Kamis, 04 Juli 2019



ANTOLOGI puisi terbaru saya, alhamdulillah telah terbit
Dalam Balutan Rindu dan Asa, harga Rp. 55.000
Silahkan yang berminat WA ke 08114021982


Jangan Mau Kalah Dengan Nafsumu!
*Tatik Bahar

           
“Kehidupan dunia ini terukur,
Kehidupan akhirat itu selamanya,
Maka adillah menyiapkan bekal untuk dunia dan akhiratmu”

 *buku antologi baru saya, harga Rp 45.000, WA ke 08114021982 jika berminat :)

Sabtu, 08 Juli 2017

Referensi yang Menginspirasi




Perjalanan kehidupan adalah referensi yang menginspirasi,
 mungkin tak bisa ditemukan oleh semua orang, 
tapi bisa melekat pada semua orang, 
bahkan bisa terjadi pada semua orang. 

Perjalanan menuntut perubahan, 
dan perubahan adalah keniscayaan, 
referensi yang menginspirasi bisa didapat pada perubahan,
 teruslah berjalan karena dalam perubahan bertambah pengalaman, 
seiring itu impian dan harapan juga berkembang.

Alangkah indahnya meniti referensi yang menginspirasi lewat perubahan,
 aku ingin terus tumbuh dalam kebaikan,
 mungkin perubahan adalah adalah referensi yang menginspirasi

Dosen Seperti Apa yang Disukai Mahasiswa?



Hari ini seorang mahasiswa memposting tentang jilbab di group tertutup milik mahasiswa Promkes FKM Uho. Tentang jilbab, dosen, dan mahasiswa saya punya kisah tersendiri. Saya pernah dilarikan mahasiswa karena jilbab, ckck jadi mikir dosen seperti apa yang disukai mahasiswa? 
Suatu hari, saat lagi belanja ditemani adik sepupu di Lipo Plaza niatnya sih mau beli baju maka naiklah kita ke lantai dua, ehh tanpa sengaja bertemu mahasiswa FKM UHO tingkat akhir, saya awalnya tidak menyadari kehadirannya sampai adik sepupu saya berkata :
"Ka lihatpi itu.. (menunjuk ybs) kenapa di' pas da lihat kita da lari sembunyi? Dia larikanki' ka..kenapa ka? "
"Siapa de? Mana?" 
Mata mencari arah yang dia tunjuk, saya mengikuti arahan adik sepupu, mencari dan akhirnya ketemu seorang gadis dengan rambut panjang tergerai..hanya bisa tersenyum dan dan berbisik pada pada adik sepupu:
"Ohhh yang sana itu mahasiswaku de.., dia lari mungkin karena ga pake kerudung, klo di kampus dia itu kerudungan..." 
Adik sepupu saya ikutan tersenyum bersama..kodong..kodong...kasiannya dilarikanki mahasiswa..
Esoknya saya bertemu dia dikampus, kebetulan lagi dia menghadap untuk konsultasi jurnal penelitiannya, tau kan adegan selanjutnya..hehee..

Saya ngobrol panjang lebar bahwa sebenarnya saya melihat dia kemarin dan bertanya kenapa mesti sembunyi?
Sampai akhirnya keluar kata ini darinya:
"Maaf bu..maaf yang kemarin"
"Lho knp minta maaf sama ibu? Tdk de kita tdk ada salah sama ibu, minta maaf nya jangan ke ibu..." 
Saya hanya bisa bilang seperti itu pada dia dan malamnya sempatkan menulis terinspirasi dari kejadian hari itu..
***
Kemuliaan dan Selembar Kain
Selembar kain ini menjadi bernilai saat pemakainya sadar bahwa ini adalah tanda ketaatan bukan sekedar pakaian.,
Selembar kain ini akan bernilai saat kesadaran hadir tentang kewajiban menunaikan titah sang penguasa alam bukan hanya sekedar penutup kepala.,
Selembar kain ini akan bernilai saat kesadaran hadir bahwa muara yang dituju dari hijab adalah keridhoan Allah bukan sekedar menggugurkan kewajiban.,
Selembar kain ini boleh jadi menjadi bukti ikatan antara penguasa kehidupan dan hambanya.,
Bukankah Dia bertanya Alastu Birabbikum? (bukankah Aku tuhanmu?) kita pun menjawab qaaluu balaa syahidnaa.. "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi".

