Bajo dan laut satu kesatuan, mereka hidup dan mencari kehidupan di laut.
Di lao’ denakang-Ku, “Lautan adalah saudaraku”.

Terima kasih harber (baca: hari bersama) telah membawaku ke sudut lain kehidupan laut bersama Suku Bajo. Ukhuwah selalu kan membawamu ke dimensi-dimensi  lain yang menakjubkan, sama seperti harber kali ini.

Seperti Bajo, Lautan adalah kehidupanku!! Seperti kalian  ukhuwah adalah kehidupanku :)

*Ahh harber.. aku menantikan keindahan lain-mu selanjutnya

#catatan harber nangkring di highlight (HL) kompasiana

#catatan harber nangkring selamanya dihatiku :D

@tatikbahar
^^Latepost

Sabtu, 26 Juli 2014

Terima Kasih Musa Inspirator Cilik Hafiz Indonesia

Hari istimewa Jumat selalu menjadi hari istimewa. Kemarin bertepatan dengan 27  Ramadhan 1435 H,  Hafiz Indonesia yang ditayangkan di RCTI menayangkan wisuda akbar.  Puncak acara perhelatan Hafiz Indonesia ini akhirnya mengantarkan Musa (5,5 tahun) asal Bangka Belitung sebagai juara pertama Hafiz Indonesia 2014, setelah nilai akhir yang berhasil dia kumpulkan mengungguli dua hafiz cilik lainnya yaitu Aza  (7 tahun) asal Jambi dan Fuadi (7 tahun) asal Bima Nusa Tenggara Barat.

Penilaian oleh tiga otang juri yakni Syeikh Ali Saleh Muhammad Ali jaber, Ustadz Dr. Amir Faisal Fath dan Ustadzah Lulu Susanti berdasarkan pada hafalan ayat dan pelafadzan makhroj  dan sifat-sifat huruf  hijayyah saat mereka tilawah.   Ketiga peserta tiga besar hafiz indonesia memiliki kelebihan masing-masing, Musa dengan hafalan yang sangat kuat mencapai 29 Juz, Aza dengan lantunan irama merdu yang menyentuh hati, dan Fuadi dengan kharismanya saat membacakan alqur'an begitu  khitmat.  Acara ini juga menghadirkan seluruh finalis Hafiz Indonesia sejak episode perdana yang tayang awal akhir juni lalu, ada 29 anak penghafal alquran bersama orang tuanya ikut  meramaikan acara ini  dari seluruh penjuru tanah air.

Musa, Aza dan Fuadi dipenayangan wisuda akbar kemarin di tes menjadi imam, mereka membacakan surat Al-fatihah dan surat-surat pilihan mereka.  Aza tampil pertama memilih surat Al-Mulk juz ke-29, di ikuti Musa membacakan Ash-Shoffat juz ke-23, dan Fuadi membacakan surah Al-Haqqah juz ke- 29. Musa juga sempat di uji oleh tiga orang penonton menyambung ayat surah  Fathir  juz ke- 22, At-Taubah juz ke-10, dan surah Al-Hajj juz ke-17.  Subhanallah hafalannya mumtaaz!!

Banyak kejutan di Hafiz Indonesia kemarin, Musa pemenang pertama berhak atas umroh dan uang tunai sebesar 100 juta rupiah, Aza sebagai pemenang kedua berhak atas umroh dan uang tunai sebesar 75 juta rupiah, dan Fuadi sebagai pemenang ketiga berhak atas umroh dan uang tunai sebesar 50 juta rupiah.  Selain itu mereka juga mendapat undangan  berhaji dari kerajaan Arab Saudi yang disampaikan melalui duta besarnya di Indonesia pada pelaksannan haji tahun 2014 ini.   Hadiah kejutan lain diperuntukkan untuk 7 finalis  yang masuk 10 besar mendapatkan undangan berumroh dari kerajaan Arab Saudi. Semua hadiah kejutan ini baru diketahui peserta di akhir acara. Tapi tahukah kita, apa yang disampaikan  Aza tentang makna juara, dia hanya ingin menjadi juara dimata Allah dengan Alqur'an yang telah dihafalkannya, yah mengutip kata Syeikh Ali Saleh Muhammad Ali jaber dengan membaca dan menghafalkan Alqur'an tak ada yang kalah semua telah menjadi pemenang, sungguh salut dengan anak-anak ini!!

Panggung hafiz indonesia selalu mengharu biru, setiap episodenya selalu membuat penonton berlinang air mata. Di usia belia, anak-anak hebat ini dengan bacaan Al-Qu'rannya telah mampu membawa syiar islam dengan Al-Qu'ran dengan memotivasi indonesia untuk dekat dengan Al-Qur'an. Mereka bukan lagi milik daerahnya, tapi milik indonesia. Terima kasih Musa telah menginspirasi Indonesia. Sugguh Al-Quran memulaikan pembacanya di dunia dan di akhirat.

*Repotasi singkat setelah menyaksikan Wisuda Akbar Hafiz Indonesia

Kdi, 26 Juli 2014
Catatan pagi @tatikbahar


Becak berlabel "Kebaikan"

A: "Heii, kamu kann!!!!" dengan antusias menyebut namaku
B: " Iye pak, saya.." sambil tersenyum membalas sapaannya...
A: " Langgananku ini waktu kecil.."
B: "Iye kasian pak, saya langganan becakta dulu..." ucapku menimpali

Percakapan ini terjadi kemarin siang, saya dan beberapa teman sedang berjalan bersama saat bertemu bapak ini, terakhir bertemu seingat saya bapak ini masih menganyuh becak sekalipun dengan kaki yang cacat (kaki beliau hanya satu- red). Dia masih mengingatku dengan jelas rupanya. Bapak yang dulu semasa  SMP dan SMA selalu kutumpangi becaknya. Kini setelah lorong rumah kami dulu jalannya diperlebar, pengayuh becak  sudah tersisih dengan ojek, maka pindahlah mereka ke lorong lain yang  jalurnya lebih pendek.
Semua pasti diantara kita pernah melihat kendaraan roda tiga ini, bagi kota-kota kecil seperti kota kami becak masih menjadi alternatif transportasi bagi lorong-lorong kecil yang tak terjangkau angkot.

