Minggu, 13 Januari 2013

Awas Barang Haram; Sepatu Kulit Babi

Tut..tut..Hp ku berdering, ada pesan dari teman kampus bunyinya "Baru baca di yahoo. Kata-nya sepatu Kickers bahannya dari kulit babi..sedang ditangani kasusnya pihak berwajib"..hahh kaget juga baca sms ini, langsung teringat 3 (tiga) pasang sepatu Kickers yang sehari-hari menemaniku ke kampus, langsung ku tinggal sebentar masakan di dapur untuk membalas sms Mba Nan..Selesai membereskan dapur saya segera membuka google dan mencari informasi lebih lanjut, juga tak lupa menuju yahoo sesuai petunjuk Mba Nan di sms-nya barusan, ini dia link nya http://id.berita.yahoo.com/distributor-kickers-tarik-penjualan-sepatu-kulit-babi-172418303.html ckckck ternyata infonya sudah marak wara-wiri jadi polemik di dunia maya sejak pertengahan bulan lalu...

Konsumen yang dekat dengan produk ini tentu merasa tidak aman dan butuh penjelasan apa produk yang mereka pakai termasuk kategori Pig Skin Lining atau tidak,.. jikapun tidak semua produk kickers termasuk kategori pig skin lining sesuai berita di link ini http://www.itoday.co.id/politik/awas-sepatu-kickers-berbahan-kulit-babi tentu harus ada penjelasan kepada konsumen, dan pramuniaga toko tempat membeli harusnya bisa memberi penjelasan mengenai hal ini. Saat berusaha mengkonfirmasi hal ini ke salah satu departement store terkemuka tempatku membeli 2 (dua) pasang kickers milikku pramuniaga pertama yang kutemui tak bisa menjawab pertanyaanku, kemudian saya didatangi pramuniaga kedua yang kelihatannya lebih senior, tetapi tetap tak memberikan jawaban memuaskan, padahal pertanyaanku simple sekali "mba gimana cara membedakan sepatu Kickers berbahan kulit babi dan yang tidak,? " pramuniaga itu menjawab dengan senyuman " oh semua produk kami di sini halal..." gimana mba tandanya bisa dilihat dimana?" sambungku kembali. Ia tak bisa memberi keterangan dengan jelas akhirnya temannya berkata "nanti jika datang supervisi dari Jakarta baru ditanyakan".

Apapun alasannya konsumen harus mendapat penjelasan mana produk yang halal dan haram apalagi produk-produk ini harganya lumayan mahal, sayang sungguh sayang mahal-mahal dibeli tetapi najis, harusnya distributor tak perlu khawatir kehilangan konsumen tetap akan ada segmen tertentu yang bisa membeli produk mereka dengan penjelasan yang mereka berikan.

Bagi seorang muslim kehati-hatian sungguh diperlukan karena setiap kehati-hatian untuk memilih yang halal adalah bagian dari menjaga diri.,dan sikap Waro' (berhati-hati) itu tentu sangat terpuji. Sungguh baru hari ini mendengar merk-merk sepatu ter- kategori Pig Skin Lining, Alhamdulillah semua disyukuri walaupun terlambat sekarang sudah tahu. Berhati-hatilah sebelum membeli..sungguh sangat diperlukan kehati-hatian dalam memilih produk sepatu apalagi berbahan Genuine Leather Upper

Bagaimana nasib ketiga pasang Kickersku?! (sambil melirik rak sepatu)

Rahmat dan Rezki Allah begitu Luas..InsyaAllah

Jumat, 11 Januari 2013

Di Ketinggian Pegunungan Pupi Konsel

Pemandangan hari ini membuatku takjub, sebenarnya telah beberapi kali perjalanan melewati rute Kolono-Lainea Konawe Selatan, tetapi baru diberi kesempatan berhenti sejenak dan menikmati pemandangan indah disini di Pegunungan Pupi,. selalu ada perasaan lain saat melihat laut,. birunya menyimpan misteri kedalaman., apalagi kali ini memandangnya dari atas pegunungan.. laut terhampar luas dikelilingi pegunungan, sungguh pemandangan yang indah, sebuah miniatur mahakarya yang luar biasa, apa yang kau pikirkan saat melihat pemandangan ini?!
Memperhatikan Alam Semesta; Laut+Gunung Pemandangan yang Pas, melihatnya dari atas terasa lebih takjub...

