Minggu, 26 Januari 2014

Langit

Aahay..coba lihatlah...
Dunia ini tak hanya satu warna
Hidup ini begitu banyak bahagia
Hanya perlu melapangkan hati menerima
Hanya perlu ketulusan jiwa memahami
Hanya perlu Keikhlasan diri menjalani


Aahay..coba lihatlah...
Di atas langit masih ada langit
Aku, Kamu, Dia tak ada apa-apanya
Hanya perlu meluaskan pandangan
Hanya perlu menengadahkan wajah
Hanya perlu menengok ke langit

Langit..ohh ternyata Dikaulah jawabannya

Kendari, 26 Januari 2014
@tatikbahar

Selasa, 14 Januari 2014

KOJAK, Komunitas Anak Jalanan Kendari



Pemandangan seperti ini sudah beberapa kali saya temui saat berkunjung ke pelataran Mesjid Agung Alkautsar Kendari, anak-anak jalanan berkumpul memegang buku dan pena, mereka belajar membaca dan menulis ditemani kakak-kakak pendampingi mereka. Saat berkumpul begini mereka terlihat serius memandangi bukunya, menulis, berdiskusi sambil sekali-kali bercanda dan tertawa bersama.

Ahad sore kemarin saya menyempatkan waktu sebentar berbincang-bincang dengan mereka, kegiatan apa sih ini? Kelihatannya seru juga. Keinginan tau lebih banyak membuatku menemui koordinator pendamping mereka, di bawah naungan KOJAK (Komunitas Anak Jalanan) sebuah lembaga yang bertujuan mengentaskan buta aksara pada anak-anak jalanan, kegiatan ini sudah berjalan sejak tahun 2008. Sempat fakum satu tahun selama 2009 karena tak punya motor penggerak, aktif kembali di tahun 2010 hingga sekarang.

Kegiatan mereka bertujuan menuntaskan buta aksara pada anak-anak jalanan di Kendari. Tengoklah anak jalanan diseputaran lampu merah mesjid Agung, mereka berada dijalanan sepanjang hari saat anak-anak lain seusia mereka belajar di sekolah. Jadwal belajar bersama KOJAK hanya sekali satu pekan, setiap ahad siang-sore. KOJAK memfasilitasi relawan (kebanyakan pelajar dan mahasiswa) yang ingin meluangkan waktu mengajari anak-anak jalanan membaca dan menulis. Dana kegiatan mereka peroleh dari membuat bazar, donatur, juga baksos yang mereka adakan per periodik untuk menyediakan berbagai fasilitas belajar.

Jujur saya baru tau kemarin jika ada komunitas seperti ini (emang kemana aja neng? Kasian banget., hehe), tapi sutralah., 'better late than never' isn't it?!. Sebenarnya melihat kondisi anak jalanan mereka bukan hanya rentan masalah pendidikan, tetapi masalah kesehatan juga. Aktifitas mereka dijalanan membuat rentan terhadap berbagai penyakit. Salut deh dengan KOJAK yang tergerak menyentuh pendidikan anak jalanan, bagaimana dengan kesehatan mereka, higiene perorangan misalnya? Sepertinya bisa jadi salah satu PR untuk Public Health UHO

Oh iya, diakhir perbincangan bersama koordinator pendamping kemarin beliau sempat menyampaikan jika saat ini anak-anak jalanan dalam binaan KOJAK baru bisa memberikan pendampingan baca tulis latin, untuk baca tulis alqur’ran mereka belum memiliki tenaga sukarelawan.Nah lho, peluang amal jariyah makin banyak nih., ada yang berminat? PM (Ping Me) hehee., ( bacanya ala-ala online shop:)

@tatikbahar

Dusta, Kau Tak Mencintaiku

Membaca Alqura’n onedayonejuz lumayan berat. Jangankan onedayonejuz dua lembar perhari saja berat. Alqur’an jauh kalah menarik untuk mengisi waktu dikeseharian, tengoklah Handphone yang isinya full musik dan lagu, tengoklah laptop yang isinya kebanyakan film, tengoklah betapa familiarnya #indonesiaberjoget ketimbang #indonesiamengaji. Rasanya hidup tanpa membawa Handphone sehari tak lengkap.  Hidup sunyi jika Smart Phone jauh dari genggaman, perasaan tak nyaman hadir jika tak menyentuh Smart Phone. Andai perasaan itu juga ada saat alqur’an jauh dari pandangan, tapi apa bisa?! caranya bagaimana?! Cinta yah mungkin Cinta lah jawabannya.