Bayangkanlah seorang bapak pengendara becak  mengayuh becaknya dengan mengandalkan satu kaki karena kakinya yang satu puntung dan diamputasi. Dulu, diawal mengenalnya bagi  saya seorang gadis kecil becak dengan pengendara cacat membuatku takut dan khawatir, jangan-jangan bapak ini tak bisa mengantarku sampe tujuan, kasihan juga tak tega bercampur jadi satu.  jadi setiap bertemu dengan becaknya saya memilih memanggil becak lain sampai suatu hari dia berkata kepadaku "kenapa nak, kenapa tak mau naik becak saya., saya masih kuat bawa becak,  jangan takut., daripada saya minta-minta, lebih bagus bawa becak to..." ucapan ini seakan membuka pikiranku, dan jadilah sejak saat itu saya tak lagi menolak menumpangi becaknya pulang dan pergi sekolah. Pelajaran berharga dari bapak pengendara becak  pertama.

Jelang memasuki perguruan tinggi, kisah bersama bapak pengendara becak berlanjut.  Di Kota Daeng tempatku menuntut ilmu dan jauh dari keluarga,  menjadi anak kos-kos-an adalah pilihan.  Jadilah saya dan beberapa teman mengontrak sebuah rumah tak jauh dari kampus.  Becak sekali lagi menjadi alat transportasi yang mengantarkan kami keluar masuk lorong, tak ayal lagi karena sering menumpang becak ada pengendara becak yang menjadi langganan kami, kami biasa menitipkan belanjaan dari pasar untuk diantar kerumah saat harus pergi ke tempat lain setelah belanja, biasa pula kami minta tolong diperbaiki pagar atau memotong rumput dihalaman.  Saat musim kemarau dan air PDAM macet, bantuan daeng becak ini sangat terasa (kami memanggilnya daeng sebagai bentuk pengormatan-red), tanpa diminta dia biasa menghampiri rumah kami dan berkata "Habismi airmu..mari kuambilkanko' air sumur..".  Kami biasa memberinya upah alakadarnya, tapi beliau tak pernah meminta besaran rupiah yang harus kami berikan ke dia.  Seikhlasnya begitulah dia.  Beberapa tahun setelah menyelesaikan pendidikan di Kota Daeng saya sempat berkunjung dan mencari "Daeng Sabare" begitu kami biasa memanggilnya, saat pertemuan terkhir itu, saya menemuinya dalam keadaan lumpuh dan tuli, penyakit yang tiba-tiba datang menyerangnya.

Di masa sakitnya 'daeng sabare' tak bisa lagi mengontrak rumah hingga salah seorang tetangganya merelakan satu kamar kontrakannya untuk di huni daeng sabare dan keluarganya.  beliau memang terkenal baik hati, anak-anak kecil berseragam merah putih seingat saya yang jalan kaki keluar masuk lorong sering diangkut gratis oleh Daeng Sabare.  Bahkan seorang langganan becak Daeng Sabare ada yang dengan rela mengurus pengobatan Daeng Sabare, mengantarnya ke bolak-balik berobat jalan ke rumah sakit semua dilakukan dengan tulus dan ikhlas, begitu banyak yang berbuat baik untuk Daeng Sabare.   Jalan-jalanlah ke lorong kami  tak ada yang tak kenal pengendara becak "Daeng Sabare" dan kebaikan hatinya. balasan kebaikan selalu kebaikan. Pelajaran berharga dari bapak pengendara becak  kedua.

Belum lama ini, suatu pagi lagi-lagi saat menumpangi becak, saya telah sampai ditempat tujuan dan ingin membayar ongkos becak yang saya tumpangi, pengendara becak itu berkata "Tidak usah bayar de, gratis saja...saya biasa memang kasi gratis penumpang pertamaku pagi-pagi". Katanya dengan ringan sambil tersenyum.  Hahhh jawaban yang tidak saya sangka-sangka. Pagi-pagi menerima sedekah dari abang becak..Hehee..Luar Biasa! Pelajaran berharga dari bapak pengendara becak  ketiga.

*Terima kasih bapak pengendara becak. Mungkin inilah yang disebutkan jika semua tempat adalah sekolah, maka setiap orang yang ditemui adalah guru. Tk



#HappyFriday, 27 Ramadhan^^ #Jumatberkah #RamadhanAl-Mubarak

Catatan pagi,
@tatikbahar


Tren Bongkar Pasang Kerudung

#Kemuliaan dan selembar kain
 
#Selembar kain tetap selembar kain

Selembar kain ini menjadi bernilai saat pemakainya sadar bahwa ini adalah tanda ketaatan bukan sekedar pakaian.,

Selembar kain ini akan bernilai saat kesadaran hadir tentang kewajiban menunaikan titah sang penguasa alam bukan hanya sekedar penutup kepala.,

Selembar kain ini akan bernilai saat kesadaran hadir bahwa muara yang dituju dari hijab adalah keridhoan Allah bukan sekedar menggugurkan kewajiban.,

Selembar kain ini boleh jadi menjadi bukti ikatan antara penguasa kehidupan dan hambanya.,
Bukankah Dia bertanya Alastu Birabbikum? (bukankah Aku tuhanmu?) kita pun menjawab qaaluu balaa syahidnaa.. “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. Hari dimana Roh berjanji akan ketaatan dan penghambaan pada-Nya.,

Janji yang akan dimintai pertanggungjawaban, inilah yang membuat selembar kain ini begitu berharga. Selembar kain yang menentukan posisi seorang wanita dalam pandangan Tuhannya,. Selembar kain tetap selembar kain tapi selembar kain bisa membawa kemuliaan dengan ketaatan pemakainya.,

Lalu apa yang salah dengan melepas kain itu? memasangnya kembali, lalu melepasnya lagi? Hujatan, hinaan, dan juga celaan pantaskah untuknya?