Tidakkah mereka memperhatikan..

dan langit bagaimana ditinggikan...

dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan

dan bumi bagaimana dihamparkan...

Subhanallah ....



*Pegunungan Puppy 10012012

Kamis, 10 Januari 2013

Saat Ujian benar-benar Ujian

Musim ujian telah tiba, sekelompok mahasiswa tampak berkumpul di depan sebuah ruangan. Beberapa dari mereka duduk berjongkok sambil membuka buku ajar juga catatan perkuliahan. Sebagian lagi ada yang sibuk berdiskusi materi ujian hari ini, ada juga yang memilih menyendiri di sudut ruangan dengan mengulang kembali hafalan yang telah dipelajarinya semalam. Dua mahasiswa nampak bersiap-siap memasuki ruangan ujian, wajah mereka terlihat tegang mungkin karena metode ujian hari ini ujian lisan, berhadap-hadapan langsung dengan dosen menjawab pertanyaan dengan tenggang waktu yang singkat membuat mereka menyadari bahwa ‘belajar serius’ adalah satu-satunya cara untuk lulus ujian kali ini. Bukankah konyol jika ujian lisan tanpa persiapan karena peluang kecurangan, kerjasama, atau buka buku sangat kecil untuk dilakukan.

Dua mahasiswa tampak bercakap sambil berbisik sesaat sebelum memasuki ruangan:

(A) : Saya kurang persiapan ujian hari ini, semalam saya tidak bisa belajar. Bantu saya yah teman di ujian sebentar.

(B) : Ok, tenang saja.

Masa ujian tiba, berdua mereka duduk berhadapan dengan dosen siap menerima pertanyaan. Ujian ini dibagi tiga sesi, setiap sesi memiliki bobot pertanyaan yang berbeda sesuai dengan tingkat kesulitan soal, sambil mendengar penjelasan sang dosen, si A melirik B yang nampak duduk tenang sambil tersenyum menganggukan kepala saat dosen di depannya menjelaskan aturan ujian, berbeda dengannya yang nampak gelisah dan menundukkan kepala, kerigat dingin mulai mengalir membasahi tubuhnya padahal cuaca hari itu mendung tak bermentari. Aduh seperti inilah rasanya jika ke ‘medan peperangan tanpa senjata’, kesiapannya untuk ujian sangat minim tapi kan si B telah berjanji akan membantunya, janji B inilah yang membuatnya merasa punya harapan untuk lolos ujian ini.

Pertanyaan pertama diberikan, si B nampak lancar dan penuh keyakinan menjawab pertanyaan dosen, jantungnya makin berdegup keras, baju yang digunakannya makin terasa tak nyaman karena panas yang tak ada hubungannya dengan cuaca. Saat gilirannya tiba, sesuai dugaan sedikitpun tak ada yang diketahuinya, hilang blank semua gelap…

Pertanyaan pertama untuk si A nampaknya ia sudah mulai kesulitan, materi yang ditanyakan ini sungguh tidak dikuasainya, sekilas dia melirik B, mengkode dengan mata dan colekan di pinggang, akhirnya B berbisik perlahan memberinya bantuan. Sayang sekali dosen mereka merekam semua adegan ini, dengan tegas ia berkata: “ Silahkan keluar, ujian kalian hari ini kita tunda besok, belajar lagi dan kembalilah esok hari”.

