Jika kehidupan adalah perjalanan yang berujung, maka menulis akan mengabadikan kehidupan...
Selasa, 20 Maret 2012
Tak Perlu Bakat Untuk Menulis
Semua orang bisa menulis, bakat/ga berbakat bukanlah alasan untuk tidak menulis., saat keinginan ada tetapi keraguan datang (bisa atau tidak), baiknya di coba,. jangan berhenti di judul saja, atau berhenti di 15 kata pertama, menulis ternyata yang dibutuhkan hanyalah keberanian. mulailah dengan menuliskan pengalaman berkesan yang dialami., belajar dan terus belajar, ahli tak akan dicapai tanpa pemula kan?! hehehee, ini juga sebenarnya untuk memotivasi diri sendiri., menulis dan jangan berhenti menulis, menulis bisa menginspirasi orang lain., dengan menulis maka kita ada, dengan menulis kita membuat sejarah, dengan menulis kita bisa menanam kebaikan,. dan juga menuai kebaikan., begitu banyak yang bisa didapat dari menulis, jadi mari kita menulis, sepakat?!:)
Senin, 19 Maret 2012
Laptopku dan Angkot (kisah di Angkot jilid 2)
Pernah punya kisah barang tercecer di angkot? saya mengalaminya kamis kemarin, laptop sy lupa diangkot!!., wah kebayang panik dan shock saat sadar laptop yang selama ini jadi teman setia ga ada., ditambah lagi file-file penting yang dikumpulkan sejak kuliah 9 tahun yang lalu semua ada di laptop, sudah terbayang di kepala alangkah susah dan repotnya jika harus membuat kembali bahan ajar untuk semua Mata Kuliah., memikirkannya saja sudah repot apalagi menjalaninya., hanya bisa bergumam dalam hati "Yaa Allah energi negatif apa lagi yang cair kali ini?!" tetapi tetap berharap dan berdoa semoga laptop itu kembali.
Saya memutuskan untuk menunggu di jalur yang berbeda dengan harapan angkot yang tadi saya tumpangi berbalik arah dan saya bisa menemukannya., Setelah memperhatikan semua angkot yang lewat, akhirnya ketemu juga angkot tadi., Alhamdulillah akhirnya laptopnya kembali., walaupun lumayanlah jadi penunggu jalan selama beberapa saat, sengatan matahari di siang terik kamis kemarin hilang seketika saat bertemu kembali laptop itu, senangnya:) padahal dalam angkot tadi sudah banyak penumpang lain lho., Segala Puji hanya milik Allah., bersyukur tiada henti itulah yang bisa terucap, jika memang Allah mentakdirkan milik kita akan kembali kepada kita, tak akan diambil oleh orang lain sekalipun sempat terpisah., karena itu sudah rezeki kita,.
Akhirnya tips saat ditempat umum ingat kembali barang bawaan Anda, dan jangan lupa ingat Nomor Polisi mobil yang Anda tumpangi (buat jaga-jaga) karena salah satu hal yang mempermudah laptop itu ketemu adalah saya kebetulan ingat Nomor Polisi angkot tersebut., hehehee pengalaman yang tak terlupakan., semoga bermanfaat..
have a nice weekend:)
Saya memutuskan untuk menunggu di jalur yang berbeda dengan harapan angkot yang tadi saya tumpangi berbalik arah dan saya bisa menemukannya., Setelah memperhatikan semua angkot yang lewat, akhirnya ketemu juga angkot tadi., Alhamdulillah akhirnya laptopnya kembali., walaupun lumayanlah jadi penunggu jalan selama beberapa saat, sengatan matahari di siang terik kamis kemarin hilang seketika saat bertemu kembali laptop itu, senangnya:) padahal dalam angkot tadi sudah banyak penumpang lain lho., Segala Puji hanya milik Allah., bersyukur tiada henti itulah yang bisa terucap, jika memang Allah mentakdirkan milik kita akan kembali kepada kita, tak akan diambil oleh orang lain sekalipun sempat terpisah., karena itu sudah rezeki kita,.