Agama ini nasehat dan hati ini bagai buku berbolak-balik. Angin sepoi membuatnya bertahan, angin kencang membuatnya bertebaran, selalu ada kesempatan kembali, selalu ada kesempatan memperbaiki lembar-lembat halamannya. Saat nasehat tak mampu lagi menyentuh hati, Doa selalu jadi pilihan terbaik, semoga Allah memberi dan menjaga hidayah untuk hati-hati ini. Doa adalah pengikat kita, karena aku dan kamu tak ada yang tau ujung dan akhir ceritamu, juga ujung dan akhir ceritaku.. semoga kisah kita dan semua yang sempat membaca tulisan ini berakhir penuh keberkahan, berakhir penuh ketaatan…Aamiin Allahumma Aamiin…

“Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik (Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)”

#tren bongkar pasang kerudung

#nasehatidiri


Kdi, 24072014
@tatikbahar

Selasa, 03 Juni 2014

Selamatkan Generasi dengan Cukai Rokok !

#‎bosan‬ kampanye capres?

Hari tanpa tembakau sedunia (HTTS) baru saja berlalu, coretan saya di kompasiana tentang tembakau dan tema peringatan HTTs tahun ini link nya bisa dilihat disini http://m.kompasiana.com/post/read/658771/2/curhat-di-hari-tanpa-tembakau-sedunia-htts.html.

Seperti peringatan HTTS tahun lalu, merujuk pada tema HTTS 2013 "hentikan iklan, promosi dan sponsor rokok" pemerintah menghimbau kepada media agar tidak menayangkan iklan rokok pada penanggalan 31 mei, bahkan polemik tentang iklan rokok sempat mencuat saat dukungan regulasi pelarangan iklan rokok untuk disahkan. Hal ini bukan tanpa alasan sebab data WHO menyebutkan bahwa di South-East Asia Region/SEARO , tiga dari empat anak usia 13-15 tahun terpapar oleh iklan rokok, tentu data ini juga sejalan dengan data riset kesehatan dasar tahun (Riskesda) tahun 2013 juga menunjukkan bahwa perilaku merokok penduduk 15 tahun keatas cenderung meningkat dari 34,2 persen menjadi 36,3 persen.

Remaja di usia-usia rentan begini adalah pencontek paling ulung. Cermin panduan mereka adalah warna dominan yang mereka lihat, perilaku merokok tak diadopsi tiba-tiba, bisa karena coba-coba, mencontoh teman sebaya, duplikat orang tua, atau boleh jadi terpapar iklan rokok yang ada di lingkup mereka. Masih menurut WHO SEARO, data menunjukkan 1 dari 10 pelajar di Asia Tenggara memiliki benda yang mencantumkan logo sebuah merek rokok. Tak cuma itu, 7 dari 10 pelajar juga menjumpai merek rokok saat menonton tayangan olahraga di televisi. Keberhasilan iklan sebagai media pemasaran jelas berujung pada adopsi perilaku, inilah muara semua promosi barang ataupun jasa.

Tahun ini peringatan HTTS bertema "Naikkan Cukai Rokok". Berita baiknya akhirnya Kemenkes mendesak Kemenkeu manaikkan cukai rokok minimal 57%. Yah, penikmat rokok di negeri ini usianya semakin dini, tahun 2013 lalu Kemenkes melansir bahwa perokok remaja di indonesia malah naik 12 kali lipat dalam 12 tahun.wow, angka yang fantastis!! rokok memang murah, perbatangnya sangat terjangkau oleh uang jajan (baca: kantong) remaja. Sebuah kompleksitas sempurnah dari pengetahuan akan bahaya rokok yang minim, keterjangkauan plus regulasi yang longgar.

Andai kabar ini terealisasi semoga menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengendalikan tembakau. Pengendalian rokok dan dampaknya sudah mencapai titik kritis. Upaya persuasif berupa peningkatan pengetahuan, menggugah kesadaran dengan penyuluhan tak bisa menjadi poros utama, kini yang dibutuhkan adalah strategi makro yang melibatkan penegakkan regulasi, peraturan daerah (perda) kawasan tanpa rokok (KTR), pembatasan iklan rokok, dan kini peningkatan cukai rokok. Semoga bisa mengendalikan tembakau dan dampaknya bagi kesehatan. Mari dukung upaya-upaya ini, naikkan cukai rokok, lindungi generasi bangsa!

Saya setuju!!
Kamu?
*semoga iya^_^

Kdi, 2 juni 2013
@tatikbahar

^^nite all:)

Minggu, 18 Mei 2014

Kemuliaan Alqur'an dan Pembeli Permen

#Indonesiaberjoget

#Indonesiamengaji

Selain konvensi capres dan cawapres pilpres juli mendatang, ada berita menarik perhatianku malam ini. Beritanya memang sudah wara wiri hampir sepekan ini, masyarakat makin merespon, kekecewaan dalam balutan kesyukuran mungkin telah terganjar setelah pemenang MTQ Sulsel mendapat hadiah umroh dan dana jutaan rupiah sebagai apresiasi akan prestasi mereka. Wajarlah geleng-geleng kepala untuk pemenang MTQ tingkat Propinsi semakmur Sulsel hanya diganjar hadiah 300rb rupiah. Syukurlah luapan kekecewaan para peserta MTQ ini akhirnya terobati setelah mendapat hadiah umroh seperti dikutip dari link berikut http://makassar.tribunnews.com/2014/05/17/juara-mtq-sulsel-dapat-hadiah-umrah-dari-komunitas-warkop-191-pongtiku.

Lepas dari setuju atau tidaknya kita dengan ganjaran materi untuk amalan ibadah, tapi kemunculan awal berita ini menarik untuk di ikuti. Gelaran acara tingkat propinsi dengan hadiah hanya 300rb memang terkesan kurang perhatian dan dukungan. Di sisi lain, pada kompetisi berbeda dukungan dan penghargaan yang diberikan pada peserta audisi pencarian bakat bernyanyi di TV indos jauh berbeda. Melirik sekilas ke audisi penyanyi dangdut itu , sepertinya peserta dari sulsel masih bertahan hingga ke puncak acara. Yah iyalah, bertahan sampai sejauh ini sudah terbayang dong besar dana premium call untuk mendukung biduanita tadi.