Hari dimana Roh berjanji akan ketaatan dan penghambaan pada-Nya.,Janji yang akan dimintai pertanggungjawaban, inilah yang membuat selembar kain ini begitu berharga.
Selembar kain yang menentukan posisi seorang wanita dalam pandangan Tuhannya,.
Selembar kain tetap selembar kain tapi selembar kain bisa membawa kemuliaan dengan ketaatan pemakainya.,
Lalu apa yang salah dengan melepas kain itu? memasangnya kembali, lalu melepasnya lagi?
Agama ini nasehat dan hati ini bagai buku berbolak-balik. Angin sepoi membuatnya bertahan, angin kencang membuatnya bertebaran, selalu ada kesempatan kembali, selalu ada kesempatan memperbaiki lembar-lembat halamannya.
Saat nasehat tak mampu lagi menyentuh hati, Doa selalu jadi pilihan terbaik, semoga Allah memberi dan menjaga hidayah untuk hati-hati ini.
Doa adalah pengikat kita, karena aku dan kamu tak ada yang tau ujung dan akhir ceritamu, juga ujung dan akhir ceritaku..
semoga kisah kita dan semua yang sempat membaca tulisan ini berakhir penuh keberkahan, berakhir penuh ketaatan...Aamiin Allahumma Aamiin...
"Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik (Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)"
***
Hidup selalu butuh perjuangan…
Seperti bahagia yang harus diupayakan…
Sertakan Allah dalam setiap perjalanan…
Itulah syarat utama kebahagiaan
Bukanlah iman jika hanya sekedar angan-angan dan khayalan, akan tetapi iman diucapkan dan dibuktikan dengan anggota tubuh dan amal sholeh, demikian perkataan Hasan Al Basri.
Alangkah beruntungnya manusia2 yang ingin menjadi baik dgn memperbaiki diri, walaupun harus memaksakan diri. Untuk kebaikan dan amal sholeh memaksakan diri tak akan merugi. Jika tak menghabiskan usia dengan kebaikan pastilah dihabiskan dengan keburukan.
"godaan dunia amatlah samar, hanya terlihat bila diperhatikan secara seksama dan penuh kesadaran jiwa, hanya orang yang betul2 sadar yang tahu kalau dirinya sudah terjebak dalam cinta dunia" Hasan Al Basri.
Konon untuk sebuah "kebaikan" memaksa diri pun tak mengapa.
"Dunia bukanlah kediaman abadi kalian. Allah telah menetapkan dunia sebagai alam yang fana. Allah telah menetapkan kesulitan bagi para penghuni dunia selama di dunia. Berapa banyak bangunan permanen yang tak lama saja sudah hancur. Berapa banyak orang yang hidup berkecukupan tak lama saja sudah kembali sengsara. Kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah persiapkan perbekalan terbaik yang kalian miliki untuk mengarungi perjalanan. Berbekallah, dan bekal terbaik adalah ketakwaan!" (Umar Bin Abdul Asis)
Yaa Allah jadikanlah usaha kami ini sebagai hujjah kami dihadapanMu kelak. Mungkin ini tak akan mudah, tapi ijinkan kami menempuh setapak demi setapak jalan menujuMu, menjemput keridhoanMu bersama2 bergenggaman tangan dan saling menguatkan.
















buku pemasaran sosial

Kamis, 06 Juli 2017




Buku dasar2 promosi kesehatan, sudah edar sejak tahun lalu,  Alhamdulillah

Minggu, 02 Juli 2017

Galak

_Semester ganjil 2012  


Aku mempergegas langkah kaki ke ruangan kuliah, sesekali melirik sekilas ke pergelangan tangan, jarum jam silver mendekati angka delapan, itu artinya sudah waktunya mengajar jam pertama, tahun ajaran baru, mahasiswa baru, selalu ada semangat menjumpai mereka, wajah wajah teduh khas sama, polos siap di poles oleh atmosfer kampus.  