Akhirnya tips saat ditempat umum ingat kembali barang bawaan Anda, dan jangan lupa ingat Nomor Polisi mobil yang Anda tumpangi (buat jaga-jaga) karena salah satu hal yang mempermudah laptop itu ketemu adalah saya kebetulan ingat Nomor Polisi angkot tersebut., hehehee pengalaman yang tak terlupakan., semoga bermanfaat..
have a nice weekend:)
Kamis, 15 Maret 2012
Belajar Mengelola Marah
Kapan terakhir kali Anda marah? hari ini? kemarin? minggu lalu? atau bulan lalu? atau jangan-jangan baru saja mengalaminya., rasa marah adalah salah satu bentuk ungkapan perasaan tidak senang pada harapan yang tak sesuai kenyataan. Marah secara fisik ditandai dengan detak jantung yang meningkat, tekanan darah yang meningkat, wajah memerah, juga meningkatnya adrenalin. Ucapan saat marah biasanya dilontarkan dengan nada tinggi, tak bisa dikontrol bahkan tanpa sadar kata-kata yang dikeluarkan menyakitkan bagi obyek penderita/sasaran rasa marah Anda.
Mengelola marah sungguh bukan hal yang mudah, sulit sekali rasanya bisa tetap tersenyum manis, diam, cool down saat diperhadapkan pada kondisi-kondisi yang memancing kemarahan. Saya teringat seorang dosen saya, hampir 7 tahun bersama beliau di kampus tak pernah sekalipun melihatnya bermuka masam apalagi marah terhadap mahasiswanya, sungguh luar biasa manajemen marah beliau, bahkan dalam buku yang ditulisnya yang berisi pengalaman saat memimpin fakultas beliau menjelaskan taktik menghadapi kemarahan dengan “DIAM”. Menurut beliau diam lebih baik dari pada mengeluarkan kata-kata perlawanan, diam menunjukkan kita sebagai pemenang, menunjukkan kita mampu menahan emosi kita,. haahh rasanya praktek “DIAM” tak semudah dan sesederhana itu, hari ini saat rasa marah melanda rasanya begitu sulit mempraktekkan senjata “DIAM” ini, menahan emosi pada kondisi-kondisi yang menyakitkan hati sungguh bukan hal mudah, tapi jika tak belajar kapan bisa menjadi pemenang?! saat tak mencoba kapan bisa memulai?! ternyata dalam mengelola marahpun diperlukan “proses belajar”.,
Semoga jika yang lalu masih terpancing, besok jika terjadi lagi(baca; marah) sudah harus menjadi pemenang..InsyaAllah..[]
Mengelola marah sungguh bukan hal yang mudah, sulit sekali rasanya bisa tetap tersenyum manis, diam, cool down saat diperhadapkan pada kondisi-kondisi yang memancing kemarahan. Saya teringat seorang dosen saya, hampir 7 tahun bersama beliau di kampus tak pernah sekalipun melihatnya bermuka masam apalagi marah terhadap mahasiswanya, sungguh luar biasa manajemen marah beliau, bahkan dalam buku yang ditulisnya yang berisi pengalaman saat memimpin fakultas beliau menjelaskan taktik menghadapi kemarahan dengan “DIAM”. Menurut beliau diam lebih baik dari pada mengeluarkan kata-kata perlawanan, diam menunjukkan kita sebagai pemenang, menunjukkan kita mampu menahan emosi kita,. haahh rasanya praktek “DIAM” tak semudah dan sesederhana itu, hari ini saat rasa marah melanda rasanya begitu sulit mempraktekkan senjata “DIAM” ini, menahan emosi pada kondisi-kondisi yang menyakitkan hati sungguh bukan hal mudah, tapi jika tak belajar kapan bisa menjadi pemenang?! saat tak mencoba kapan bisa memulai?! ternyata dalam mengelola marahpun diperlukan “proses belajar”.,
Semoga jika yang lalu masih terpancing, besok jika terjadi lagi(baca; marah) sudah harus menjadi pemenang..InsyaAllah..[]
Kamis, 08 Maret 2012
Info Tugas Komunikasi Kesehatan Kelas B (Genap)
Silahkan daftarkan nama dan tema kelompok Anda pada Komentar di bawah ini. Tema diterima akan segera dikonfirmasi. Tk
Selasa, 06 Maret 2012
Info Tugas Komunikasi Kesehatan Kelas A (Ganjil)
Silahkan daftarkan nama dan tema kelompok Anda pada Komentar di bawah ini. Tema diterima akan segera diconfirmasi. Tk
Rabu, 08 Februari 2012
Kampanye di Angkot
Banyak pengalaman unik sebenarnya yang terjadi di dalam angkot (baca; pete-pete)., full music, boneka, TV, adalah pemandangan biasa di sini., coba perhatikan angkot di kota kita ini tidak ada sepertinya yang tidak full music., penumpang jadi hafal lagu bukan karena suka sama musik atau nyanyian tapi karena setiap hari telinga akrab dengan syair lagu itu. Pernah bertanya ke supir angkot atau pemilik angkot kenapa angkot di sini (Kendari) full music?! Jawabannya mungkin seragam: “tidak ada yang mau naik pete-pete klo tidak ada musiknya!!” jika sudah begini asumsi sy angkot punya peran ganda, pertama sebagai sarana transportasi, kedua sebagai sarana hiburan.