Keesokan harinya A dan B kembali mengantri di depan ruangan dosen. Raut wajah A hari ini nampak lebih rileks, semalam ia telah mempersiapkan diri untuk ujian kali ini. Mereka harus menjawab tiga pertanyaan dengan poin yang berbeda, dan sepertinya A dan B tidak begitu kesulitan kali ini, walaupun tidak sebaik nilai B yang memperoleh nilai 90, A juga mampu mencapai nilai 75, diakhir ujian dosen (D) mereka berkata:

(D) : Baiklah kalian sudah mampu ujian dengan baik hari ini, A dapat nilai 75 dan B nilainya 90 tapi saya diskon 50% jadi nilai B tinggal 45.

(B) : Hahh kenapa bisa Pak? Kenapa nilai saya dipotong? Saya tidak terima Pak, saya belajar tiga hari untuk ujian kali ini dan semua pertanyaan bisa saya jawab dengan benar, kenapa bisa nilai saya di potong?!!

Si B nampak protes mengingat usahanya tak sebanding dengan hasilnya, Si A juga heran kenapa bisa nilai B di potong, padahal sejak kemarin B sangat siap menghadapi ujian kali ini. Sangat jelas jika B belajar keras untuk ujian ini. Dengan suara berlahan dosennya berkata:

(D) : apa anda berdua tau bahwa sejak kemarin saya memperhatikan kalian. Saya belum lupa jika kemarin A meminta jawaban padamu kan?! Dan kau memberinya jawaban, apa benar begitu?!

(B): Eh..hmm anu iya Pak, itu.. saya..saya kasihan padanya (sambil melirik A yang tertunduk diam).

(D): Ya, tapi apakah kalian lupa jika sejak awal saya sudah katakan bahwa tidak boleh ada kecurangan dalam ujian ini, jika Anda membantunya saat ujian dia yang seharusnya TIDAK LULUS menjadi LULUS karena Anda. Coba perhatikan hari ini si A ini bukannya tidak mampu, dia hanya tidak belajar kemarin, buktinya hari ini dia mampu memperoleh nilai 75 tanpa bantuan Anda kan?! Anda protes karena hasil yang Anda peroleh tidak sesuai dengan usaha Anda. Anda keberatan jika nilai Anda 45 tapi kemampuan Anda 90 tetapi kenapa Anda tidak keberatan membantu teman Anda yang harusnya nilainya tidak lulus menjadi lulus. Intinya Anda protes ketika usaha keras Anda tak sesuai hasil yang Anda peroleh, tapi diwaktu yang sama Anda melakukan ketidakadilan ini pada teman Anda?! Jadi, tolong jawab pertanyaan saya, apa saya boleh memotong nilai Anda dari 90 menjadi 45 ?

(B): (matanya panas berair.. entah mengapa kata-kata dosennya kali ini membuat air matanya mengalir dipelupuk matanya) sambil tertunduk dia mengangguk..iya Pak saya terima Pak, tidak apa-apa jika nilai saya dipotong…

Kedua Mahasiswa ini terdiam, tertunduk tak bisa bicara, suasana hening beberapa detik, hanya sesekali isak tangisan B yang terdengar. Akhirnya dosen mereka berkata: “baiklah, nilai kalian tidak akan saya potong, semoga kalian belajar banyak hal dari kejadian ini. Jadi Silahkan keluar!”

*Terinspirasi dari UAS Semester Ganjil 2012-2013

Kamis, 22 November 2012

Usus Buntu dan Air Kelapa

Sejak kemarin pagi saya sudah merasakan ada yang aneh dengan perut bagian bawah sebelah kanan tetapi karena aktifitas yang sudah terjadwal hari itu membuatku mengabaikannya toh tidak terasa begitu mengganggu. Menjelang malam rasa sakitnya semakin terasa, terkadang datang dan pergi dengan sendirinya tapi masih bisa ditahan. Saya bukan tipe orang yang senang mengkonsumsi obat-obatan kimia, jadi jika masih ada pilihan lain jangan dulu kontak dengan obat kimia. Saya mencoba terapi air panas pada bagian perut yang sakit. Setelah terapi air panas ini, nyerinya lumayan berkurang tapi tidak hilang sama sekali, bahkan esok harinya sejak subuh nyerinya semakin menjadi-jadi, terapi air panas sudah tidak berpengaruh lagi, jelang pukul 10.00 pagi nyeri perut ini membuatku tak bisa berdiri lama, duduk, ataupun berbaring, saya sudah hampir memutuskan untuk ke RS terdekat.