Waktu berlalu, tak terasa dua jam pelajaran selesai, kelas besar menguras energi tapi raut wajah anak2 itu seakan memberi warna tersendiri, seperti biasa pertemuan perdana pasti membuat mereka punya kesan tersendiri, kesan pertama di pertemuan pertama. 

"Hari ini kita buat kontrak kuliah yah, klo bisa semua mahasiswa perempuan ke kampus menggunakan rok, janganlah kalian pakai celana panjang ke kampus, apalagi pakaian ketat, klo bisa dihindari yah, bukan apa2 beberapa waktu yang lalu saya sempat dapat keluhan dari kakak kelas kalian yang sulit konsentrasi belajar karena pakaian ketat, jadi kita sepakat yah, kuliah bersama ibu kita sama2 memakai rok untuk perempuan, gimana kalian setuju,?"

"Iya bu, setuju!!"  

"Alhamdulillah.."  

Itulah kesepakatan yg kami buat hari ini, pemaksaan? Tergantung perspektif masing2, perempuan dan rok, pemaksaan? Ah yang bener saja!!  

 ***  
Krasak krusuk mahasiswa sibuk mempersiapkan persentase kuliah, alat dan bahan materi persentase sudah di pajang di dinding2 kelas, kelompok telah dibagi sejak pekan lalu, kini saatnya mereka mempersentasekan tugas mereka.  

"Kenapa kelompok kalian materi persentasenya seperti ini?! Tidak maksiamal sekali cara kalian mengerjakan tugas!! Sudah ini yah kemampuan terbaik kalian??"

Saya memberi komentar pada salah satu kelompok yang memaparkan materinya,mereka tak bisa menjawab terdiam, kompak hening seluruh kelas. 

 "Coba perhatikan dan jawab pertanyaan ibu, berapa orang yang mengerjakan tugas ini? Jujur yah!" 

 Saya bertanya lugas pada anggota kelompok tersebut, dan hanya sebagian kecil dari mereka yang angkat tangan.  Jadilah hari ini saya memberikan komentar panjang lebar tentang tugas "asal jadi" persentase "asal maju" buatan mereka, satu kelas dapat sarapan pagi tambahan. Di akhir perkuliahan saya menambahkan, 

 "Pekan depan akan ada tugas berikutnya, materi berbeda tetapi metode mengerjakan tugas tetap sama. Silahkan kelompok diskusikan dan putuskan, kalian akan mengerjakan tugas "asal jadi" seperti hari ini, atau berbuat yg terbaik, kuliah selesai!!"  

Saya segera keluar dari kelas itu, dan membiarkan mereka berdialog.  Pekan depan di waktu dan jam yang sama saya kembali mengajar di kelas itu, hasilnya?? 

Apakah kualitas pekerjaan rumah  mereka tetap sama?? 

  Isi kepala kita sama, Alhamdulillah!!  

Sabtu, 01 Juli 2017

Bang Tobat Bang

Kisahku dan  a bang

***

Bang.. Bang.. Tobat saya Bang.. Janji tak ku ulangi Bang..

Kami pun punya pengalaman tak terlupakan soal bang yang satu ini. Tahun 2012 silam entah gimana awalnya  bisa terjerat dosa besar ini, mungkin karena saat itu ada teman ibu yang ingin melepas KPR rumahnya dengan harga miring, beliau sekeluarga lagi di runung masalah dan menawarkan take over kredit rumahnya pada ibu, karena ibu suka dengan lokasi rumah, apalagi dekat pasar, kampus, rumah sakit, pusat perkantoran,  sekolah, maka ibu membujuk ku untuk melanjutkan cicilan KPR itu.  Setelah diskusi dengan keluarga akhirnya diputuskan mengambil rumah itu.