Onedayonejuz gerakan kebaikan, onedayonejuz adalah sarana untuk dekat dengan Alquran, membiasakan diri bercengkrama dengannya, membiasakan diri berada didekatnya, membiasakan diri berinteraksi dengannya? membiasakan diri bercakap-cakap dengannya, bukankah cinta akan hadir lewat kebersamaan? bukankah cinta itu akan hadir dengan pembiasaan? mengapa aku mencintaimu? karena aku nyaman denganmu, mengapa aku mencintaimu? karena aku terbiasa denganmu, mengapa aku mencintaimu? karena aku menemukan kebaikan denganmu. Rasa ini tumbuh subur saat hati terpaut padamu.

Aku tahu perintah membacanya jelas, pahala yang diraih juga pasti, membacanya adalah kebaikan, satu-satunya kitab yang setiap hurufnya akan diganjar kebaikan bukan hanya satu tetapi sepuluh kebaikan adalah Alqur'an, kitab yang berisi petunjuk dan arah kehidupan, kitab yang membacanya adalah ibadah, kitab yang menjadi syafaat dikehidupan abadi. Aku tahu semua aku tahu, aku bahkan tahu alangkah rugi saat membiarkanmu menjauh pergi. Tetapi untuk dekat denganmu aku..aku..

Sumber Gambar: Ka. Hana Gr. ODOJ1005
Sumber Gambar: Ka. Hana Gr. ODOJ1005

Sungguh aku mencintaimu, tapi aku belum berani membawamu di tasku kemanapun aku pergi, aku belum bisa mengajakmu menemaniku dalam hidupku, menemani hari-hariku, aku belum berani menunjukan rasa cintaku pada dunia, biarlah kau cukup ada tempat tersembunyi dihatiku. aku malu jika harus terlihat bersamamu dikeramaian. sungguh aku malu menunjukkan dekat denganmu. tapi aku sungguh mencintaimu.

*Ahh,. kau berdusta kau tak sungguh-sungguh mencintaiku


ODOJers www.onedayonejuz.org
#CerminUntukDiri


ODOJ1005
@tatikbahar

Lupa Laptop di Angkot

Penyakit lupa-ku ternyata belum juga sembuh, pagi ini kembali laptop saya lupa di angkot, masih lekat dalam ingatan beberapa waktu lalu saya juga pernah lupa laptop di angkot., dan pagi ini kembali terjadi.
Shock!! pekan ini telah memasuki jadwal peng-input-an nilai, nilai-nilai mahasiswa sudah hampir rampung semua, jurnal yang dalam pengeditan, bahan ajar yang telah direvisi, tulisan-tulisan plus data-data penting lainnya., rasanya campur aduk. Saya sadar lupa beberapa saat setelah tiba dikampus dan berniat mengedit kembali pekerjaan hari ini.

Kampus sepi, hanya beberapa orang mahasiswa yang nampak hilir mudik, sepertinya tak ada yang bisa dimintai tolong untuk membantu mencarikan. Belajar dari pengalaman kehilangan sebelumnya, satu-satunya cara menemukannya adalah dengan mengejar angkot yang tadi saya tumpangi. Hati ini sungguh berharap semoga masih bersua laptop itu.

Alhamdulillah, mendekati parkiran saya bertemu alumni yang baru saja tiba dikampus. saya menceritakan kepadanya jika kehilangan laptop di angkot dan minta tolong dicarikan angkot tsb. Saya hanya sempat menjelaskan ciri-ciri angkot dan supir yang saya tumpangii. Dibantu oleh salah satu staff perpustakaan adik itu langsung berbalik arah.. Yaa Allah.. jika masih punya tabungan energi positif, aku ingin dicairkanlah hari ini.. Allahulmusta’an..