Sesaat kemudian saya teringat mungkin ini gejala usus buntu, karena makin lama terasa nyerinya diikuti keram hingga ke pinggang, teringat teman sekantor yang pernah melakukan operasi usus buntu, saya memutuskan menelponnya minimal menanyakan pengalamannya dulu saat sakit. Alhamdulillah ditengah kesibukannya, dia menyempatkan mengangkat teleponku padahal saat itu beliau lagi mengajar di depan kelas. Akhirnya setelah berbicara panjang lebar dia menyarankan jangan dahulu langsung ke RS atau dokter bedah jika memang itu gejala usus buntu, cobalah mengkonsumsi air kelapa muda yang warna kulitnya merah, konsumsi 3 hari berturut-turut setiap pagi saat perut kosong. Saya memutuskan untuk mengikuti sarannya dan mencari air kelapa yang dimaksud. Alhamdulillah 30 menit setelah minum air kelapa tersebut rasa nyerinya langsung hilang, bagaikan air ketemu api.

Subhanallah..saya hanya bisa mengucap syukur nyerinya sudah hilang. Saya tidak tahu apa ini karena pengaruh sugesti atau memang air kelapa tersebut manjur, yang pasti sampai malam ini rasa nyeri tersebut sudah tidak pernah terasa lagi. Gimana Anda berniat mencobanya? :)

Kamis, 15 November 2012

Hukum Saja Kami!

Dosen (D) : Kalian tau kenapa kalian saya minta menghadap kemari?

Mahasiswa (M) : Iya bu, kami ada salah.. tolong maafkan kami bu..hukum sj kami bu, hukuman apapun akan kami lakukan bu..

D : hukuman? hukuman apa? emang kalian mau lari keliling unhalu 10 kali?

M : iya bu, gpp kami siap bu

D : betul siap?

M: iya bu siap bu..

D : serius ?

M: iya bu serius..

D: kalian pikir ini sekolah militer apa? lari 10 kali keliling unhalu?!?!



Mahasiswa jaman sekarang luar biasa, demi nilai apapun akan dilakukan bahkan yang tidak masuk akal sekalipun, lari keliling unhalu?! yang benar sj, apa kalian tahu unhalu itu salah satu universitas dengan lokasi terluas di Indonesia?!

*(sambil tersenyum menahan tawa)



Senin, 29 Oktober 2012

Buku Ajar Kependudukan


Buku teks ini awalnya merupakan bahan ajar mata kuliah Analisis Kependudukan yang ditujukan untuk memberikan informasi tentang Kependudukan mencakup aspek teoritis dan praktis. Buku ini menggali teori umum mengenai faktor yang mempengaruhis struktur penduduk yakni fertilitas, mortalitas, migrasi, dan mobilitas sosial serta aspek praktisnya pada data kependudukan Provinsi Sulawesi Tenggara sejak tahun 1980-2010. Hasilnya buku ini tersajikan sebagai sebuah referensi baik dibidang demografi maupun bidang sosial lainnya, relatif singkat tetapi memuat konsep analisis indikator demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk yakni fertilitas, mortalitas, dan migrasi.




Judul: Sulawesi Tenggara : Tren Kependudukan 1980-2010
Kategori : Kesehatan Masyarakat, Demografi
Penulis : Hartati Bahar    
Harga : Rp. 37.000,-