"Baiklah daripada gaji juga habis percuma, biarlah gpp deh mulai cicilan rumah" Pikirku saat itu.

Tahun berlalu, hingga 2016 tidak ada masalah dengan KPR kami, hingga pada suatu malam saya berdiskusi dengan suami, suami bertanya

 "coba ingat2 kembali, sejak kapan kita sering sakit?"

Saya jawab pertanyaan suami sambil merenung,  yah tahun 2014 saya pernah masuk rumah sakit karena sakit perut berkepanjangan, gejalanya sudah terasa sejak 2013 tapi akut benar2 pas lebaran 2014, Saya harus diopname di RS selama beberapa hari. Penyakitnya tidak berhenti sampai di situ,  akhir tahun 2015 tiba2 muncul benjolan di bawah ketiak, tidak tanggung2 melebar hingga sembilan sentimeter, Saya sampai memeriksakan diri di RS Surabaya pada waktu itu, Alhamdulillah kata dokter tidak ganas tapi harus di angkat hingga ke akarnya. Saya ceritakan semuanya pada suami. Beliau hanya bergumam lembut sambil menggenggam tanganku "Hmm setelah Dipikir2 ternyata rentang waktu penyakit2ta itu ada setelah cicil rumah ini, Apa ada hubungannya? Jangan2 ini juga penyebab Allah belum mengabulkan doa2 kita untuk punya momongan" Ucapnya sambil menerawangi rumah kami.

Tanpa terasa air mataku menetes, tersentuh dengan ucapan lembutnya, padahal dia mengatakan nya nyaris berbisik, genggamannya di tanganku pun makin erat. Akhirnya kami berdua berkesimpulan harus segera putus hubungan dengan bang, kalimat  pamungkas untuk bang sudah kami siapkan "

"Bang, You and Me,  End!!!"

Segera setelah itu kami memasang pengumuman di media on line untuk menjual rumah kami, harapannya rumah ini terjual untuk melunasi pokok utang pada bang yang jumlahnya lumayan besar. Tapi usaha kami bukannya tanpa hambatan, hampir sebulan tak ada tanda2 rumah kami akan laku, calon Pembeli hingga deadline pembayaran cicilan bulan berikutnya belum nampak, kami pun sudah tak mau lagi membayar cicilan bulan berjalan,  membayar cicilan berarti membayar Bunga bang yang hampir tiga perempat bagian dari total cicilan kami. Tak mau tak boleh lagi bayar cicilan Riba.

Kami berembuk lagi, akhirnya jalan satu2nya untuk mendapatkan uang cash dalam waktu singkat adalah mobil, yah mobil harus kami lepas, Alhamdulillah mobil kami laku hy dalam waktu dua hari, Tapi harganya belum mencukupi harga rumah, di tambah pinalty karena percepatan pelunasan utang kami hampir Menembus 130juta rupiah.

Yaa Allah demikian beratkah ingin lepas dari jeratan Riba? Kami berdua hampir pitis asa,  waktu akhir sebelum tenggang bulan kedua sdh di depan mata,  Akhirnya saya menghubungi beberapa teman yang saya rasa bisa membantu, Alhamdulillah dua orang teman baik kami mau meminjamkan sisa kekurangan uang kami (jumlahnya lumayan besar). Semoga sahabat yang membantu kami ini dimudahkan urusannya dunia akhirat (aamiin).

Kami pun ke bang untuk memutuskan hubungan. Saat pengurusan pelunasan KPR tersebut ada percakapan menarik yg tdk bisa kami lupakan.

"kami tdk bisa lagi melanjutkan cicilan rumah kami pak"

Percakapan mengalir, kami menjelaskan maksud kedatangan kami, mereka merespon dan di akhir percakapan

"Pengajian di mana bu?  Islam Jama'ah yah ?"

"..!?..?!¥@#.."

