Sabtu, 26 Juli 2014

Tren Bongkar Pasang Kerudung

#Kemuliaan dan selembar kain
 
#Selembar kain tetap selembar kain

Selembar kain ini menjadi bernilai saat pemakainya sadar bahwa ini adalah tanda ketaatan bukan sekedar pakaian.,

Selembar kain ini akan bernilai saat kesadaran hadir tentang kewajiban menunaikan titah sang penguasa alam bukan hanya sekedar penutup kepala.,

Selembar kain ini akan bernilai saat kesadaran hadir bahwa muara yang dituju dari hijab adalah keridhoan Allah bukan sekedar menggugurkan kewajiban.,

Selembar kain ini boleh jadi menjadi bukti ikatan antara penguasa kehidupan dan hambanya.,
Bukankah Dia bertanya Alastu Birabbikum? (bukankah Aku tuhanmu?) kita pun menjawab qaaluu balaa syahidnaa.. “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. Hari dimana Roh berjanji akan ketaatan dan penghambaan pada-Nya.,

Janji yang akan dimintai pertanggungjawaban, inilah yang membuat selembar kain ini begitu berharga. Selembar kain yang menentukan posisi seorang wanita dalam pandangan Tuhannya,. Selembar kain tetap selembar kain tapi selembar kain bisa membawa kemuliaan dengan ketaatan pemakainya.,

Lalu apa yang salah dengan melepas kain itu? memasangnya kembali, lalu melepasnya lagi? Hujatan, hinaan, dan juga celaan pantaskah untuknya?

Agama ini nasehat dan hati ini bagai buku berbolak-balik. Angin sepoi membuatnya bertahan, angin kencang membuatnya bertebaran, selalu ada kesempatan kembali, selalu ada kesempatan memperbaiki lembar-lembat halamannya. Saat nasehat tak mampu lagi menyentuh hati, Doa selalu jadi pilihan terbaik, semoga Allah memberi dan menjaga hidayah untuk hati-hati ini. Doa adalah pengikat kita, karena aku dan kamu tak ada yang tau ujung dan akhir ceritamu, juga ujung dan akhir ceritaku.. semoga kisah kita dan semua yang sempat membaca tulisan ini berakhir penuh keberkahan, berakhir penuh ketaatan…Aamiin Allahumma Aamiin…

“Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik (Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)”

#tren bongkar pasang kerudung

#nasehatidiri


Kdi, 24072014
@tatikbahar

Minggu, 29 Juni 2014

Bidan Sahabat Sejati Perempuan

#Midwives Day

Tak banyak yang tahu bahwa ada satu penanggalan di bulan ini yakni 24 juni 2014 diperingati sebagai hari bidan nasional. Bidan sebuah profesi mulia yang mungkin bagi sebagian kalangan kurang populer. Indikator “kurang populer” nya boleh jadi ketidaktahuan “midwives day” di bulan ini. Bidan adalah salah satu ujung tombak pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak juga berperan besar dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di negeri ini.

Dalam satu waktu jelang peringatan hari bidan nasional, saya berkesempatan memewawancarai ibu-ibu bidan di salah satu wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari, berikut kutipan wawancara yang sempat saya ingat :)

“saya itu klo ketemu ibu hamil satu kataji saya bilang “posyandu..!! ingat posyandu!!” Ketemu di pasar, ketemu di jalan, ketemu dimana saja satu kataji saya sampaikan” bu posyandu jangan lupa, posyandu…posyandu.. !!!” Dimana-mana saya pergi motto-ku posyandu!! 

Ibu bidan ini berusia 33 tahun dan sudah bekerja kurang lebih 12 tahun sebagai bidan desa, dengan sangat antusias menyampaikan bahwa mottonya selama ini dalam menjalankan tugas adalah mengingatkan ibu hamil untuk ke posyandu, kapan dan dimanapun beliau berjumpa dengan ibu-ibu hamil di wilayah kerjanya.