Dua puluh menit kemudian, saya menghubunginya dan bertanya, “gimana de, apa ketemu laptopnya?”., dia menjawab “Iya bu., alhamdulillah ketemu, ini sudah ada sama saya”. Subhanallah., ahh.. saya spechless..
Sesampainya dikampus adik yang saya mintai tolong tadi bercerita, awalnya dia mendatangi pangkalan dan bertemu beberapa supir angkot dengan rute yang sama. setelah menjelaskan mencari laptop, dia diajak ikut angkot berikutnya untuk mengejar pak supir angkot dengan ciri-ciri yang telah saya berikan. Allhamdulillah dipertengahan jalan mereka berpapasan tetapi dengan rute yang berlawanan.

Ternyata, pak supir itu juga tidak mengetahui jika ada laptop yang dilupa, laptop tersebut malah ditemukan oleh penumpang dibelakang pak sopir. Setelah itu pak sopir sempat juga bertanya ke penumpangnya “Tidak adaji to yang punya ini barang?” Penumpangnya menggelang, maka yakinlah barang itu diserahkan ke adik tadi.

Well, pulangnya adik itu malah dapat tumpangan gratis tiba ke pangkalan angkot untuk mengambil motornya yang di titipkan disana, klo masih berjodoh tak kemana yah:)
Terima kasih Allah, terima kasih yang telah membantu mencarikan, terima kasih pak sopir, juga para penumpang angkot,. syukran wa jazakumullah khoir.,

Kembalilah

Sebentar lagi aku tiba
Sebentar lagi aku sampai
Aku akan mengantarmu kembali
Kembali ke tempatmu seharusnya

Tinggal dan berdiamlah disana
Sudah cukup waktumu menemaniku
Sudah cukup waktumu bersamaku
Terima kasih pernah membuatku tertawa
Terika kasih pernah membuatku menangis

Tak pernah menyesali menemukanmu
Tak boleh membenci kau menyapaku
Tak boleh marah mengapa membiarkanmu
Karena Esok lusa boleh jadi aku tersenyum mengingatmu

Hadiah Pelukan


Pagi ini jadwal kuliah seperti biasa, pekan kedua desember adalah jadwal diskusi tugas akhir., dua pekan lagi jadwal final, pekan depan "minggu tenang". Jadi hari ini jadwal terakhir masuk kelas., alhamdulillah dikelas mrk telah siap mempersentasekan materi tugas yang diberikan,. Tugas kelompok rata-rata perfect memperoleh nilai maksimal., senangnya melihat mereka mengerjakan tugas dengan hasil yang baik.

Akhirnya diujung perkuliahan sy sempatkan, mengingatkan untuk persiapkan diri sebaik-sebaiknya untuk menghadapi ujian akhir semester depan, memotivasi agar mereka bisa memaksimalkan diri, klo boleh sy berharap merekaa semua lulus dengan nilai paling baik. Tak lupa juga menyelipkan permohonan maaf jika selama perkuliahan, delapan kali pertemuan kita ada yang tidak berkenan menggores hati., mari saling memaafkan, smg kalian semua sukses menghadapi ujian "final" pertama selama berstatus mahasiswa, mhn doakan juga ibu semoga dimudahkan perjalanan hari ini untuk mendampingi kakakmu praktikum, juga semoga Allah mudahkan untuk urusan yang lain., untuk semua hal semoga Allah mudahkan..Aamiin satu kelas serempak menjawab.." aaminn"..

Saat akan keluar kelas dan berpamitan, salah satu mahasiswa perempuan mengacungkan tangan dan berkata, bu bisakah saya mencium tangan ibu dan memeluk ibu?

MasyaAllah, satu orang maju penghuni kelas lain menyusul.. jadilah hari ini mendapat pelukan hangat dan doa tulus dari 53 orang mahasiswa.

Terima kasih de untuk doanya hari ini, terima kasih juga untuk pelukan dan doa tulus kalian.,

Ahh., andai kalian tahu hari ini..sungguh terharu..


Catatan, 06122013