***

Sebuah kesyukuran luar biasa akhirnya bisa lepas dari jeratan bang bang, gpp deh naik motor lagi yang penting hati tentram bebas utang riba, Alhamdulillahnya lagi dalam jangka waktu dua bulan utang ke dua sahabat kami itu telah kami lunasi (terima kasih banyak untuk bantuannya pada kami, semoga mereka berdua membaca postingan ini). Rezki Allah maha luas,  ingin lepas dari maksiat insyaAllah akan dimudahkan.

Satu lagi sebulan setelah lepas utang KPR riba bang,  saya positif hamil. Apakah ini kebetulan? :)

Maka nikmat Tuhan mana yang engkau dustakan

Hidup Bebas Merdeka itu Lepas dari Riba, setuju??

Rabu, 13 Januari 2016

Langit, Bulan dan Harapan

Assalamu alaikum, MasyaAllah kak baru saya baca bukuta, langit, bulan dan harapan. tadinya sy baca secara acak tiap judul disetiap bagian, tidak tahu kenapa pas bagian terakhir saya baca dibagian satu judul pertama, meleleh air mataku... Ingat mamaku rahimahullah. Jadi satu2x tempat yg aman utk meluapknx ku pilih diatas motor kak. Amankan mata tertu2p dgn kaca motor, tangisan kalah dgn Angin... Tp smua judul masyaAllah kak, atau mungkn saat itu juga hatiku sedang galau...Barakallahu fiyk kak, syukron jazakillah khair..

***

Pagi ini sebuah sms masuk di hapeku, terharu, ikut terharu bersamanya. Sebuah kebahagiaan bagi seorang penulis jika apa yang dibagi lewat tulisan dapat bermanfaat bagi orang lain, walaupun niat awalnya menulis adalah sebagai wasilah menasehati diri sendiri, menorehkan isi hati dalam keserdehanaan kata, kisahnya bukan kisah muluk2, drama, apalagi fantasi. Labuhan *langit bulan dan harapan jauh dari itu semua.

Hidup tak hanya satu warna, anekaria kisah silih berganti, tak bisa memilih jalan cerita kehidupan, Hanya berharap padanya ada kebaikan, sejatinya impian hanyalah keberkahan, Tapi tentu tak semudah itu menemukannnya. Mencoba memahami dengan pemahaman yang benar bahwa hidup selalu butuh perjuangan, begitupun bahagia yang harus diupayakan, semoga Allah selalu ada dalam setiap persinggahan, karena itulah syarat utama kebahagiaan.

Sumber inspirasi itu dekat, ada di depan mata. Hanya perlu sejenak meresapi, merenungi dan mencari jawaban di hati. Just open your heart, biarkan Dia yang memutuskan yang terbaik untukmu.

Alhamdulillah jika labuhan bisa bermanfaat bagi orang lain, terima kasih pembaca labuhan, langit bulan dan harapan.

Syukran wa jazakumullah khoiran katsiran

Salam

#ODOP

#hariketiga

Selasa, 12 Januari 2016

Pernikahan Syar'i



Pernikahan syar'i impian semua ikhwan dan akhwat yang belum menikah. (Sebutan ikhwan dan akhwat adalah sebutan untuk laki2 dan perempuan dalam bahasa arab, tapi biasanya di tujukan pula pada laki2 dan perempuan yang aktif belajar islam). Pernikahan syar'i adalah pesta pernikahan yang sesuai dengan syariat islam, yang saya maksudkan di sini pesta pernikahan islami atau yang sering di sebut walimatul ursy.

Dalam pesta pernikahan islami, ada beberapa hal yang harus terpenuhi, misalnya tamu laki2 dan tamu perempuan terpisah tdk berikhtilat (campur baur), tdk boleh bertabaruj dan berhias menyelisih syariat bagi mempelai perempuan, hiburan disesuaikan syariat islam, juga hal2 lainnya.