Sebenarnya ada yang menggelitik hingga melahirkan tulisan ini, bukan tentang angkot dan musiknya tapi karena syair-syair lagu yang saya sadari bait per baitnya justru saat berada di angkot.. sudah beberapa kali saya naik angkot dan mendengarkan syair nyanyian yang diperdengarkan sungguh ibarat mendengarkan kampenye pergaulan bebas melalui syair lagu yang dibungkus dengan alunan musik ‘asyik’ hingga membawa pendengar (pelajar dan mahasiswa sebagai pengguna angkot terbesar) terhipnotis menikmati lagu-lagu tersebut. Jika begini masihkah disebut hiburan?!
ku hamil duluan sudah tiga bulan
gara gara pacaran
tidurnya berduaan
ku hamil duluan sudah tiga bulan
gara gara pacaran
suka gelap gelapan
(Tuti Wibowo-Hamil 3 Bulan)
Saat pertama kali mendengarkannya lagu ini, di dalam angkot saya bersama sekelompok anak perempuan berseragam putih abu-abu,. Salah seorang dari mereka nyeletuk kepada temannya: “iihhh., saya suka sekali kasian sama ini lagu.,” dia berkata sambil menggoyang-goyangkan kepala mengikuti alunan musik., ketika mata kami tanpa sengaja bertemu, tanpa sadar kening saya berkerut., eh ditanggapi dengan anak tadi “kenapa kah?! Lagu bagus memang hae ini., lagi trend to skrg?!”., Luar biasa.. gadis berkerudung putih itu seakan sadar bahwa berkerutnya keningku adalah wujud protes terhadap perkataannya. Apa yang terbayang jika cerita “hamil duluan” ini menjadi konsumsi dan diiklankan kepada mereka sehari-hari ..ibarat strategi pemasaran ujung akhirnya tentu mengarah pada adopsi perilaku bukan?!., sungguh fenomena yang memprihatinkan jika istilah “hamil duluan” sudah akrab dengan mereka sejak usia dini.,
ingin ku ulangi dosa yang terindah
yang pernah kita lakukan
kau tikam aku dengan cintamu
dan rasanya manis sekali
rasanya manis sekali
(Winner – Kesaktianmu)
Cinta satu malam
Oh indahnya
Cinta satu malam
Buatku melayang
(Melinda- Cinta Satu Malam)
Lagu ini tidak kalah parah., ketika mendengarkannya di angkot saya bersama seorang sahabat ingin ke toko buku,.,”fir.,coba perhatikan syair lagu ‘dosa terindah’ ini .,” kataku pada temanku, Saya dan dia terdiam dan saling berpandangan. “ iya ya., katanya2 begitu vulgar., “ temanku menimpali. walaupun saya bukan pengamat seni, saya sungguh tidak mengerti jika lagu dan syair seperti ini dianggap bernilai seni?! akhirnya disepanjang perjalanan tersebut kami hanya membahas tentang lagu ini.,. Jika dosa terindah (baca; perzinahan) sudah di anggap biasa bahkan dipasarkan atas nama hiburan kepada remaja, maka mungkin ini berkorelasi positif dengan semakin tingginya penyebaran HIV AIDS. Indonesia bahkan berhasil memecah rekor yang tercepat di Asean (http://www.jpnn.com/read/2011/11/21/108636/Penyebaran-HIV-AIDS-di-Indonesia-Tercepat-di-Asia-Tenggara-). Bukankah sangat ironis jika disatu sisi kita berharap bisa melakukan pencegahan penularan HIV AIDS dikalangan usia muda (KEMENKES; penyebaran HIV AIDS 70 % ada pada usia muda produktif), tapi di sisi lain, hamil duluan, dosa terindah (perzinahan), dan cinta satu malam (pelacuran) dipromosikan secara terang-terangan pada kelompok rentan seperti remaja, padahal sarana-sarana inilah yang berkontribusi paling besar terhadap penyebaran HIV AIDS.. maka apakah lagu dan syair seperti ini masihkah di anggap sebagai seni dan hiburan?! #prihatin!