“Oh klo saya ketemu pasien apalagi ketemu ibu hamil KEK (Kekurangan Energi Kronis), satuji pesanku ” makan bu!! pokoknya makan!! klo perlu kita berkelahi dengan makanan, ingat bu nah “berkelahi dengan makanan !!!” 

Lain lagi dengan ibu bidan yang satu ini, dalam menjalani tugasnya selama 20 tahun dia punya istilah sendiri untuk menyampaikan pesan ke ibu hamil di wilayah kerjanya, “berkelahi dengan makanan”. Istilah ini biasanya disampaikan pada ibu-ibu hamil yang mengalami masalah gizi selama kehamilannya.

“Oh saya pernahmi saya baku angkat dengan suaminya pasien, dia tidak mau istrinya dibawa ke rumah sakit, padahal istrinya sudah gawat!! saya panggilkan ketua RT!!  klo tugas no HP- nya RT RW harus kita ambil, no HP-nya kader harus kita ambil, minimal kerabatnya harus kita ambil..klo ada apa-apa hubungi bidannya,.. kita syukur sekalimi klo da mau bekerja sama, kita tidak harapji apa-apa”
 
Ibu bidan yang berusia 31 tahun ini menceritakan bahwa pengalaman paling berkesan selama menjalankan tugas menjadi bidan desa adalah saat menangani kehamilan berisiko pasiennya dan suami si ibu hamil tidak bersedia istrinya dibawa ke pusat pelayanan kesehatan dengan alasan masih sanggup menangani sendiri keadaan istrinya, upayanya akhirnya berhasil setelah melibatkan tokoh masyarakat setempat


“Saya itu saya dibilangkan sama ibu hamilku, oh itu ibu bidan memang cerewet, tapi baik kasian hatinya!! Saya to dimana2 pergi klo ketemu masyarakat ..oh ibu bidan… ibu bidan..singgahki..ke rumahki bu bidan!!”

Lain lagi dengan ibu bidan yang satu ini, salah satu kesan paling menyenangkan dalam menjalankan tugasnya sebagai bidan desa adalah dikenal luas oleh masyarakat tempatnya bertugas, kemana pun dia berada sapaan masyarakat tak pernah putus padanya.

Suka dan duka menjadi bidan, bidan sahabat perempuan, bukankah begitu :)

*note 21062014
**kutipan dalam salah satu FGD bersama ibu-ibu bidan
@salamsehat

Selasa, 03 Juni 2014

Selamatkan Generasi dengan Cukai Rokok !

#‎bosan‬ kampanye capres?

Hari tanpa tembakau sedunia (HTTS) baru saja berlalu, coretan saya di kompasiana tentang tembakau dan tema peringatan HTTs tahun ini link nya bisa dilihat disini http://m.kompasiana.com/post/read/658771/2/curhat-di-hari-tanpa-tembakau-sedunia-htts.html.

Seperti peringatan HTTS tahun lalu, merujuk pada tema HTTS 2013 "hentikan iklan, promosi dan sponsor rokok" pemerintah menghimbau kepada media agar tidak menayangkan iklan rokok pada penanggalan 31 mei, bahkan polemik tentang iklan rokok sempat mencuat saat dukungan regulasi pelarangan iklan rokok untuk disahkan. Hal ini bukan tanpa alasan sebab data WHO menyebutkan bahwa di South-East Asia Region/SEARO , tiga dari empat anak usia 13-15 tahun terpapar oleh iklan rokok, tentu data ini juga sejalan dengan data riset kesehatan dasar tahun (Riskesda) tahun 2013 juga menunjukkan bahwa perilaku merokok penduduk 15 tahun keatas cenderung meningkat dari 34,2 persen menjadi 36,3 persen.