Tersebutlah seorang akhwat yang juga memimpikan pernikahan penuh berkah, telah datang seorang lelaki baik meminangnya, hari sudah di tentukan, sayang sekali keluarga besarnya tak satupun yang mendukung proposal walimatul ursy yang dia tawarkan, keluarga besar tak bisa menerima utamanya hijab (pemisah antara tamu laki2 dan perempuan), tak ada satupun keluarga yang setuju memakai hijab di acara pesta pernikahannnya kelak, dengan wajah sedih dia bercerita upaya2nya melobi keluarga mentok, saya hanya bisa berkata padanya sambil memeluknya,

"keberkahan.. keberkahan ukhti.. yang di cari dalam pernikahan adalah keberkahan, ini adalah ujian Allah.. kuatlah usahalah terus, berjuanglah untuk keberkahan pernikahannmu"

Saya tak bisa berbuat apa2 selain mendukung dan mendoakan, teringat ucapan nasehat dari "guru tercinta" :

 "ketika iman telah menancap pada diri seorang mukmin maka pantang baginya untuk berkhianat dengan syariatNYA"

Untuk semua hal, apalagi pernikahan, berjuanglah wahai mujahidah !!

#ODOP

#harikedua

Senin, 11 Januari 2016

Mengabadikan Kenangan

Mengabadikan kenangan

Hari berlalu, tak bisa menghalau putaran waktu, seperti kini saat berada di titik ini banyak sudah yang telah terlewati, Sejatinya ada hal-hal penting dalam kehidupan yang mungkin terlewati begitu saja, dilupakan begitu saja, tapi selalu ada yang istimewa, dan istimewa itu selalu berbeda karena letaknya di hati.

Mengabadikan yang ada dihati harus seistimewa isi hati, kenangan memang untuk di kenang, untuk yang istimewa layaklah dalam kenangan, layaklah diabadikan, layaklah dituliskan.

*Esok lusa kenangan bukan hanya untuk dikenang

Happy Monday
TR

Berbagi Pengalaman



Pengalaman itu mahal, ohh kalimat ini sudah sangat familiar apalagi untuk mahasiswa, praktek lapangan yang digelar setiap semester apalagi yang di cari jika bukan pengalaman. Soal ini kita semua sepakatlah.

Hari keempat dilapangan.

"Mana gantt chart kalian, kok belum di tempel?"

 "Belum di print bu"

"Mana daftar hadir kalian?"

"Belum di print juga bu"

"Jadi? Sudah ngapain aja?"

"......"

***

Hari keempat dilapangan.

"Dear ibu.. cerita di lapangan hari ini saya menghabiskan hari dengan begitu padat. Pagi-pagi saya membuat angket evaluasi, kemudian siang skoring pre dan post test. Setelah itu lanjut bermain dengan adik2 di desa, kami bermain sambil belajar.. seruu bu!!! Mereka antusias mengutarakan cita2 mereka, kemudian magrib listriknya padam. Seperti biasa kan kami mengajar mengaji, hanya karena padam lampu jadi kami ga jadi ke mesjid. Ternyata bu adik2 itu yang datang ke posko sambil membawa lilin dan memanggil2 nama kami, mereka mau mengaji bu..jadi saya ajar mereka.. untung ada ilmu tajwid dari LDK. Tapi sedihnya mereka kekurangan iqro bu.. dan mereka ingin ada lomba2, hanya saya terbatas pada apa yang akan saya kasi nanti,.gmn bu... "

"Ibu ada saran, dan bagaimana kegiatannya?"

***

Hari yang sama, pengalaman yang berbeda, satu posko banyak sekali diamnya, posko lain banyak sekali ceritanya. Hehee
(Cerita samaji dengan pengalaman to), setuju ? :)

*Berbagilah maka yang kau bagi akan kembali padamu..
*LDK yang dimaksud Ldk Ulul Albaab Uho yang intens membina dan memperbaiki bacaan Alqur'an mahasiswa2 di UHO. Terima kasih LDK Ulul Albaab.


#ODOP

#Haripertama

Minggu, 18 Oktober 2015

kesedihan punya beragam warna

***
"Masih sakit ti?"

Pertanyaan ini langsung terlontar dari bibirnya saat dia melihatku, kami memang sudah sepekan lebih tak bersua, saya hanya mengangguk lemah mengiyakan.