Mari kita layangkan ingatan dua pekan lalu, di Jakarta ada perhelatan akbar 'membumikan Alqur'an dan melangitkan manusia' oleh komunitas pencinta Alqur'an se-nusantara. Massa yang hadir saat itu mencapai 30.000 orang memenuhi setiap sudut mesjid istiqlal. Link beritanya ada disini http://m.hidayatullah.com/foto/grand-launching-one-day-one-juz.html Gemuruh tilawah alqur'an menggema sepanjang hari ahad, 4 Mei 2014 kemarin, bahkan kabarnya komunitas pembaca Alqur'an 'onedayonejuz' semakin meluas mencapai ratusan ribu orang, Waiting List (WL) peserta juga masih terus bertambah di bank-bank WL Odojer. 'membumikan alqur'an' dengan tilawah 'onedayonejuz' konon telah mampu menembus rekor dunia sebagai komunitas pembaca Al'quran terbanyak diseluruh dunia.

Bukankah ini pertanda baik bahwa makin banyak umat islam yang menjadikan 'onedayonejuz' sebagai gaya hidup? dekat dengan Allah dekat dengan Alqur'an sebisanya dimulai dengan membiasakan diri membaca Alqur'an, perlahan memahaminya dengan membaca juga mentadaburinya, semoga harapan agar cahayanya dapat mewarnai hari sebagai pelita kehidupan dapat terwujud.

Pekan ini kembali berita tentang pembaca Alqur'an mencuat ke media, sungguh kontras dengan berita pekan lalu, pemenang lomba baca Alqur'an MTQ di sulsel protes akan hadiah Rp 300rb yang dianggap hanya cukup untuk membeli permen. Ini link beritanya https://m.facebook.com/tribunnews/posts/10152238697514962 juga ada di link ini http://makassar.tribunnews.com/2014/05/14/qari-protes-hadiah-juara-mtq-sulsel-rp-200-ribu. Sebenarnya ini bukan tentang besarnya hadiah tapi penghargaan pada kemampuan dan prestasi

Bener deh slogan #indonesiaberjoget versus #indonesiamengaji

Yuk maree..
#indonesiamengaji : ketik nama spasi no wa/bbm kirim ke www.onedayonejuz.org
#indonesiaberjoget : ketik nama spasi kirim ke *tau ahh gelap ×_×

02:05 WITA, @tatikbahar
Sempurnah bentuk bulan malam ini

Senin, 24 Februari 2014

Pancaran Cinta ODOJ

Pancaran Cinta ODOJ

Tidak terasa sudah hampir dua bulan bergabung bersama komunitas onedayonejuz, selama kurang lebih 60 hari ini berusaha istiqomah mengkhatamkan satu juz setiap hari bukanlah hal yang selalu mulus. Ada saatnya aktifitas tilawah satu juz ini bersaing ketat dengan padatnya aktifitas lain, mengejar lembar demi lembar hingga menyelesaikan 10 lembar serasa pasang surut bagai ombak, ada saatnya kholas di awal hari (sebelum pukul 10.00 pagi), ada saatnya kholas dipertengahan waktu (sebelum dhuhur), ada saatnya kholas diakhir waktu (sebelum ashar), bahkan tidak jarang meminta tambahan waktu paruh pertama hingga pukul 18.00 petang, atau jika itupun tak cukup, butuh tambahan waktu lagi hingga paruh kedua pukul 20.00 malam. Dinamika khatam onedayonejuz bak utang yang harus dibayar setiap hari, hanya saja waktu membayarnya tak menentu bisa diawal, pertengahan, atau diakhir waktu.

Disinilah sangat terasa peranan group onedayonejuz. Saling menyemangati untuk bisa kholas tepat waktu. Disemangati dan memberi semangat, jika diberi pilihan tentu tidak semua anggota group bisa berperan semisal ini, tapi yakinlah disetiap group Allah telah menitipkan sosok-sosok teladan yang bisa menjadi contoh dan memberi motivasi bagi yang lain. Tengoklah ada yang selalu khatam sebelum matahari terbit, ada yang setiap hari sanggup mengambil lelangan, tak tanggung-tanggung 2-3 juz dikhatamkan setiap hari, ada juga sosok yang sering berbagi kisah inspiratif untuk memotivasi keistiqomahan dalam membaca alquran, ada lagi sosok yang senang menulis dan membuat kata-kata mutiara penyemangat bagi yang lain, sosok-sosok ini membuat group ODOJ serasa hidup, sosok-sosok ini tak kenal lelah berbagi panas bagi saudara-saudaranya, ibarat motor mereka adalah penggerak saat saudaranya kehabisan bensin, mereka sanggup memberi percikan api hingga menularkan panas menjaga semangat ber-ODOJ.

Saya pribadi mungkin belum bisa menjadi sosok-sosok teladan seperti mereka, tetapi sebuah kesyukuran bisa berada dekat dengan mereka, menyerap panas yang mereka berikan, bukanlah alamiahnya manusia akan terpengaruh dengan kebiasaan dan akhlak dari orang-orang didekatnya?! Jika belum mampu menjadi pancaran kebaikan bagi orang lain, setidaknya berada dekat orang-orang yang memancarkan kebaikan. Alhamdulillah, sungguh nikmat yang luar biasa dapat berkumpul dengan teman-teman yang saling menasehati dalam beramal sholeh, saling menyeru kepada kebaikan dan saling mengingatkan jika ada kelalaian. Inilah persaudaraan dan cinta yang sebenarnya, persaudaraan yang diikat karena ikatan ukhuwah karena Allah semata. Cinta yang dibangun karena keinginan untuk taat kepada-Nya. Berharap ‘onedayonejuz’ bisa menjadi sarana menghidupkan Alquran di lisan, menyuburkan di hati dan semoga menjadi tabungan kebaikan di kehidupan abadi.
 
“Rabbabaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab” (QS. Ali Imran: 7)

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”

“Seseorang itu menurut agama teman dekat/sahabatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

*sungguh semoga segala usaha ini diniatkan semata-mata berharap keridhoan Allah, bukan berharap simpati apalagi pujian manusia.

Kendari, 23 Februari 2014.
@tatikbahar, ODOJ 1005

Minggu, 09 Februari 2014

Belajar dari Anak seorang Profesor

Usianya baru 17 tahun, anak bungsu dari seorang professor ternama dikampus kami (Universitas Haluoleo Kendari). Saat ini dia masih duduk di kelas 2 Madrasah Aliah, atas inisiatif sendiri dia memutuskan berhenti sekolah dan memilih masuk pesantren tahfidz Alquran. Cita-citanya berubah ingin menjadi penghafal Alquran sejak sering mengikuti talim alquran Islamic Center Muaz Bin Jabal (ICM) Kendari

Apa orang tuanya yang menyandang gelar tertinggi akademik "Profesor Doktor" protes anaknya putus sekolah? Tidak orang tuanya mengijinkan, kakak-kakaknya mendukung. Setelah istikharah dan dengan meminta ridho orang tua, kemarin Pak Profesor sekeluarga mengantarkan anaknya masuk pesantren tahfidz alquran. Di usia belia dia memutuskan menyerahkan hidupnya untuk Allah dengan serius menghafal Alquran.

Tengoklah, disaat anak-anak lain seusianya disibukkan dengan fun; band, film, musik, dan gaul dia merasa terpanggil dan memilih menjadi hafidz quran. Padahal sambil sekolah pun dia telah mampu menyelesaikan 2, 5 juz hafalan alquran. Tak mengapa biarlah nanti adik saya menyelesaikan pendidikan menengah atasnya melalui paket C demikian ungkap salah satu kakaknya.

Orang tua mana yang tidak rela, kakak mana yang tidak terharu, sedih karena harus berpisah dengan anak dan adik tersayang, bahagia karena merrk faham ini adalah harta yang sebenarnya, tabungan dan investasi dunia akhirat., terharu mengingat adik bungsunya ini rela meninggalkan zona nyaman dirumahnya, dan memilih kehidupan zuhud dipesantren penghafal alquran. Cita-cita adiknya telah berubah ingin mempersiapkan diri kuliah di Kota suci Madinah, bertekad mempersembahkan mahkota untuk orang tuanya, mahkota yang cahayanya itu lebih terang dari  cahaya matahari, bertekad menjadi hamba yang diberi keistimewaan oleh Allah,. yah.. keistimewaan para penghafal Al Qur'an mereka bersama para malaikat yang mulia dan taat, istimewa karena mampu memberikan syafaat bagi 10 orang keluarganya di kehidupan abadi.

Saya jadi ingat perkataan Ust. Dr. Faizal di acara seminar Alquran Ahad, 26 januari 2014 kemarin. Minimal dalam satu keluarga besar ada satu orang anak penghafal Alquran, anak hebat pasti orang tuanya hebat. TIDAK kata teman saya anak hebat itu lihat ibunya, ibunya yang hebat., WAHAI Calon ibu sudahkah mempersiapkan dirimu menjadi ibu hebat?? Persiapan apa yang sudah kau dilakukan untuk menjadikan rumahmu memiliki penyejuk mata, pancaran cahaya Ilahi dengan anak-anak penghafal Alqur'an?!..Hikss., mengangkat jari telunjuk dan menunjuk hidung sendiri.

*Ahh., sungguh iri dengan keluarga ini

"Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur'an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat."(Muttafaqun 'alaih)

“Siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur’an.” (HR Abu Daud)

@tatikbahar
Kendari, 9 Februari 2014
seperti dikisahkan kakak calon Al hafidz..insyaAllah semoga istiqomah..aamiin

Selasa, 14 Januari 2014

Dusta, Kau Tak Mencintaiku

Membaca Alqura’n onedayonejuz lumayan berat. Jangankan onedayonejuz dua lembar perhari saja berat. Alqur’an jauh kalah menarik untuk mengisi waktu dikeseharian, tengoklah Handphone yang isinya full musik dan lagu, tengoklah laptop yang isinya kebanyakan film, tengoklah betapa familiarnya #indonesiaberjoget ketimbang #indonesiamengaji. Rasanya hidup tanpa membawa Handphone sehari tak lengkap.  Hidup sunyi jika Smart Phone jauh dari genggaman, perasaan tak nyaman hadir jika tak menyentuh Smart Phone. Andai perasaan itu juga ada saat alqur’an jauh dari pandangan, tapi apa bisa?! caranya bagaimana?! Cinta yah mungkin Cinta lah jawabannya.

Onedayonejuz gerakan kebaikan, onedayonejuz adalah sarana untuk dekat dengan Alquran, membiasakan diri bercengkrama dengannya, membiasakan diri berada didekatnya, membiasakan diri berinteraksi dengannya? membiasakan diri bercakap-cakap dengannya, bukankah cinta akan hadir lewat kebersamaan? bukankah cinta itu akan hadir dengan pembiasaan? mengapa aku mencintaimu? karena aku nyaman denganmu, mengapa aku mencintaimu? karena aku terbiasa denganmu, mengapa aku mencintaimu? karena aku menemukan kebaikan denganmu. Rasa ini tumbuh subur saat hati terpaut padamu.

Aku tahu perintah membacanya jelas, pahala yang diraih juga pasti, membacanya adalah kebaikan, satu-satunya kitab yang setiap hurufnya akan diganjar kebaikan bukan hanya satu tetapi sepuluh kebaikan adalah Alqur'an, kitab yang berisi petunjuk dan arah kehidupan, kitab yang membacanya adalah ibadah, kitab yang menjadi syafaat dikehidupan abadi. Aku tahu semua aku tahu, aku bahkan tahu alangkah rugi saat membiarkanmu menjauh pergi. Tetapi untuk dekat denganmu aku..aku..