Remaja di usia-usia rentan begini adalah pencontek paling ulung. Cermin panduan mereka adalah warna dominan yang mereka lihat, perilaku merokok tak diadopsi tiba-tiba, bisa karena coba-coba, mencontoh teman sebaya, duplikat orang tua, atau boleh jadi terpapar iklan rokok yang ada di lingkup mereka. Masih menurut WHO SEARO, data menunjukkan 1 dari 10 pelajar di Asia Tenggara memiliki benda yang mencantumkan logo sebuah merek rokok. Tak cuma itu, 7 dari 10 pelajar juga menjumpai merek rokok saat menonton tayangan olahraga di televisi. Keberhasilan iklan sebagai media pemasaran jelas berujung pada adopsi perilaku, inilah muara semua promosi barang ataupun jasa.

Tahun ini peringatan HTTS bertema "Naikkan Cukai Rokok". Berita baiknya akhirnya Kemenkes mendesak Kemenkeu manaikkan cukai rokok minimal 57%. Yah, penikmat rokok di negeri ini usianya semakin dini, tahun 2013 lalu Kemenkes melansir bahwa perokok remaja di indonesia malah naik 12 kali lipat dalam 12 tahun.wow, angka yang fantastis!! rokok memang murah, perbatangnya sangat terjangkau oleh uang jajan (baca: kantong) remaja. Sebuah kompleksitas sempurnah dari pengetahuan akan bahaya rokok yang minim, keterjangkauan plus regulasi yang longgar.

Andai kabar ini terealisasi semoga menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengendalikan tembakau. Pengendalian rokok dan dampaknya sudah mencapai titik kritis. Upaya persuasif berupa peningkatan pengetahuan, menggugah kesadaran dengan penyuluhan tak bisa menjadi poros utama, kini yang dibutuhkan adalah strategi makro yang melibatkan penegakkan regulasi, peraturan daerah (perda) kawasan tanpa rokok (KTR), pembatasan iklan rokok, dan kini peningkatan cukai rokok. Semoga bisa mengendalikan tembakau dan dampaknya bagi kesehatan. Mari dukung upaya-upaya ini, naikkan cukai rokok, lindungi generasi bangsa!

Saya setuju!!
Kamu?
*semoga iya^_^

Kdi, 2 juni 2013
@tatikbahar

^^nite all:)

Sabtu, 31 Mei 2014

Curhat di Hari Tanpa Tembakau Sedunia HTTS 2014

#HTTS

#HariTanpaTembakauSedunia

Sebagai pengguna layanan publik khususnya angkutan kota ini, hal yang paling menyebalkan saat naik angkot selain aksi ngebut-ngebutan sopir adalah’ rokok’.,

Huppfff.. jika saja ada survei tujuh dari sepuluh sopir angkot yang hilir-mudik pengemudinya pasti merokok, haripun makin sempurnah jika diangkot penumpangnya lainnya juga ikut merokok.

Pemandangan seperti ini adalah lazim adanya, ada saatnya mimik dan gesture tubuh cukup menggugah kesadaran penumpang lain untuk mematikan rokoknya, tetapi ada saat bahasa tubuh tak mampu mengantarkan pesan tersirat, teguran, atau mungkin pilihan terakhir mengganti angkot adalah jalan keluar.

Yah.. terlihat jelas kesadaran akan bahaya tembakau bagi kesehatan masih sangat rendah. Kalimat ini “Merokok mati, tidak merokok mati, merokok sampai mati” biasa terdengar. Pergantian slogan di iklan rokok “Merokok membunuhmu” diplesetkan lagi, “merokok kan membunuhmu bukan membunuhku..”, ckckck., tetep aja ada soal ada jawab!

Well, tengoklah sudah puluhan tahun negeri ini ada gerakan menggugah kesadaran bahaya rokok, tetapi data Kemenkes tahun 2013 lalu menunjukkan bahwa perokok remaja di indonesia malah naik 12 kali lipat dalam 12 tahun ini, linknya ada di sini http://health.detik.com/read/2013/05/30/150628/2260457/763/kemenkes-perokok-remaja-di-indonesia-naik-12-kali-lipat-dalam-12-tahun.