"Iye, batuknya belum sembuh..."

"Hmm itu hanya kulit2nya sakit ti, InsyaAllah lekas sembuh nah"

Saya menatap lekat2 wajahnya, ada mendung dan raut kesedihan disana, mata kami beradu,

"Bagaimana kabarmu? Apa hasil pemeriksaan dokter?" Sahutku menyambung percakapan kami,

Suaranya bergetar, butiran air mata mulai bergelantungan di matanya yang indah, saya tak sanggup lagi menatap wajah sendu itu, saya tak ingin ikut menangis bersama.

"ti., saya belum pernah pingsan, tapi saat dokter menyampaikan diagnosis itu, saya merasakan darah berhenti mengalir di kepalaku, mata gelap, dan suara2 disekelilingku terasa jauh, ini adalah ujian terberatku.. "

Kami berdua terdiam, sesaat dia melanjutkan,

"Ti..untung ada suami yg memegangiku saat ke dokter itu, saya merasa di vonis dokter."

Saya masih didekatnya, membiarkan dia bercerita sambil berurai air mata, kerudung merah itu ikut basah, saya tertunduk sedih tapi tetap tak ingin terlihat menangis, percakapan ttg ini bukan yang pertama tetapi kesedihan yg melingkupi kami tetap sama.

"Sabar.. sabar say..sudah mencoba mencari second opinion?"

"Ya sdh sedang kami usahakan.. makin mengerti kita ini hanya berpindah dari ujian yang satu ke ujian yang lain, sebelum menikah ujiannya lain, setelah menikah ujiannya lain pula,. Tapi inilah ujian ku yang terberat..."
Mata berkaca2 itu menatapku sekilas lalu tunduk dan menyeka kembali air mata dipipi.

Kami kembali terdiam, saya ingin sekali menggenggam tangannya dan berkata semua akan baik2 saja.

Ukhti..beratnya ujian sebanding dengan pahala, itulah penghibur hati bagi orang2 beriman.

Waktu sholat dzuhur sdh masuk, saya mengajaknya sholat bersama. akhirnya bendungan yang sejak tadi ku tahan tumpah dihadapan Allah..

Allahu Rabbi ternyata saya sayang sekali perempuan ini, sepenuh hati merayu semoga Allah memberi kekuatan padanya menghadapi ujian terberatnya, sama seperti besarnya harapan dan doa agar Allah menguatkanku menghadapi ujian2ku.

"Dan mohonlah pertolongan kepada allah dengan sabar dan sholat..." (QS.2 :45)

Kdi, 02102015

Rabu, 10 Juni 2015

Belajar dalam Kebersamaan

Belajar dalam kebersamaan..
.
Satu penyakit yang paling ditakuti dalam agama ini adalah futur..
Futur malas, lesu dan tak punya semangat..
Penyakit yang mungkin saja menimpa sebagian dari kita..
Puncaknya berhenti total dari amalan jariyah setelah bergerak secara kontinyu.. Allahul Musta'an..
.
Tahukah kita bahwa sifat iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan..
Tidaklah seseorang itu berbuat maksiat kecuali mengurangi iman.
Hati manusia yang cenderung pada dua sifat takwa dan fujur..
.
"Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaan, sungguh beruntung orang yang mennyucikan (jiwa itu), dan sungguh rugiorang yang mengotorinya" (Qs.91: 8-10)
.
Hati ini butuh pengkondisian keimanan..
Jika tak menghabiskan waktu dengan kebaikan pastilah waktu ini habis dengan keburukan..
Futur jika menggorogoti hati jiwa pun menjadi taruhan..
MasyaAllah dunia akhirat bisa tergadaikan...
.
Sahabat terima kasih telah menjadikanku bagian dari kalian..
Saling mengingatkan dan saling menjaga dalam kebaikan..
Aku tak mau sendirian karena kesendirian menghilangkan kekuatanku..
Jika kalian tak menemukanku dalam kebaikan nasehatilah aku..
Sungguh teman sejati tak kan membiarkanmu futur berlinang maksiat..
.
Sahabat..
Temukanlah aku dalam doamu.. Temukanlah aku dalam nasehatmu.. Temukanlah aku dalam kebaikanmu.. Semoga kita tetap dipertemukan dalam keteguhan beramal sholeh..
.
"Perbanyaklah sahabat-sahabat mukminmu karena mereka memiliki syafa'at pada hari kiamat" (Hasan Al-Bashri).
.
"Jika kalian tidak menemukan aku nanti di surga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang Aku: "Wahai Rabb kami...HambaMu... sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau, maka masukkanlah dia bersama kami di surgamu.."
.
Semoga semua kami yang menyempatkan diri membaca tulisan ini diberikan sahabat2 yang senantiasa mengingatkannya dalam kebaikan, patuh, taat, dan istiqomah di jalanMu... Aamiin..
.
Kamu adalah agama teman dekatmu