Sumber Gambar: Ka. Hana Gr. ODOJ1005
Sumber Gambar: Ka. Hana Gr. ODOJ1005

Sungguh aku mencintaimu, tapi aku belum berani membawamu di tasku kemanapun aku pergi, aku belum bisa mengajakmu menemaniku dalam hidupku, menemani hari-hariku, aku belum berani menunjukan rasa cintaku pada dunia, biarlah kau cukup ada tempat tersembunyi dihatiku. aku malu jika harus terlihat bersamamu dikeramaian. sungguh aku malu menunjukkan dekat denganmu. tapi aku sungguh mencintaimu.

*Ahh,. kau berdusta kau tak sungguh-sungguh mencintaiku


ODOJers www.onedayonejuz.org
#CerminUntukDiri


ODOJ1005
@tatikbahar

Lupa Laptop di Angkot

Penyakit lupa-ku ternyata belum juga sembuh, pagi ini kembali laptop saya lupa di angkot, masih lekat dalam ingatan beberapa waktu lalu saya juga pernah lupa laptop di angkot., dan pagi ini kembali terjadi.
Shock!! pekan ini telah memasuki jadwal peng-input-an nilai, nilai-nilai mahasiswa sudah hampir rampung semua, jurnal yang dalam pengeditan, bahan ajar yang telah direvisi, tulisan-tulisan plus data-data penting lainnya., rasanya campur aduk. Saya sadar lupa beberapa saat setelah tiba dikampus dan berniat mengedit kembali pekerjaan hari ini.

Kampus sepi, hanya beberapa orang mahasiswa yang nampak hilir mudik, sepertinya tak ada yang bisa dimintai tolong untuk membantu mencarikan. Belajar dari pengalaman kehilangan sebelumnya, satu-satunya cara menemukannya adalah dengan mengejar angkot yang tadi saya tumpangi. Hati ini sungguh berharap semoga masih bersua laptop itu.

Alhamdulillah, mendekati parkiran saya bertemu alumni yang baru saja tiba dikampus. saya menceritakan kepadanya jika kehilangan laptop di angkot dan minta tolong dicarikan angkot tsb. Saya hanya sempat menjelaskan ciri-ciri angkot dan supir yang saya tumpangii. Dibantu oleh salah satu staff perpustakaan adik itu langsung berbalik arah.. Yaa Allah.. jika masih punya tabungan energi positif, aku ingin dicairkanlah hari ini.. Allahulmusta’an..

Dua puluh menit kemudian, saya menghubunginya dan bertanya, “gimana de, apa ketemu laptopnya?”., dia menjawab “Iya bu., alhamdulillah ketemu, ini sudah ada sama saya”. Subhanallah., ahh.. saya spechless..
Sesampainya dikampus adik yang saya mintai tolong tadi bercerita, awalnya dia mendatangi pangkalan dan bertemu beberapa supir angkot dengan rute yang sama. setelah menjelaskan mencari laptop, dia diajak ikut angkot berikutnya untuk mengejar pak supir angkot dengan ciri-ciri yang telah saya berikan. Allhamdulillah dipertengahan jalan mereka berpapasan tetapi dengan rute yang berlawanan.

Ternyata, pak supir itu juga tidak mengetahui jika ada laptop yang dilupa, laptop tersebut malah ditemukan oleh penumpang dibelakang pak sopir. Setelah itu pak sopir sempat juga bertanya ke penumpangnya “Tidak adaji to yang punya ini barang?” Penumpangnya menggelang, maka yakinlah barang itu diserahkan ke adik tadi.

Well, pulangnya adik itu malah dapat tumpangan gratis tiba ke pangkalan angkot untuk mengambil motornya yang di titipkan disana, klo masih berjodoh tak kemana yah:)
Terima kasih Allah, terima kasih yang telah membantu mencarikan, terima kasih pak sopir, juga para penumpang angkot,. syukran wa jazakumullah khoir.,

Hadiah Pelukan


Pagi ini jadwal kuliah seperti biasa, pekan kedua desember adalah jadwal diskusi tugas akhir., dua pekan lagi jadwal final, pekan depan "minggu tenang". Jadi hari ini jadwal terakhir masuk kelas., alhamdulillah dikelas mrk telah siap mempersentasekan materi tugas yang diberikan,. Tugas kelompok rata-rata perfect memperoleh nilai maksimal., senangnya melihat mereka mengerjakan tugas dengan hasil yang baik.

Akhirnya diujung perkuliahan sy sempatkan, mengingatkan untuk persiapkan diri sebaik-sebaiknya untuk menghadapi ujian akhir semester depan, memotivasi agar mereka bisa memaksimalkan diri, klo boleh sy berharap merekaa semua lulus dengan nilai paling baik. Tak lupa juga menyelipkan permohonan maaf jika selama perkuliahan, delapan kali pertemuan kita ada yang tidak berkenan menggores hati., mari saling memaafkan, smg kalian semua sukses menghadapi ujian "final" pertama selama berstatus mahasiswa, mhn doakan juga ibu semoga dimudahkan perjalanan hari ini untuk mendampingi kakakmu praktikum, juga semoga Allah mudahkan untuk urusan yang lain., untuk semua hal semoga Allah mudahkan..Aamiin satu kelas serempak menjawab.." aaminn"..

Saat akan keluar kelas dan berpamitan, salah satu mahasiswa perempuan mengacungkan tangan dan berkata, bu bisakah saya mencium tangan ibu dan memeluk ibu?

MasyaAllah, satu orang maju penghuni kelas lain menyusul.. jadilah hari ini mendapat pelukan hangat dan doa tulus dari 53 orang mahasiswa.

Terima kasih de untuk doanya hari ini, terima kasih juga untuk pelukan dan doa tulus kalian.,

Ahh., andai kalian tahu hari ini..sungguh terharu..