Sebenarnya ada yang menggelitik hingga melahirkan tulisan ini, bukan tentang angkot dan musiknya tapi karena syair-syair lagu yang saya sadari bait per baitnya justru saat berada di angkot.. sudah beberapa kali saya naik angkot dan mendengarkan syair nyanyian yang diperdengarkan sungguh ibarat mendengarkan kampenye pergaulan bebas melalui syair lagu yang dibungkus dengan alunan musik ‘asyik’ hingga membawa pendengar (pelajar dan mahasiswa sebagai pengguna angkot terbesar) terhipnotis menikmati lagu-lagu tersebut. Jika begini masihkah disebut hiburan?!
ku hamil duluan sudah tiga bulan
gara gara pacaran
tidurnya berduaan
ku hamil duluan sudah tiga bulan
gara gara pacaran
suka gelap gelapan
(Tuti Wibowo-Hamil 3 Bulan)
Saat pertama kali mendengarkannya lagu ini, di dalam angkot saya bersama sekelompok anak perempuan berseragam putih abu-abu,. Salah seorang dari mereka nyeletuk kepada temannya: “iihhh., saya suka sekali kasian sama ini lagu.,” dia berkata sambil menggoyang-goyangkan kepala mengikuti alunan musik., ketika mata kami tanpa sengaja bertemu, tanpa sadar kening saya berkerut., eh ditanggapi dengan anak tadi “kenapa kah?! Lagu bagus memang hae ini., lagi trend to skrg?!”., Luar biasa.. gadis berkerudung putih itu seakan sadar bahwa berkerutnya keningku adalah wujud protes terhadap perkataannya. Apa yang terbayang jika cerita “hamil duluan” ini menjadi konsumsi dan diiklankan kepada mereka sehari-hari ..ibarat strategi pemasaran ujung akhirnya tentu mengarah pada adopsi perilaku bukan?!., sungguh fenomena yang memprihatinkan jika istilah “hamil duluan” sudah akrab dengan mereka sejak usia dini.,
ingin ku ulangi dosa yang terindah
yang pernah kita lakukan
kau tikam aku dengan cintamu
dan rasanya manis sekali
rasanya manis sekali
(Winner – Kesaktianmu)
Cinta satu malam
Oh indahnya
Cinta satu malam
Buatku melayang
(Melinda- Cinta Satu Malam)
Lagu ini tidak kalah parah., ketika mendengarkannya di angkot saya bersama seorang sahabat ingin ke toko buku,.,”fir.,coba perhatikan syair lagu ‘dosa terindah’ ini .,” kataku pada temanku, Saya dan dia terdiam dan saling berpandangan. “ iya ya., katanya2 begitu vulgar., “ temanku menimpali. walaupun saya bukan pengamat seni, saya sungguh tidak mengerti jika lagu dan syair seperti ini dianggap bernilai seni?! akhirnya disepanjang perjalanan tersebut kami hanya membahas tentang lagu ini.,. Jika dosa terindah (baca; perzinahan) sudah di anggap biasa bahkan dipasarkan atas nama hiburan kepada remaja, maka mungkin ini berkorelasi positif dengan semakin tingginya penyebaran HIV AIDS. Indonesia bahkan berhasil memecah rekor yang tercepat di Asean (http://www.jpnn.com/read/2011/11/21/108636/Penyebaran-HIV-AIDS-di-Indonesia-Tercepat-di-Asia-Tenggara-). Bukankah sangat ironis jika disatu sisi kita berharap bisa melakukan pencegahan penularan HIV AIDS dikalangan usia muda (KEMENKES; penyebaran HIV AIDS 70 % ada pada usia muda produktif), tapi di sisi lain, hamil duluan, dosa terindah (perzinahan), dan cinta satu malam (pelacuran) dipromosikan secara terang-terangan pada kelompok rentan seperti remaja, padahal sarana-sarana inilah yang berkontribusi paling besar terhadap penyebaran HIV AIDS.. maka apakah lagu dan syair seperti ini masihkah di anggap sebagai seni dan hiburan?! #prihatin!
Langganan:
Postingan (Atom)