Pilihan Kemuliaan

Keletihan dalam menuntut ilmu akan dibalas kebaikan insyaAllah..
Belajar..belajar..belajar..
Ilmu tak akan berteman dengan kejahilan..
.
Menumbuhkan jiwa untuk mampu mempelajari kebenaran dan agama (islam) ini dengan menuntut ilmu..
.
Menumbuhkan jiwa agar mengamalkan apa yang telah dipelajari dengan menuntut ilmu...
.
Menumbuhkan jiwa untuk berdakwah mengajarkan apa yang ia ketahui untuk orang lain dengan menuntut ilmu..
.
Menundukkan jiwa agar mampu bersabar di atas jalan dakwah dan sanggup memikul beban dakwah dengan menuntut ilmu..
.
Jika rembulan adalah penerang gelapnya malam..
Ilmu adalah penerang kehidupan..
Terangi kehidupanmu dengan ilmu syar'i...
.
Belajar..belajar..belajar..
Tarbiyah..tarbiyah..tarbiyah..
Keyakinan hanya akan terbentuk dengan ilmu..
Keyakinan hanya terbentuk dengan tarbiyah...
.
Tarbiyah adalah pilihan hidup pembawa kemuliaan..
Tarbiyah adalah pilihan pengantar kemenangan...
Tarbiyah adalah pilihan memenangkan risalah...
Semangat belajar...
Semangat tarbiyah...

Ikhtiar Menapaki Jalan Kebenaran

Dan...
Menyadari diri dalam kekhilafan...
Menemukan diri dalam kesalahan..
Melihat diri dalam kelalaian...

Dan...
Tak ingin membiarkan diri terus dalam kekhilafan..
Tak ingin menemukan diri terus dalam kesalahan..
Tak ingin melihat diri terus dalam kelalaian..

Dan...
Kembali berjuang melawan pesona keduniaan...
Kembali berjuang mencapai kemuliaan...
Kembali meluruskan egoisme yang membinasakan...
Kembali ikhtiar menapaki jalan kebenaran...

“Ya Allah, RahmatMu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan segala urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR Abu Dawud)

”Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du:28)

Hati-hati Hatiku

Hati ini adalah pengendali diri..
.
Satu-satunya bagian diri yang jika dia baik maka baiklah diri..
.
Hati..seperti apa kiranya hati-hati ini?
.
Hati yang selamat dari perkara syahwat..
.
Hati yang selamat dari perkara syubhat..
.
Hati yang menjadikan ridho Allah sebagai landasan kehidupan...
.
Hati yang senantiasa memperbaiki amalan...
.
Hati yang ber-mujahadah mencari kebaikan..
.
Hati yang selalu berhikmat pada Allah..
.
Hati yang bersemangat memperbaiki diri...
.
Duhai hatiku...
Kehidupan dunia ini terukur, sementara kehidupan akhirat itu selamanya...
.
Duhai hatiku...
Maka adillah menyiapkan bekal untuk dunia dan akhiratmu