Catatan, 06122013

Gaya Hidup ODOJ, Bisa !!

ODOJ

Pertama kali mendengar kata ODOJ saya tidak mengerti apa itu ODOJ. saya juga sering melihat di gambar profil picture BBM teman tentang ODOJ tetapi semua lewat begitu saja, tak ada niat sedikitpun untuk mencari tau. Hingga mendapat broadcast message tulisan 'Jamil Azzaini' tentang ODOJ saya baru faham makna ODOJ: One Day One Juz. Wah wah ternyata ada program seperti ini ODOJ: One Day One Juz, membaca Alqur'an satu hari satu juz.

Subhanallah keren juga program ini, walaupun bagi yang terbiasa tilawah mungkin tidak ada yang istimewa dengan ODOJ. Tapi bagi kebanyakan orang mengkhatamkan Alqur'an satu juz perhari hanya rame di bulan Ramadhan. Terbersit dalam hati untuk ikutan ODOJ ditengah kesibukan apa saya sanggup? Apa bisa menghabiskan 1 juz per hari? Satu juz artinya harus membaca 10 lembar per hari. Dalam hati saya berkata, jika ingin ikut program ini harus memantapkan hati dulu. Jangan sampai setelah ikut jatah 1 juz per hari hanya untuk dilelang ke anggota lain.

Well, walau belum resmi sebagai peserta saya juga ikut-ikutan membrodcast pesan ODOJ, alhamdulillah jika ada yang tergerak hatinya mengikuti ODOJ. "Addallu 'ala khairi, ka fa'ilihi" (sesiapa yg menyeru pd kebaikan, ia mendapat pahala seperti orang yg berbuat kebaikan itu) mengutip pesan di BC ODOJ. Saya juga menyempatkan membuka www.onedayonejuz.org untuk mengenal lebih jauh program ODOJ ini. Luar biasa banyak kisah peserta ODOJ disana, kisah bagaimana mereka berusaha keras mengakrabkan diri dengan ayat-ayat Alqur'an melalui ODOJ, banyak cerita yang menyentuh, "bisa karena biasa, biasa karena terpaksa".

Akhirnya saya memberanikan diri mendaftarkan diri ODOJ, tidak langsung diconfrim hari itu juga tapi menunggu hingga terkumpul peserta sesuai SOP ODOJ. Mahasuci Allah, disinilah saya dengan 29 saudari2 baruku, tak pernah saling bertemu sebelumnya, berasal dari daerah yang berbeda-beda, bahkan ada yang nun jauh disana terpisah jarak ribuan kilometer namun berkumpul dan diikat oleh satu perasaan yang sama, ingin menghidupkan kalamullah, menghiasinya di lisan, menyuburkan dihati, berharap cahayanya bisa mengikuti jejak langkah kaki ini, semoga kelak bisa menjadi syafaat di kehidupan abadi., aamiin

Terima kasih yang telah memperkenalkan ODOJ, terima kasih untuk admin ODOJ, penggagas ODOJ, semoga amal kebaikan kalian tetap mengalir selamanya. Khusus group akhwat ODOJ 1005 rasanya hidup makin berwarna bersama kalian. Rahasianya semalam diakhir waktu saya tak tahan ingin meneteskan air mata saat kalian menunggu dan menyemangatiku menghabiskan jatah tilawah semalam, terharu, sungguh..mungkin perasaan inilah yang dialami oleh semua ODOJers., dipersaudarakan karena Allah semoga selamanya begitu., insyaAllah..

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah maka baginya sebuah kebaikan. Dan sebuah kebaikan dilipatgandakan sepuluh kalinya. Saya tidak mengatakan aliflammim sebagai satu huruf tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” [HR Tirmidzi]

*Mari bergabung dengan ODOJers www.onedayonejuz.org

#ODOJ 1005

Tatikbahar

Kamis, 30 Mei 2013

Menebar Senyum Palsu

Senyum adalah ibadah..quotes ini yang sangat membumi. Menebar senyum akan mengendorkan otot-otot wajah, tahukah kita bahwa untuk tersenyum dibutuhkan energi yang jauh lebih sedikit daripada cemberut? Setidaknya jumlah otot yang bekerja saat kita senyum sekitar 17 (tujuh belas) otot sedangkan yang dibutuhkan untuk ekspresi cemberut sebanyak 43 (empat puluh tiga) otot. Jumlah tersebut menunjukkan otot wajah yang bekerja saat mengerutkan dahi; marah 3 (tiga) kali lebih banyak dibandingkan saat tersenyum,. yah wajarlah klo yang suka marah-marah jadi cepat tua, otot-otot wajah kan jadi mengeras semua tuh:)


Belum lama ini kami dibagikan PIN Smile. PIN ini sudah sering saya lihat dipakai di beberapa instansi Kota Kendari, akhirnya tiba juga giliran kampus kuning meluncurkan icon SMILE pada PIN yang dibagikan GRATIS pada semua tenaga pendidik, tenaga pengajar plus staf administrasi kampus. Harapannya tentu saja agar semua staff kampus kuning selalu menyebar senyum saat memberikan pelayanan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, yah minimal saat memakai PIN ini, selalu teringat untuk tersenyum.

Well, sesaat rasanya pin saya terbalik, tingkah dan laku pola mahasiswa sejenak membalikkan PIN ku, aneh juga membayangkan PIN nya senyum tapi orangnya cemberut..jadinya serasa malah menebar senyum palsu.. hanya bisa geleng-geleng kepala,. bisa2nya kumpul tugas kok sampul dan isinya beda, gemes dan sebel jadi satu.

Saat ini mungkin perlu penelitian lebih lanjut korelasi antara senyum manis dan PIN smile..jangan sampai harapan pelayanan prima menebar senyum hanya dilakukan oleh PIN yang menempel di badan. Aneh juga membayangkan PIN nya senyum tapi orangnya tetap tidak bersahabat dan cemberut..jadinya malah menebar senyum palsu dong..