Data WHO SEARO (South-East Asia Region) dalam rilisnya mengungkap, 3 dari 4 anak usia 13-15 tahun terpapar oleh pesan rokok, mampir ke sini http://health.detik.com/read/2013/05/28/132831/2257932/763/who-3-dari-4-anak-terpengaruh-iklan-rokok?l771108bcj.

Data riset kesehatan dasar tahun (Riskesda) tahun 2013 juga menunjukkan bahwa perilaku merokok penduduk 15 tahun keatas cenderung meningkat dari 34,2 persen menjadi 36,3 persen, saya kutip dari sini http://depkes.go.id/downloads/riskesdas2013/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf

Data-data ini tentu layak menjadi bahan perhatian, remaja sebagai kalangan rentan mencari eksistensi dengan merokok maka risiko mengidap penyakit mematikan berbanding lurus dengan usia dini merokok.

Hari ini 31 mei 2014, kembali diperingati sebagai hari tanpa tembakau sedunia (HTTS), gerakan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya tembakau bagi kesehatan, acara tahunan berisi himbauan untuk para perokok agar berhenti merokok selama 24 jam serentak di seluruh dunia. Menggugah dan menarik perhatian publik akan dampak merokok bagi kesehatan.

Peringatan HTTS tahun 2013 lalu menjadi isu public dengan tema “Hentikan Iklan, Promosi, dan Sponsor Rokok” Tahun ini tema yang diangkat pengusung HTTS di situs resmi WHO “Raise taxes on tobacco” linknya ada disini http://www.who.int/campaigns/no-tobacco-day/2014/event/en/ . “Naikkan Cukai Rokok, Lindungi Generasi Bangsa”.

Jika rokok adalah tataran mind set ideologi, garis tegas yang harus ditebalkan?! Pro kesehatan atau pro rokok? Jika masih abu-abu rokok dan uraian masalahnya sepertinya masih jadi PR panjang.[]

*saya ingin hidup sehat tapi saya tak bisa hidup sehat, bukan karena saya tak mau tapi karena saya tak mampu. Sehat dan bebas asap rokok mungkin barang mahal andai usaha masih dalam tataran individu, karena itu gerakan pemberdayaan akan bahaya merokok tak boleh berhenti, dukungan sosial juga tak kalah penting, tetapi andai di Kota ini regulasi pro kesehatan terwujud “Kawasan Tanpa Rokok (KTR)”, tak akan ada lagi pagi-pagi menyebalkan seperti prolog tulisan ini:(

**
Kdi,01;20 WITA - 31052014, Curhat pengguna angkot di Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2014

^^niteall

Rabu, 28 Mei 2014

Bulan

Memandangi bulan dari balik tirai jendela,
Ingin sekali berkata padanya,
Cahayamu begitu indah malam ini..

Seandainya bisa,
Ingin aku memeluk rembulan,.
Gemerlap cahayanya bgitu menggoda.

Ahh..tak perlu menggapainya,
Teruslah melangkah, toh dengan cahayanya..
kemanapun melangkah,.
Dia yang kan mengikutimu

*mengapa meminta keindahan nun jauh dari jangkauan,
pun dihadapan ada keindahan lain telah memilihmu:)

tatikbahar

Selasa, 27 Mei 2014

..dan yang kemudian itu lebih baik :)

Kaki harus terus melangkah,
kerikil tajam dan bongkahan batu bahkan duri boleh saja melukai,.
Tak mengapa berhenti sejenak menahan pedih, 
menangis pun bukan tanda kelemahan
langkah kaki tak boleh berhenti
tujuan telah jelas, petunjuk dan arah telah pasti.

Meyakini hati.. esok harapan akan takdir baik telah menanti..

..dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan..(QS.93:4)