Seorang mahasiswa pernah mengatakan, kami selalu merindukan senyum ibu saat di kelas kami., kami akan selalu berusaha membuat ibu tersenyum..:D tertawa sendiri saat mengingat adegan ini, yah tak apalah anggap saja kejadian menyebalkan tadi kasuistik, nila setitiknya segera dibuang agar tak merusak susu sebelanga...ssttt ternyata ada rahasianya klo mahasiswanya sdh baik semua dosennya pasti kurang latihan menjadi lebih baik dong..Baiklah..baiklah..senyum akan selalu ada untuk kalian..jika senyum bisa membuat suasana perkuliahan lebih nyaman, serius tetapi santai kenapa tidak., sebentar lagi musim ujian,.mari mempersiapkan hati riang dan menebar kasih sayang dan kegembiraan di kampus kuning:)




"Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun juga walau engkau bertemu saudaramu dengan wajah berseri.." (HR. Muslim)

Paralelnya Sebuah Kebaikan


Suatu hari seorang gadis muda di undang untuk menghadiri acara seminar nasional yang diadakan oleh salah satu lembaga keagamaan di Kotanya. Dihari H Dia bergegas mendatangi gedung acara tersebut dengan harapan bisa memperoleh informasi berhubung acaranya memang menarik.

Di penghujung acara ternyata kegiatan seminar tersebut dibarengi dengan kegiatan penggalangan dana untuk sebuah sekolah swasta yang membutuhkan biaya pembangunan sekolah. seorang gadis kecil berusia 7-8 tahun berkisah tentang pembangunan gedung sekolahnya yang membutuhkan derma. selama ini SD (Sekolah Dasar) tempatnya bersekolah sudah tidak mampu lagi menampung murid-murid yang semakin banyak dan ruangan kelas tidak memadai, sampai akhirnya untuk menjaga agar proses belajar-mengajar tetap berjalan pihak sekolah menggunakan teras mesjid di dekat sekolah mereka.

Dengan seizin pengurus mesjid, pihak sekolah menyulap teras mesjid tersebut menjadi kelas sebagai tambahan sebagai ruangan tempat murid-murid SD tersebut menuntut ilmu. Sebagai sekolah swasta mereka sangat membutuhkan bantuan dermawan yang ingin menyumbangkan sebagian harta mereka untuk pembangunan gedung sekolah yang baru., menyaksikan video murid-murid SD itu saat belajar dan menghafal Alquran hati gadis tersebut sangat tersentuh..anak-anak tadi diusia yang masih sangat belia sudah sedemikian fasih dengan ayat-ayat Al-qur’an.. Subhanallah..

Ketika pembawa acara menyampaikan di depan peserta seminar tentang keutamaan berinfaq dijalan Allah banyak hadirin yang langsung tergerak menyumbangkan harta yang mereka miliki dalam dos-dos yang disebar oleh panitia, bahkan tidak sedikit yang merelakan HP yang dipakainya saat itu untuk diberikan ke panitia,.yah mungkin perasaan hadirin yang hadir pada saat itu sama dengan yang gadis itu rasakan,. Tersentuh dan ingin membantu..

Ya..Allah.. saya juga ingin sekali berinfaq memberikan sesuatu pada adik-adik generasi rabbani ini, tapi sungguh di penghujung penanggalan bulan ini uang di dompet juga sudah tidak seberapa padahal masih ada satu pekan lagi sebelum bulan baru., apa yang bisa saya sumbangkan ke mereka, gumamnya dalam hati..akhirnya dia teringat cincin emas yang melingkar dijari manisnya., yah sepertinya hanya ini harta yang dimilikinya sekarang dan bisa dia sumbangkan.

Acara berakhir, saat melangkahkan kaki menuju pintu keluar gadis itu menghampiri salah satu panitia yang kebetulan dia kenal, berjabat tangan sambil menyodorkan cincin kesayangannya (disayang karena nilai historisnya) yang sekian lama telah melingkar dijarinya untuk berpindah tangan sambil berbisik “saya ingin menyumbangkan ini untuk pembangunan sekolah adik-adik tadi, mohon diterima…”. Memberi disaat lapang tak ada yang istimewa, tapi memberi disaat sempit rasanya sungguh luar biasa..tapi bagaimana dengan cincin kesayangannya itu..ahh.,..Allah Maha Kaya..Allah Maha Kaya..

Dua hari berselang setelah acara seminar tersebut.. gadis tadi mendapatkan berita baik, bapaknya menelpon jika beliau baru saja mendapat rezeki “income pasif” yang tidak disangka-sangkanya, Subhanallah ibunya pasti sungguh gembira mendengar hal ini., memang akhir-akhir ini keluarga mereka sedang mengalami kesulitan keuangan. alhamdulillah akhirnya ada jalan keluar… sekilas mungkin ini hal biasa, tapi baginya ini kejadian luar biasa, sekali lagi Allah membuktikan janjinya.. Allah Maha Kaya… Allah Maha Pemurah. tak menunggu lama kontan digantikan oleh Allah bahkan dalam jumlah yang jauh lebih besar, berbuat kebaikan sekecil apapun akan diganjar kebaikan pula oleh Allah.. bahkan sekaligus bisa paralel pada keluarga dan orang-orang yang kita sayangi.. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar!!

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan allah), maka allah melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-nya-lah kamu dikembalikan.“ (QS. Al baqarah: 245)

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan allah maha luas (karunia-nya) lagi maha mengetahui.” (QS. Al baqarah: 261)

**
Setelah hujan selalu kan ada cahaya mentari bahkan pelangipun datang setelah langit kelabu, seberapa lamapun hujan mengguyur bumi Allah, harapan akan sinar mentari selalu ada., yang dibutuhkan hanyalah menikmati syahdunya derai hujan bersama untaian doa.. Membangun harapan untuk rahmat dan takdir baik Allah..

Saat hujan reda mendungpun kan berlalu, seutas senyum tersungging manis saat mentari bersinar hangat di hati atau mungkin seindah cahaya bulan malam ini:)